Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI SAMBUNG SEGAR DALAM PEMBUATAN PESTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA PADA TANAMAN SAYURAN Muzayyanah Rahmiyah; Ratna Suminar; Gian Sapta Adrialin; Popy Wahyu Agustin; Farida Syamsa Nahara; Ade Nendi Mulyana; Muhammad Habibullah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v9i1.10067

Abstract

Penggunaan pestisida kimia masih menjadi primadona dalam praktik budidaya tanaman sayuran. Penggunaan pestisida kimiawi dalam praktik budidaya pertanian organik hanya boleh dilakukan jika semua teknik pengendalian lain gagal dilakukan dan keberadaan populasi OPT melewati ambang batas ekonomi. KWT Sambung Segar merupakan kelompok wanita tani yang aktif menanam sayuran dan memang digalakkan sebagai kegiatan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan dimulai dari menanam sampai panen dan pemasaran hasil panen. Minimnya pengetahuan anggota KWT mengenai pengendalian OPT berbasis pestisida nabati menjadikan kegiatan pengendalian pada praktik budidaya tanaman sayuran masih menggunakan pestisida kimiawi. Solusi yang ditawarkan kepada mitra pengabdian adalah transfer pengetahuan mengenai pengendalian hama berbasis pestisida nabati. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dari kegiatan adalah pendekatan pembelajaran orang dewasa yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat serta metode koordinasi seperti mengadakan pertemuan dengan mitra untuk menggali masalah prioritas dalam rangka mencari solusinya, melakukan penyuluhan tentang pembuatan pestisida nabati, demonstrasi pembuatan pestisida nabati dengan bahan daun pepaya. Selain itu akan dilakukan evaluasi mengenai ketercapaian tujuan kegiatan.  Hasil dari pengabdian ini adalah sosialisasi dan pendampingan pembuatan pestisida nabati terbukti efektif meningkatkan keberdayaan KWT Sambung Segar, ditunjukkan oleh lebih dari 90% anggota memahami bahan, proses pembuatan, dan aplikasinya, sehingga mampu menerapkan pengendalian hama yang ramah lingkungan, menghasilkan pangan yang aman, serta memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi kelompok dan masyarakat. Kata Kunci: aman, hama, pepaya, pestisida, sayuran.
Modifikasi Wadah dan Media Tanam Ubi Kayu Untuk Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang di Kledung, Temanggung Jawa Tengah Sugiyarto Sugiyarto; Tri Suwarni Wahyudiningsih; Ratna Suminar; Gian Sapta Adrialin; Dhea Sashinta Ashari; Ade Nendi Mulyana
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jpm.v14i1.29256

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan solusi kepada masyarakat terkait dengan pemanfaatan lahan bekas tambang agar tetap bisa produktif. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, Temanggung Jawa Tengah. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat mengenai teknik penanaman ubi kayu dengan modifikasi wadah dan media tanam sebagai upaya pengurangan lahan pasca tambang pasir yang tidak produktif untuk ditanami. Melalui pengabdian ini, tim pelaksana pengabdian memperkenalkan inovasi sederhana berupa modifikasi wadah dan media tanam untuk penanaman ubi kayu. Metode yang dilaksanakan pada pengabdian ini antara lain melakukan sosialisasi, pelatihan, dan pemaksaan langsung kepada terkait penggunaan masyarakat wadah, media tanam, dan teknik penanaman ubi kayu terutama untuk produksi daun sebagai sayuran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian ini. Selain itu adanya pencapaian pemahaman pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan wadah dan media tanam sebagai alternatif untuk tetap bisa membudidayakan tanaman di lahan marjinal. 
Edukasi Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Terpadu untuk Meningkatkan Kesehatan Tanaman Mawar (Rosa sp.) Ade Nendi Mulyana; Marifa Ibrahim; Dhea Sashinta Ashari; Sayyidah Afridatul Ishthifaiyyah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.17786

Abstract

Tanaman mawar (Rosa sp.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun produktivitas dan kualitasnya sering menurun akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), khususnya penyakit bercak daun dan gugur bunga. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar, Dusun Grogol, Desa Munengwarangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petani dalam menerapkan pengelolaan OPT terpadu pada tanaman bunga mawar sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi survei lokasi dan koordinasi dengan perangkat desa serta Kelompok Wanita Tani (KWT), identifikasi permasalahan di lapangan, dan pelaksanaan penyuluhan yang disertai pre-test dan post-test. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa kebun mawar kurang terawat, tanaman berumur lebih dari 10 tahun, penggunaan pupuk kandang yang kurang matang, serta ditemukannya gejala gugur daun, gugur bunga, bercak daun, dan busuk batang. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan secara interaktif mampu meningkatkan pengetahuan peserta terkait teknik budidaya tanaman mawar dan pengelolaan OPT secara terpadu. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong petani untuk menerapkan praktik budidaya yang lebih baik dan ramah lingkungan guna meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya bunga mawar.