Dwi Mustika Kusumawardani
Universitas Telkom

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI PRODUKSI MADU HUTAN MELALUI PENERAPAN ALAT PRES STAINLESS STEEL PADA KTH RIMBA LANGGENG DI DESA GLEMPANG Sarah Astiti; Sevia Indah Purnama; Dwi Mustika Kusumawardani; Gilang Ramadhan; Jaenal Arifin; Agung Wicaksono; Gunawan Wibisono; Achri Priyono
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v10i1.2909

Abstract

Ekstraksi madu hutan secara manual di KTH Rimba Langgeng, Desa Glempang, menghasilkan madu keruh, kurang higienis, dan rendemen rendah. Program pengabdian ini bertujuan memodernisasi proses ekstraksi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas madu. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan. Solusi yang diimplementasikan adalah Alat Pres Madu berbahan Food Grade Stainless Steel 304 yang terintegrasi saringan ganda dan mekanisme ulir tekan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan; madu menjadi jauh lebih jernih, bersih, dan higienis karena terfilter secara mekanis tanpa kontak tangan langsung. Efisiensi ekstraksi meningkat dari 30% menjadi 52%, yang berdampak pada kenaikan omset bulanan kelompok sebesar 73,3%. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan terapan, khususnya pada rekayasa teknologi pascapanen berbasis sistem mekanis untuk optimalisasi hasil hutan bukan kayu dan penjaminan standar keamanan pangan (food safety).  Abstract. Manual extraction of forest honey at KTH Rimba Langgeng, Glempang Village, produces cloudy, unhygienic honey with low yields. This community service program aims to modernize the extraction process to improve honey quality and productivity. The implementation method uses Participatory Action Research (PAR) through socialization, training, technology application, and mentoring. The implemented solution is a Honey Press Machine made of Food Grade Stainless Steel 304, integrated with a double mesh filter and a screw-press mechanism. The results show significant improvements; the honey becomes much clearer, cleaner, and more hygienic due to mechanical filtering without direct hand contact. Extraction efficiency increased from 30% to 52%, leading to a 73.3% increase in the group’s monthly turnover. This community service contributes to the development of applied science, particularly in post-harvest technology engineering based on mechanical systems to optimize non-timber forest products and ensure food safety standards.
Peningkatan Kemandirian Masyarakat melalui Pemberdayaan Wirausaha Berbasis Potensi Wisata di Desa Banjarpanepen Yogo Dwi Prasetyo; Dwi Mustika Kusumawardani; Sukmadiningtyas Sukmadiningtyas; Citra Kumala Dewi; Dewangga Zindagi Faturrohman
Indonesian Journal of Community Service and Innovation Vol. 6 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/ijcosin.v6i2.10412

Abstract

Desa Banjarpanepen menghadapi beberapa kendala dalam pengembangan sektor ekowisata Bukit Pengaritan dan industri kreatif Batik Caraka (ecoprint), terutama pada aspek literasi digital, manajemen usaha, dan strategi pemasaran. Minimnya pemanfaatan teknologi menyebabkan promosi wisata hanya mengandalkan metode tradisional dan pencatatan keuangan dilakukan secara manual sehingga tidak akurat dan sulit dianalisis. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian desa melalui integrasi teknologi digital, inovasi usaha, dan pemberdayaan komunitas. Metode yang digunakan adalah Community-Based Research (CBR) dengan mengedepankan partisipasi masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, perumusan solusi, implementasi, hingga evaluasi. Solusi utama yang dikembangkan adalah platform digital VisitBapen.com yang berfungsi sebagai sistem e-ticket, katalog UMKM, dan pencatatan keuangan digital, disertai pelatihan pembukuan digital, pemasaran digital, dan inovasi batik ecoprint. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi digital, pemanfaatan pembukuan digital, serta efektivitas pengelolaan wisata berbasis data. Implementasi e-ticket juga menghasilkan pencatatan kunjungan yang lebih akurat dan transparan. Program ini memberikan dampak positif pada peningkatan kapasitas masyarakat, perubahan pola pikir menuju digitalisasi, serta penguatan ekosistem ekonomi lokal. Penerapan platform digital juga memberikan dampak langsung terhadap produktivitas ekonomi desa, ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisata, peningkatan pesanan produk batik, serta kenaikan omzet UMKM sebesar 35%. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil mendukung kemandirian desa dan dapat menjadi model bagi pengembangan desa wisata digital lainnya.