Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Induksi Tunas Nanas Ananas Comosus (L.) Merr Varietas Gemilang dengan Pemberian NAA dan BAP secara In Vitro Nisma Sari; Annisa Meliana; Ronal Kurniawan; Okta Rizal Karsih; Fharisa Nabila Rizvi
Agriculture and Biological Technology Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.3.2.38-43

Abstract

Nanas merupakan salah satu tanaman hortikultura potensial di Indonesia dan memiliki nilai jual yang baik di pasaran dalam negeri maupun luar negeri. Di Indonesia penyebaran tanaman nanas hampir merata di seluruh daerah, dikarenakan nanas memiliki kemampuan tumbuh di Indonesia yang memiliki keragaman agroklimat perbanyakan tanaman nanas secara vegetatif seperti stek tunas yang langsung ditanam ke tanah akan menghasilkan jumlah bibit yang sedikit, memerlukan tempat yang luas, waktu yang sangat lama dan tergantung musim, hal ini akan memperlambat ketersediaan buah nanas. Perbanyakan secara in vitro atau kultur jaringan merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif pratikum ini bertujuan untuk mengetahui secara teknis cara melakukan teknik sterilisasi yang ada pada kultur jaringan. Metode pratikum yang digunakan sterilisasi, pembuatan larutan stok ZPT, pembuatan media tanam dan penanaman eksplan. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa induksi tunas nanas Ananas comosus (L.) Merr varietas Gemilang secara in vitro dengan pemberian NAA 1 ppm dan BAP 5 ppm tidak berhasil menghasilkan tunas pada sebagian besar eksplan yang diuji, dengan dormansi mencapai 28%. Selain itu, terdapat masalah kontaminasi bakteri yang mencapai 68%, yang mengganggu pertumbuhan eksplan. Penelitian ini menekankan pentingnya pemilihan eksplan yang sehat, penyesuaian konsentrasi ZPT, langkah-langkah sterilisasi yang harus diperketat dan pengelolaan kondisi lingkungan yang optimal untuk meningkatkan keberhasilan induksi tunas dalam kultur jaringan
Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman Kesiva Aulia Rahma; Fharisa Nabila Rizvi; Ronal Kurniawan; Okta Rizal Karsih
Agriculture and Biological Technology Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.3.2.48-54

Abstract

Pengendalian hama dan penyakit tanaman merupakan salah satu   tantangan utama dalam sektor pertanian. Tujuan dari penelitian dasar-dasar perlindungan tanaman ini yaitu untuk mengetahui perbedaan morfologi serangga dan non serangga, untuk mengetahui bentuk gejala serangan hama pada tanaman, untuk mengetahui ordo penting serangga, untuk mengetahui dan mengenal penyakit tanaman oleh faktor biotik dan abiotik, untuk mengetahui gejala dan tanda penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri, jamur, virus dan nematoda, dan untuk mengetahui cara-cara pengendalian organisme pengganggu tanaman. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal Februari – Mei 2026 yang bertempat di Laboratorium Mikrobiologi, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang, Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini yaitu partisipasi aktif yang melibatkan diri dalam kegiatan. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman yang telah dilaksanakan, diperoleh pemahaman bahwa Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) terdiri atas hama dan patogen yang dapat menurunkan pertumbuhan, perkembangan, serta hasil produksi tanaman. Serangga memiliki ciri morfologi yang berbeda dengan non-serangga, seperti jumlah kaki, bentuk tubuh, dan alat mulut yang dapat digunakan sebagai dasar identifikasi di lapangan. Selain itu, setiap ordo serangga memiliki karakteristik khusus yang berkaitan dengan cara hidup dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan pada tanaman. Penyakit biotik disebabkan oleh organisme patogen seperti jamur, bakteri, virus, dan nematoda yang dapat menular dari satu tanaman ke tanaman lainnya. Sebaliknya, penyakit abiotik disebabkan oleh faktor lingkungan seperti kekurangan unsur hara, suhu ekstrem, kekeringan, kelebihan air, atau keracunan bahan kimia sehingga tidak bersifat menular.
Trend Penggunaan Media Sosial Tiktok dikalangan Mahasiswa Tadris IPS Angkatan 2021 UIN Imam Bonjol Padang Intan Efriyani; Annisa Meliana; Fharisa Nabila Rizvi; Okta Rizal Karsih; Ronal Kurniawan
Jurnal Biochamp Vol 3 No 1 (2026): Februari
Publisher : Science, Technology and Education Care (STEDCA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/biochamp.3.1.13-18

Abstract

TikTok sangat populer di kalangan  mahasiswa dan bisa berdampak baik atau buruk pada pada hubungan sosial mereka. TikTok tidak hanya digunakan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk mengekspresikan diri, berbagi informasi, dan bahkan sebagai sarana belajar. penting untuk menganalisis bagaimana mahasiswa menggunakan TikTok dan dampaknya terhadap pola interaksi sosial mereka dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial bukanlah platform satu arah, melainkan ruang terbuka yang mendukung partisipasi penuh dari setiap individu. TikTok, adalah layanan jejaring sosial berbagi yang menggunakan video berdurasi pendek sebagai media untuk menangkap dan menyajikan kreativitas, pengetahuan, dan momen lainnya yang dimiliki oleh ByteDance, sebuah perusahaan teknologi internet yang berbasis di Beijing dan diciptakan pada tahun 2012. Penelitian ini dilaksanakan mulai Januari sampai Maret 2025 di Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri yang beralamat JL.Prof.Mahmud Yunus Lubuk Lintah, Anduring, Kec.Kuranji, Kota Padang, Sumatra Barat. Hal ini bertujuan untuk menggali pengalaman dan pandangan subjektif mahasiswa terhadap fenomena penggunaan TikTok. Metode yang digunakan kualitatif dimana pada teknik kualitatif ini tidak menggunakan perhitungan, maksudnya data-data yang dihasilkan berupa kata-kata bukan berbentuk angka. Trend penggunaan tikTok di kalangan mahasiswa Tadris IPS UIN Imam Bonjol Padang menunjukkan kecenderungan yang tinggi dan konsisten TikTok telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa, digunakan tidak hanya untuk hiburan semata, tetapi juga sebagai media untuk mengekspresikan diri, mendapatkan informasi, serta membangun citra sosial di ruang digital. Terdapa perilaku sosial yaitu imitasi.