Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN KESIAPSIAGAAN SEKOLAH MELALUI PROGRAM SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA DI SMP NURUL HUDA SIMOLAWANG SURABAYA Moch. Zulfikar Putra Aminuddin; Corie Indria Prasasti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.2119-2132

Abstract

Kesiapsiagaan bencana di sekolah merupakan aspek penting dalam upaya mitigasi kebencanaan terutama di wilayah Indonesia dengan tingkat kerawanan yang sangat tinggi. Berdasarkan data BPBD 2025 setiap tahunnya lebih dari 2.500 sekolah terdampak bencana dengan total 15.000 sekolah dalam 15 tahun terakhir, dan 75% sekolah berada di wilayah kebencanaan. Namun hanya 25% yang memiliki kesiapsiagaan bencana yang baik. SMP Nurul Huda Simolawang Surabaya merupakan salah satu sekolah yang belum memiliki sistem kesiapsiagaan bencana yang terstruktur. Adanya kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk mengembangkan sistem kesiapsiagaan sekolah melalui kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif yang menekankan pada keterlibatan aktif peserta dalam proses pembelajaran, diskusi kelompok, FGD (Focus Group Discussion), serta praktik kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari guru, tenaga pendidik, dan siswa. Indikator keberhasilan kegiatan diukur melalui perubahan kondisi kesiapsiagaan sebelum dan sesudah intervensi serta peningkatan pemahaman peserta secara deskriptif. Hasil kegiatan diharapkan adanya peningkatan kesiapsiagaan yang ditandai dengan terbentuknya tim tanggap bencana, tersedianya jalur dan titik kumpul evakuasi, peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta yang dilihat melalui keaktifan diskusi, kemampuan mengidentifikasi risiko, dan keterampilan dalam simulasi evakuasi dengan total 233 peserta didik, serta penerbitan Standar Operasional (SOP) pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana untuk sekolah SMP Nurul Huda Simolawang. 
Peningkatan Pengetahuan Santri tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue melalui Edukasi Sanitasi Lingkungan di Pesantren : Pengabdian Ririh Yudhastuti; Hari Basuki Notobroto; Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wardani; Khuliyah Candraning Diyanah; Aditya Sukma Pawitra; Retno Adriyani; Lilis Sulistyorini; Corie Indria Prasasti; R. Azizah; Kusuma Scorpia Lestari; Sudarmaji Sudarmaji; Muhammad Farid Dimjati Lusno; Zida Husnina; Ratna Dwi Puji Astuti; Novi Dian Arfiani; I Gde Raju Sathya Murti; Babucarr Jassey
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3682

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di lingkungan pondok pesantren yang padat penghuni dan memiliki keterbatasan sanitasi, sehingga berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran santri terhadap kebersihan dan pengendalian lingkungan menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri tentang pentingnya sanitasi lingkungan dalam pencegahan DBD melalui penyuluhan interaktif di Pondok Pesantren Al Amin, Kabupaten Lamongan. Sebanyak 82 santri berpartisipasi, dengan evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dari rata-rata 7,72 menjadi 8,55 (p=0,000), disertai perubahan sikap dan perilaku positif dalam menjaga kebersihan serta pemeriksaan jentik mandiri. Edukasi sanitasi lingkungan berbasis partisipatif terbukti efektif dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan sebagai model pemberdayaan kesehatan di lingkungan pendidikan berasrama.