Juharni Juharni
Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kinerja Kebijakan Strategis Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Waisai, Kabupaten Raja Ampat Nur Diana; Muh. Ridha Suaib; Juharni Juharni
Paradigma Journal of Administration Vol. 4 No. 1 (2026): Paradigma Journal of Administration, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v4i1.8994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja kebijakan strategis pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Waisai, Kabupaten Raja Ampat, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat terhadap implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait pengelolaan pariwisata daerah, masyarakat lokal, pelaku usaha wisata, dan unsur kelembagaan setempat. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kebijakan strategis pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Waisai telah berjalan cukup baik, terutama pada aspek partisipasi masyarakat, manfaat ekonomi lokal, dan kesadaran akan keberlanjutan lingkungan. Masyarakat mulai terlibat dalam pengelolaan homestay, jasa pemandu wisata, kuliner, kerajinan, dan aktivitas pendukung pariwisata lainnya. Namun, implementasi kebijakan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur, aksesibilitas, anggaran, kapasitas sumber daya manusia, serta distribusi manfaat ekonomi yang belum merata. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat, tata kelola kolaboratif, dan pengawasan lingkungan dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. This study aims to analyze the performance of the local government's strategic policy for community-based tourism development in Waisai, Raja Ampat Regency, and to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving stakeholders in regional tourism management, local communities, tourism business actors, and local institutional elements. The data were analyzed through data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the performance of strategic policy for community-based tourism development in Waisai has been relatively good, particularly in community participation, local economic benefits, and awareness of environmental sustainability. Local communities have begun to participate in homestay management, tour guiding services, culinary businesses, handicrafts, and other tourism-supporting activities. However, policy implementation still faces several obstacles, including limited infrastructure, accessibility, budget constraints, human resource capacity, and unequal distribution of economic benefits. This study emphasizes the importance of strengthening community capacity, collaborative governance, and environmental monitoring to support sustainable tourism development.
Motivasi Kerja Pegawai Dalam Pelayanan Publik Di Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara Mopfiyanto Ramadhan; Imran Ismail; Juharni Juharni
Paradigma Journal of Administration Vol. 4 No. 1 (2026): Paradigma Journal of Administration, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v4i1.8995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi kerja pegawai dalam pelayanan publik di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, berdasarkan perspektif Teori Dua Faktor Herzberg. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan lima informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja pegawai dipengaruhi oleh kombinasi faktor motivator dan faktor pemeliharaan. Faktor pemeliharaan, seperti kejelasan tugas dan tanggung jawab, kondisi kerja yang baik, regulasi yang jelas, sumber daya manusia yang kompeten, serta sarana dan prasarana yang memadai, telah berfungsi relatif baik dalam menjaga stabilitas kerja dan mencegah ketidakpuasan. Namun, faktor motivator, seperti prestasi kerja, pengakuan formal, pekerjaan itu sendiri, serta pengembangan dan kemajuan karier, belum sepenuhnya optimal dalam mendorong motivasi intrinsik pegawai. Faktor penghambat yang ditemukan meliputi lemahnya pengawasan, kurangnya koordinasi, dan rendahnya tanggung jawab sebagian pegawai. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik di Kecamatan Tenggarong memerlukan strategi manajerial yang berorientasi pada penguatan motivasi intrinsik, sistem penghargaan berbasis kinerja, dan pengembangan kompetensi pegawai. This study aims to analyze employee work motivation in public service at Tenggarong District, Kutai Kartanegara Regency, from the perspective of Herzberg’s Two-Factor Theory. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving five purposively selected informants. The findings show that a combination of motivator and hygiene factors influences employee work motivation. Hygiene factors, such as task clarity, responsibility, working conditions, clear regulations, competent human resources, and adequate facilities and infrastructure, have functioned relatively well in maintaining work stability and preventing dissatisfaction. However, motivational factors, including work achievement, formal recognition, the work itself, and career development and advancement, have not been fully optimized to strengthen employees’ intrinsic motivation. The inhibiting factors identified include weak supervision, limited coordination, and low responsibility among some employees. This study confirms that improving public service quality in Tenggarong District requires managerial strategies oriented toward strengthening intrinsic motivation, implementing performance-based recognition systems, and developing employee competencies.