Afranisha Afranisha
Universitas Labuhanbatu

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Pola Pikir Berkembang (Growth Mindset) pada Siswa SMA dalam Menyikapi Kegagalan Akademik Mata Pelajaran PPKn: Sebuah Pendekatan Fenomenologi Alda Anggraini; Wanda Fahira; Muhammad Rafli Ashari; Irma Amalia; Afranisha Afranisha
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset ini bertujuan untuk memetakan gambaran pola pikir berkembang (growth mindset) yang dimiliki oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) saat mereka menghadapi ketidaktuntasan nilai atau kegagalan akademik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Menggunakan metode kualitatif berdesain fenomenologi, data dihimpun lewat wawancara secara mendalam serta kajian terhadap dokumen refleksi mandiri dari 20 peserta didik yang tersebar dari kelas X sampai XII. Hasil analisis fenomenologis berhasil merumuskan tiga kategori utama, yaitu: bentuk pemaknaan terhadap kegagalan, variasi jenis reaksi emosi beserta pola kausalitas (atribusi), serta perwujudan daya lenting (resiliensi) akademik dalam aktivitas belajar kewarganegaraan. Hasil temuan menunjukkan bahwa siswa yang condong pada pola pikir berkembang menganggap ketidaktuntasan sebagai indikator untuk berbenah, bukan pembatasan atas potensi intelektual mereka. Riset ini menyarankan adanya rekonstruksi dalam pemberian umpan balik oleh guru, penerapan bantuan belajar (scaffolding) yang adaptif, serta pembentukan iklim belajar yang memaklumi kesalahan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter warga negara secara kontinu. 
Strategi Pemahaman Isu Sosial Melalui Tahapan Empathize dan Define Berbasis Design Thinking dalam Pembelajaran PPKn Siswa Kelas X Wanda Fahira; Afranisha Afranisha; Ade Pranata Ginting; Nurlina Ariani Harahap
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to map the growth mindset of senior high school students when they face incomplete grades or academic failure in the Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subject. Using a qualitative method with a phenomenological design, data were collected through in-depth interviews and a review of self-reflection documents from 20 students spread across grades 10 to 12. The results of the phenomenological analysis succeeded in formulating three main categories, namely: forms of meaning towards failure, variations in types of emotional reactions and causality patterns (attribution), and the manifestation of academic resilience in civic learning activities. The findings indicate that students who tend to have a growth mindset consider incompleteness as an indicator for improvement, not a limitation on their intellectual potential. This research suggests the need for reconstruction in the provision of feedback by teachers, the application of adaptive learning support (scaffolding), and the creation of a learning climate that accepts mistakes as part of the process of continuously developing citizen character.Keywords: Design Thinking, Empathize, Define, PPKn, Social IssuesAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemahaman isu sosial melalui tahapan empathize dan define dalam kerangka design thinking pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) siswa kelas X. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam proses berpikir dan interaksi sosial siswa dalam memahami permasalahan sosial secara kontekstual. Data diperoleh dari diskusi kelompok, wawancara mendalam, jurnal refleksi siswa, serta dokumentasi pembelajaran yang dianalisis secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap empathize membantu siswa memahami isu sosial dari berbagai perspektif, sementara tahap define mendorong siswa merumuskan inti masalah secara lebih terarah dan kritis. Proses ini memperkuat kemampuan berpikir reflektif, empati sosial, dan pemahaman kontekstual siswa terhadap realitas masyarakat. Dengan demikian, penerapan design thinking dalam pembelajaran PPKn memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan literasi sosial dan keterampilan kewarganegaraan peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendekatan design thinking dalam pembelajaran PPKn untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermakna dan partisipatif.Kata Kunci: Design Thinking, Empathize, Define, PPKn, Isu Sosial
Pengaruh Project-Based Learning untuk Mendalami Konsep Konstitusi: Studi Eksperimen pada Kelas X SMA Negeri 3 Rantau Utara Muhammad Rafli Ashari; Wanda Fahira; Afranisha Afranisha; Panggi Nur Adi
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dijalankan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan Project-Based Learning (PjBL) dibandingkan dengan metode konvensional dalam memperdalam pemahaman mengenai konsep konstitusi pada murid kelas X SMA. Menggunakan pendekatan kuantitatif bermetode eksperimen semu (quasi-experiment) melalui pola pretest-posttest control group, instrumen pengumpulan data meliputi tes penalaran mendalam, lembar penilaian proyek, serta angket respons siswa. Ditemukan bahwa kelas yang menerapkan PjBL mengalami lonjakan nilai rata-rata yang signifikan dari 54,20 menjadi 86,50. Sebaliknya, kelas kontrol dengan metode konvensional hanya naik dari 53,80 menuju 72,10. Pengujian statistik menonjolkan nilai signifikansi sebesar 0,000 ( 0,05), yang menegaskan keunggulan mutlak model PjBL. Melalui PjBL, siswa tidak sekadar menghafal, tetapi terbukti mampu menganalisis, menyintesis, hingga mengevaluasi aturan-aturan konstitusional serta meresapi nilai-nilai penting kewarganegaraan secara konkret.
Pengaruh Pemahaman Filosofi Pendidikan Pancasila Terhadap Karakter Kewarganegaraan Siswa di Era Digital Rahmad Santoso Nasution; Afranisha Afranisha; Salsabila Salsabila; Amin Harahap
Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um054v9i1p31-38

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemahaman filosofi pendidikan Pancasila terhadap karakter kewarganegaraan siswa SMA di era digital. Melalui pendekatan kuantitatif deskriptif-korelasional, data dikumpulkan dari siswa SMA menggunakan kuesioner skala Likert. Berdasarkan pengujian regresi yang telah dilakukan, ditemukan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap filosofi Pancasila memberikan pengaruh yang positif sekaligus signifikan terhadap pembentukan karakter kewarganegaraan mereka, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berada jauh di bawah ambang batas 0,05. Adapun besaran kontribusi variabel tersebut tercermin dari nilai coefficient of determination (R²) = 0,425, yang berarti sekitar 42,5% variasi karakter kewarganegaraan siswa mampu dijelaskan oleh variabel pemahaman filosofi Pancasila. Selebihnya, sebesar 57,5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model, di antaranya digital literacy dan kondisi lingkungan sosial siswa. Temuan ini menegaskan bahwa internalisasi nilai Pancasila berfungsi sebagai kerangka kognitif yang mengarahkan perilaku etis dan bertanggung jawab di ruang publik maupun siber. Guru diharapkan menggeser metode pembelajaran dari hafalan normatif menuju pendekatan reflektif-kontekstual yang relevan dengan tantangan zaman. Kata Kunci: Era Digital, Karakter Kewarganegaraan, Pancasila, Pemahaman Filosofi, Pendidikan