Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Sinergi Kualitas Ruang dan Manusia dalam Mengembangkan Potensi UMKM di Wilayah Banyumas Melalui Creative Placemaking Tenia Wahyuningrum; Galih Putra Pamungkas; Gilang Ramadhan
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 3 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/ijcosin.v3i1.887

Abstract

Creative placemaking merupakan kombinasi seni dan budaya dalam pengoptimalan lahan dan pembangunan ekonomi. Upaya yang dilakukan untuk peningkatan ekonomi berkelanjutan dan pengembangan kawasan Kota Lama Kabupaten Banyumas, maka dibentuklah satu aktivitas creative placemaking yang dinamakan Peken Banyumasan. Kegiatan pengabdian secara umum dilaksanakan dengan metode planning, design dan evaluation. Hasil tahapan planning dilakukan dengan observasi awal dilakukan melalui pengamatan objek, menemukan gagasan yang akan dikembangkan. Hasil tahapan design merupakan rancangan tempat, peserta, baik tenant dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal maupun insan seni. Hasil tahapan evaluation melalui hasil analisis kuesioner menunjukkan bahwa kepuasan pengunjung sebesar 81% atau dapat dikatakan sangat baik. Persentase indeks kepuasan terbesar ada pada luas lahan dan kenyamanan parkir, serta keramahan panitia dan penyelenggara acara. Sedangkan indeks kepuasan terendah yaitu kemudahan dalam mendapatkan informasi. Pengembangan ke depan, kegiatan creative placemaking akan menyasar variasi jenis produk dan pertunjukan seni, serta meningkatkan kriteria-kriteria yang masih dianggap rendah, dengan melakukan perbaikan strategi dalam penyebaran informasi
Knowledge Management System Implementation Readiness Measurement In Knowledge Management Enablers Of Culture, Process, And Information Technology At Pdii Gilang Ramadhan; Luciana Andrawina; Nia Ambarsari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Organization readiness measurement is a very important step to be performed by Pusat Dokumentasi Informasi Ilmiah (PDII) before implementing Knowledge Management System (KM) system. The measurement is intended to help PDII in analyzing its capability to have effective knowledge sharing before PDII implementing KM system. Readiness measurement is done by lowering KM enablers into several dimensions. Dimensions are derived into indicators which serve as questionnaire statements that will be distributed to PDII employees. Readiness scale is using Aydin-Tasci readiness scale. Beside readiness measurement, priority weighting calculation using Analytical Hierarchy Process (AHP) is also done to see which KM enablers and dimensions have to be prioritized by PDII in implementing KM system. Generally, PDII has readiness score of 3.02 (more ready to implement KM system). The results of readiness measurement and priority weight are: Culture readiness score is 3.091 (more ready to implement KM system) with priority weight by 24%, Process readiness score is 2.617 (more ready to implement KM system) with priority weight by 43.6%, and Information Technology readiness score is 3.448 (ready with a few improvements to implement KM system) with priority weight by 32.4%. Keywords: readiness score, priority weight, KM system implementation, KM enablers, dimensions, KM activities
Peningkatan Pengelolaan Promosi UMKM di Banyumas dalam Pameran Kesenian Budaya Peken Banyumasan Galih Putra Pamungkas; Gilang Ramadhan; Aditya Wijayanto
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Juni: Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jurai.v1i2.216

Abstract

Kreativitas sangat diperlukan dalam pengembangan bisnis UMKM saat ini guna membantu proses pengembangan UMKM kreatif agar lebih bersemangat dalam menciptakan inovasi di masa pandemi ini sehingga akan membantu pertumbuhan ekonomi agar UMKM dapat bertahan. Inovasi bisa berupa menghasilkan produk berkualitas dengan biaya rendah dan teknik penjualan sederhana namun efektif. UMKM merupakan salah satu pilar penting perekonomian Provinsi Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Banyumas. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memfasilitasi UMKM dengan berbagai macam cara promosi yang kreatif dan inovatif untuk mempertahankan keberlangsungan usaha. Salah satu cara promosi tersebut adalah lewat partisipasi dalam pameran UMKM. Banyaknya bangunan bersejarah menjadikan Kecamatan Banyumas lokasi yang cocok untuk pelaksanaan pameran UMKM sebagai ruang insan kreatif untuk mengeksplorasi ide, berkarya dan berjejaring. Maka dari itu, sesuai dengan IKU kelima dimana hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat, hasil riset yang dilakukan sebaiknya memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar. Target luaran PKMS ini adalah seminar nasional pengabdian masyarakat, jurnal nasional pengabdian masyarakat, media massa, video kegiatan, HKI, dan peningkatan pemberdayaan mitra. PKMS ini diharapkan bisa menghasilkan inovasi dan kreasi yang dapat meningkatkan omset para pelaku usaha UMKM secara kontinu dan tetap menjadi solusi bagi mitra UMKM di tahun – tahun akan datang..
Implementasi Katalog Produk UMKM Organik sebagai Alat Pemasaran pada Program Biorama di Purwokerto Purbaya, Muhammad Eka; Fahreza , Ahmad; Haryanto, Laurensius Windy Octanio; Linda, Gusnita; Ramadhan, Gilang
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i3.1885

Abstract

UMKM organik di Purwokerto menghadapi tantangan dalam mengakses pasar yang luas dan efektif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan katalog produk UMKM organik sebagai alat pemasaran dalam Program BIORAMA. Metode yang digunakan meliputi identifikasi dan inventarisasi UMKM, pengembangan prototipe katalog cetak dan digital, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi dan monitoring. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan katalog berhasil meningkatkan visibilitas dan penjualan produk secara signifikan, dengan peningkatan pendapatan sebesar 121.64% dari program BIORAMA 5 dan 6 ke BIORAMA 7, 8, dan 9. Katalog yang didesain dengan baik menarik perhatian konsumen baru dan memperluas jangkauan pasar UMKM organik. Pelatihan dan pendampingan meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam memasarkan produk mereka. Langkah selanjutnya meliputi penyempurnaan katalog berdasarkan feedback, penguatan platform digital seperti website biorama.id, serta program pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Program BIORAMA dapat menjadi model bagi daerah lain dalam memanfaatkan katalog produk sebagai alat pemasaran efektif untuk UMKM organik.
Mascot Design as a Branding Strategy for Serayu River, Kaliori Village, Banyumas Regency Luqman Wahyudi; Ratih Alifah Putri; Famila Dwi Winati; Gilang Ramadhan
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i1.5514

Abstract

Kaliori Village, located in Banyumas Regency, Central Java, is renowned for its rich arts and culture. Despite its cultural prominence, certain local potentials, such as the Serayu River, remain underdeveloped as tourism assets. This study aims to design a mascot as a branding strategy to enhance the Serayu River's image and promote it as a tourist destination. The method used included consultation, field observation, and collaborative design processes involving local communities and stakeholders. Results show that the "Bebek Bawor" mascot effectively embodies the cultural identity of Banyumas and contributes to increased brand awareness through its application in promotional materials and strategic placements. The conclusion highlights the significance of integrating cultural representation with modern branding techniques to develop sustainable tourism while fostering community participation.
Implementasi Augmented Reality dan Video Mapping untuk Penguatan Branding Museum Jenderal Soedirman Ramadhan, Gilang; Astiti, Sarah; Putri, Ratih Alifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v5i1.1681

Abstract

Museum Jenderal Soedirman menghadapi tantangan dalam mempertahankan relevansi bagi generasi muda akibat metode penyajian yang konvensional. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat destination branding museum melalui penerapan teknologi Sensory Edutainment. Metode pelaksanaan meliputi kolaborasi penciptaan karya dan transfer pengetahuan. Mitra Ikatan Pelukis Banyumas (IPB) menyediakan 10 lukisan kanvas sebagai aset dasar, yang kemudian dikembangkan menjadi fitur Augmented Reality (AR) interaktif oleh tim pengabdian masyarakat (Abdimas). Tim Abdimas juga menciptakan konten Video Mapping pada tiga area strategis museum. Setelah infrastruktur teknologi siap, tim Abdimas memberikan pelatihan intensif kepada staf museum terkait operasional dan pemeliharaan. Puncak implementasi program bertajuk SOETALA dilaksanakan pada 11-15 November 2025. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan transformasi visual museum yang signifikan. Sebanyak 90% staf kini terampil mengoperasikan teknologi seni, dan terbentuk unit usaha merchandise baru berbasis sablon. Dampak paling nyata terlihat pada lonjakan jumlah pengunjung sebesar 67% pada bulan November dibandingkan data awal bulan Mei. Kesimpulannya, sinergi antara seni manual dan teknologi digital yang disertai peningkatan kapasitas SDM terbukti efektif merevitalisasi citra museum sebagai destinasi wisata edukasi yang imersif.
OPTIMALISASI PRODUKSI MADU HUTAN MELALUI PENERAPAN ALAT PRES STAINLESS STEEL PADA KTH RIMBA LANGGENG DI DESA GLEMPANG Sarah Astiti; Sevia Indah Purnama; Dwi Mustika Kusumawardani; Gilang Ramadhan; Jaenal Arifin; Agung Wicaksono; Gunawan Wibisono; Achri Priyono
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v10i1.2909

Abstract

Ekstraksi madu hutan secara manual di KTH Rimba Langgeng, Desa Glempang, menghasilkan madu keruh, kurang higienis, dan rendemen rendah. Program pengabdian ini bertujuan memodernisasi proses ekstraksi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas madu. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan. Solusi yang diimplementasikan adalah Alat Pres Madu berbahan Food Grade Stainless Steel 304 yang terintegrasi saringan ganda dan mekanisme ulir tekan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan; madu menjadi jauh lebih jernih, bersih, dan higienis karena terfilter secara mekanis tanpa kontak tangan langsung. Efisiensi ekstraksi meningkat dari 30% menjadi 52%, yang berdampak pada kenaikan omset bulanan kelompok sebesar 73,3%. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan terapan, khususnya pada rekayasa teknologi pascapanen berbasis sistem mekanis untuk optimalisasi hasil hutan bukan kayu dan penjaminan standar keamanan pangan (food safety).  Abstract. Manual extraction of forest honey at KTH Rimba Langgeng, Glempang Village, produces cloudy, unhygienic honey with low yields. This community service program aims to modernize the extraction process to improve honey quality and productivity. The implementation method uses Participatory Action Research (PAR) through socialization, training, technology application, and mentoring. The implemented solution is a Honey Press Machine made of Food Grade Stainless Steel 304, integrated with a double mesh filter and a screw-press mechanism. The results show significant improvements; the honey becomes much clearer, cleaner, and more hygienic due to mechanical filtering without direct hand contact. Extraction efficiency increased from 30% to 52%, leading to a 73.3% increase in the group’s monthly turnover. This community service contributes to the development of applied science, particularly in post-harvest technology engineering based on mechanical systems to optimize non-timber forest products and ensure food safety standards.