I Ketut Sumandiarsa
Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENDORONG INDUSTRI PERIKANAN RENDAH KARBON: STUDI KASUS, TANTANGAN REGULASI, DAN POTENSI ENERGI TERBARUKAN DI WILAYAH PESISIR I Made Aditya Nugraha; I Ketut Sumandiarsa; I Gusti Ayu Budiadnyani; I Gusti Made Ngurah Desnanjaya; Diah Ayu Satyari Utami; Hatim Albasri
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 18, No 1 (2026): (Mei) 2026
Publisher : Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpi.18.1.2026.1-8

Abstract

Transisi menuju industri pengolahan perikanan rendah karbon menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengurangan emisi di wilayah pesisir Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan pemangku kepentingan, tantangan regulasi, serta strategi percepatan implementasi energi terbarukan pada industri pengolahan hasil perikanan di Bali. Metode yang digunakan berupa mixed methods melalui survei, wawancara mendalam, dan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan pelaku industri masih rendah dengan skor rata-rata 2,1 dari skala 5. Aspek finansial, teknis, dan kelembagaan masing-masing memperoleh skor 2,0–2,2 yang menjadi faktor utama rendahnya adopsi energi terbarukan. Sebaliknya, pemahaman manfaat energi terbarukan dan kesadaran lingkungan relatif lebih baik dengan skor 3,2–3,5. Sebanyak 75% responden menyatakan belum siap mengadopsi teknologi energi bersih, sedangkan hanya 15% yang siap secara teknis dan finansial. Hambatan terbesar berasal dari tingginya biaya investasi awal dengan skor 4,2, diikuti keterbatasan akses pembiayaan sebesar 3,7. Temuan ini menunjukkan bahwa keterbatasan modal, kemampuan teknis, dan dukungan kebijakan masih menjadi kendala utama transisi energi pada industri pengolahan perikanan pesisir. Penelitian merekomendasikan penyusunan regulasi teknis sektoral, perluasan insentif dan pembiayaan hijau, penguatan kapasitas SDM lokal, serta pengembangan proyek percontohan berbasis kolaborasi multipihak untuk mempercepat implementasi energi terbarukan di sektor pengolahan hasil perikanan.The transition to a low-carbon fisheries processing industry is a strategic step to support Indonesia's Enhanced National Development Planning (NDC) commitment, particularly in coastal areas dominated by small and medium-sized enterprises. This study analyzes stakeholder readiness, regulatory challenges, and strategies for accelerating renewable energy implementation in the fisheries processing industry through a mixed method approach, including surveys, in-depth interviews, and policy analysis. The results indicate that a renewable energy policy framework is in place, but implementing regulations are still general and do not specifically address the fisheries processing sector. Key challenges include limited technology access, high initial investment costs, minimal fiscal incentives and green financing, weak cross-sectoral coordination, and low technical capacity of local human resources. Despite high adoption interest, implementation remains hampered by technical, financial, and institutional factors. The study recommends the development of sectoral technical regulations, the expansion of green incentives and financing schemes, strengthening local capacity, and the development of pilot projects to accelerate renewable energy adoption in the fisheries processing industry.
Kajian Manajemen Risiko K3 pada Proses Produksi Pemindangan Ikan di Sentra Pengolahan Kusamba I Gusti Ayu Budiadnyani; I Ketut Sumandiarsa; I Made Aditya Nugraha; Siluh Putu Sri Dia Utari; Ika Astiana; Iftachul Farida; Pinky Natalia Samanta; Mahaldika Cesrany; Anis Khairunnisa; Medal Lintas Perceka; Putri Yuliana Masrin
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i3.625

Abstract

Sentra Pengolahan Ikan Kusamba merupakan pusat industri pemindangan tradisional yang berperan penting dalam perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Klungkung. Namun, proses produksinya masih memiliki berbagai potensi risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama akibat paparan panas, penggunaan peralatan konvensional, serta kondisi kerja yang belum ergonomis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber bahaya, menilai tingkat risiko kerja, dan menentukan upaya pengendalian menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 15 pekerja pada setiap tahapan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perebusan memiliki risiko tertinggi (84,42%), diikuti penyiangan (74,03%), sementara pengemasan dan pendinginan tergolong risiko rendah. Sebanyak 73,3% pekerja telah menggunakan APD, namun kepatuhan dan ketersediaannya masih perlu ditingkatkan. Faktor risiko dominan meliputi lingkungan kerja panas dan lembap (60%), keterbatasan APD (26,67%), kerusakan peralatan (20%), serta tata letak kerja yang kurang aman (26,67%). Meskipun seluruh pekerja telah mengikuti pelatihan K3, penerapannya masih bersifat individual. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem K3 melalui penyusunan SOP, peningkatan APD, pengawasan rutin, serta perbaikan fasilitas kerja untuk mendukung keselamatan, produktivitas, dan keberlanjutan industri.
THE EFFECT OF ADDITIONAL SEAWEED FLOUR (Eucheuma cottonii) ON THE QUALITY OF CATFISH (Clarias sp.) ROULADE Aghitia Maulani; Asriani Asriani; Narila Maryuni; I Ketut Sumandiarsa
Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1917

Abstract

Catfish (Clarias sp.) is a popular freshwater fish that contains higher protein than some types of animal meat. Seaweed (Eucheuma cottonii) has high nutritional content such as minerals and fiber. The high nutritional content of Eucheuma cottonii as a potential functional food source in the development of food products, one of which is processed into seaweed flour which is added to catfish rolade products. The objectives of this study were to analyze the quality of dried seaweed and fresh catfish, process seaweed flour and catfish rolade and analyze the quality of seaweed flour and catfish rolade, and determine the selected formula. The results of sensory tests of dried seaweed raw materials were 8, CAW 59,65%, and water content 34,19%, Organoleptic value of fresh catfish 9. The results of seaweed flour water content 6,39%, ash content 24,52%, fat content 0,24%, protein content 2,72%, carbohydrate 66,13%, crude fiber 22,21% and and around 360,27 mPa s. The results of catfish rolade with the addition of E. cottonii flour included water content 65,90%, ash content 2,90%, fat content 2,84%, protein content 17,79%, carbohydrate 10,57%, crude fiber 0,56%, ALT 5.21 x 101 kol/g, and physical test hardness 6562,99 gf. The selected formula is catfish roulade with the addition of 3,5% E. cottonii seaweed flour.