Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Santri tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue melalui Edukasi Sanitasi Lingkungan di Pesantren : Pengabdian Ririh Yudhastuti; Hari Basuki Notobroto; Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wardani; Khuliyah Candraning Diyanah; Aditya Sukma Pawitra; Retno Adriyani; Lilis Sulistyorini; Corie Indria Prasasti; R. Azizah; Kusuma Scorpia Lestari; Sudarmaji Sudarmaji; Muhammad Farid Dimjati Lusno; Zida Husnina; Ratna Dwi Puji Astuti; Novi Dian Arfiani; I Gde Raju Sathya Murti; Babucarr Jassey
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3682

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di lingkungan pondok pesantren yang padat penghuni dan memiliki keterbatasan sanitasi, sehingga berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran santri terhadap kebersihan dan pengendalian lingkungan menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri tentang pentingnya sanitasi lingkungan dalam pencegahan DBD melalui penyuluhan interaktif di Pondok Pesantren Al Amin, Kabupaten Lamongan. Sebanyak 82 santri berpartisipasi, dengan evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dari rata-rata 7,72 menjadi 8,55 (p=0,000), disertai perubahan sikap dan perilaku positif dalam menjaga kebersihan serta pemeriksaan jentik mandiri. Edukasi sanitasi lingkungan berbasis partisipatif terbukti efektif dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan sebagai model pemberdayaan kesehatan di lingkungan pendidikan berasrama.
Analysis of Patient Experience at Private Hospitals in the Island Areas of Ambon City as A Basis for Developing Marketing Strategies Floria Veramaya Imblabla; Paramita Kurnia Wiguna; Ratna Dwi Puji Astuti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 6 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research: December 2026
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i6.2643

Abstract

Private hospitals in archipelagic regions—specifically Ambon City face challenges regarding limited access and resources, as well as healthcare service competition that necessitates marketing strategies grounded in quality and patient experience. Research mapping patient experience in private hospitals within archipelagic regions remains limited; thus, baseline data is required to develop contextual and sustainable marketing strategies. Objective to analyze factors associated with patient experience, specifically human resources (people), service processes (process), and facilities/infrastructure (physical evidence). A quantitative descriptive-analytic study using a cross-sectional design. The sample consisted of 150 patients who served as respondents and completed a Likert-scale questionnaire. The questionnaire employed a 1–5 Likert scale, with response options tailored to the specific statements, ranging from the lowest to the highest rating. Prior to primary data collection, the instrument underwent validity and reliability testing. Item validity was assessed using Corrected Item-Total Correlation with each statement item deemed valid and reliability was evaluated using Cronbach’s Alpha (threshold ≥0.70). Data were analyzed using  chisquare test. The study revealed that people, process, and physical evidence were significantly associated with patient experience (p = 0.000; p < 0.05). These findings indicate that the quality of human resources, the effectiveness of service processes, and the comfort and completeness of facilities are crucial components in shaping patient experience. These three aspects can serve as an empirical baseline for developing patient experience-based marketing strategies to enhance service quality, satisfaction, loyalty, and the competitiveness of private hospitals in archipelagic regions.
Risiko Kesehatan Paparan Residu Antibiotik melalui Air Minum dan Dampaknya terhadap Resistensi Antimikroba: Tinjauan Literatur Auliya Mufidah; Ratna Dwi Puji Astuti; Lilis Sulistyorini; Sudarmaji Sudarmaji
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KesMas Respati Vol. 11 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v11i3.685

Abstract

Residu antibiotik yang terdapat dalam air minum termasuk ke dalam kelompok emerging contaminants yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan manusia serta berperan dalam meningkatnya resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR). Artikel ini bertujuan untuk menelaah keberadaan residu antibiotik pada air minum, mengevaluasi risiko kesehatan akibat paparannya, serta mengkaji kaitannya dengan perkembangan resistensi antimikroba. Penelitian dilakukan menggunakan metode literature review dengan mengacu pada pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan Elsevier menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan residu antibiotik, air minum, risiko kesehatan, dan resistensi antimikroba. Artikel yang disertakan merupakan publikasi tahun 2020-2026, tersedia dalam bentuk teks lengkap, serta memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa residu antibiotik telah ditemukan pada berbagai sumber air minum dengan golongan yang paling banyak dilaporkan meliputi makrolida, sulfonamida, fluorokuinolon, dan β-laktam. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa nilai Hazard Quotient masih berada pada tingkat risiko non-karsinogenik yang rendah. Meskipun demikian, paparan yang berlangsung dalam jangka panjang serta keberadaan residu antibiotik di lingkungan perairan berpotensi memberikan tekanan seleksi terhadap mikroorganisme, sehingga dapat mempercepat penyebaran bakteri resisten antibiotik maupun gen resistensi antibiotik dalam sistem penyediaan air minum. Dengan demikian, pengelolaan kualitas air minum perlu memperhatikan keberadaan residu antibiotik beserta implikasinya terhadap resistensi antimikroba melalui penerapan pendekatan One Health sebagai upaya mendukung perlindungan kesehatan masyarakat dan pengendalian AMR secara berkelanjutan.