Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

META ANALISIS PERAN TEMAN SEBAYA DALAM MENINGKATKAN SOCIAL SKILL PADA PESERTA DIDIK Yudha Rello Pambudi; Syahrani Novia Siregar; Fitriani; Serita Ningsih; Kasmawati
PRIMARY EDUCATION JOURNAL (PEJ) Vol. 7 No. 2 (2023): 2023.2
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sahabat sebaya atau teman sebaya memegang peran yang sangat penting dalam peningkatan keterampilan sosial. Teman sebaya juga berperan dalam membantu meningkatkan hasil belajar siswa menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini menganalisis keberhasilan peran teman sebaya dalam meningkatkan social skill pada peserta didik. Penelitian ini membandingkan 8 jurnal dan 2 skripsi yang sudah memenuhi syarat. Penelitian ini memakai metode meta analisis dengan menelaah beberapa artikel pada jurnal nasional. Meta analisis pada penelitian ini digunakan untuk menganalisis efektivitas peran teman sebaya terhadap peningkatan social skill pada peserta didik. Meta analisis memiliki beberapa tahapan yaitu mengarahkan pada topik/tema, membuat desain secara holistic atau keseluruhan, mencari sampel penelitian, mengumpulkan data, serta menganalisis data. Sesuai hasil penelitian sampel 8 jurnal dan 2 skripsi menunjukkan besarnya imbas penerapan peran teman sebaya kearah yang positif. Hal ini dibuktikan dengan hasil rata-rata yang diperoleh dari data yang telah dianalisis yakni 19,9. Kemudian dari data-data sebelumnya dan rata-rata sesudah dengan peran teman sebaya mempunyai perubahan yang cukup signifikan sebanyak 30,935%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penerapan peran teman sebaya mampu meningkatkan social skill peserta didik. Hal ini dikarenakan penerapan peran teman sebaya cukup efektif digunakan untuk meningkatkan social skill peserta didik. Kesimpulan penelitian ini dapat ditinjau bahwa dengan penerapan peran teman sebaya dapat menyampaikan dampak positif terhadap meningkatnya social skill pada siswa.
PERAN GURU PENDIDIKAN JASMANI : MEMBANGUN KARAKTER DISIPLIN Pambudi, Yudha Rello; Fadli, Muhammad
Journal in Teaching and Education Area Vol. 1 No. 2 (2024): JITERA - Journal in Teaching and Education Area
Publisher : Yayasan Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69673/g7rsgf98

Abstract

Peneliti ingin mengetahui sejauh mana peran guru dan faktor-faktor berkaitan dengan membangun karakter displin pada siswa. Adapun tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana peran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dalam membangun karakter disiplin, Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi oleh guru pendidikan jasmani dan guru kesehatan dalam pembentukan kepribadian disiplin, dan bagaimana mengatasi permasalahan yang timbul sehubungan dengan peran guru pendidikan jasmani dan guru kesehatan dalam pembentukan kepribadian disiplin. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, dan dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2023. Subjek pada pelitian ini yaitu guru bidang kurikulum, guru kelas dan siswa kelas IV MI QUHAS. Hasil penelitian pada penelitian ini yang pertama, dengan memberikan teladan berupa disiplin waktu masuk dan pergantian jam pelajaran, disiplin atas peraturan, serta disiplin sikap dengan berperilaku baik, santun, bertutur kata baik, tidak membedakan lawan bicara serta menunjukkan sikap menghormati orang lain. Kedua, menciptakan lingkungan berdisiplini. Ketiga, membiasakan Latihan berdisiplin. Kendala yang dihadapi guru yaitu dalam membangun karakter disiplin antara lain keterbatasan waktu yang dimiliki guru di sekolah untuk membangun karakter disiplin dan kesulitan menumbuhkan motivasi diri peserta didik untuk secara sadar dan terus menerus menerapkan kedisiplinan.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Narasi Menggunakan Metode Contextual Teaching and Learning Pembelajaran Bahasa Indonesia di Mi Rahmatullah Kota Jambi Aura Ariza Salwa; Yudha Rello Pambudi
Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/yudistira.v3i3.1965

Abstract

This study aims to improve the narrative writing skills of third grade students of MI Rahmatullah Jambi City through the application of the Contextual Teaching and Learning (CTL) method. This research is a Classroom Action Research (PTK) conducted in two cycles, each consisting of two meetings. Each cycle includes the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected through observation of educators' and learners' activities, as well as assessment of students' narrative writing results. The results showed a significant increase in learning activities and students' narrative writing skills. The average score of teacher activity increased from 42.9 in Cycle I Meeting I to 96.5 in Cycle II Meeting II. Learners' activities also increased from a score of 54.5 to 80.4 at the end of the cycle. In addition, the average score of students' narrative writing skills increased from 44.9 at the pre-cycle stage to 89.5 at the end of Cycle II. These findings prove that the CTL method is effective in creating active, meaningful learning and improving narrative writing skills. Thus, CTL method is recommended as an innovative learning strategy in Indonesian language learning.
Gamifikasi: Peranan dalam Proses Pembelajaran Pambudi, Yudha Rello; Riski, Dwiko Febrama; Jannah, Nurul; Mawaddah, Nada
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 12: November 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v1i12.3152

Abstract

The rapid and rapid development of technology and information has greatly influenced all fields, including the field of education, especially learning. According to a survey by the Indonesian Teacher Association, it is stated that 60% of teachers in Indonesia have inadequate skills or can be said to be lagging behind in the use of technology, this will have an impact on the quality of education in Indonesia. Teachers must be able to create a classroom atmosphere that is fun, dynamic and interesting so that students can follow the learning process well. In an effort to create a dynamic and interesting learning environment, the concept of gamification has emerged as a promising alternative. The method used in this research is literature review, literature review is a search and research of the literature by reading various books, journals and publications related to an issue or research topic. Gamification has a very important role in education and is very suitable to be applied to children (especially elementary school students) in the learning process because games are something that children like, not just adding game elements for the enjoyment of students, but will also influence the whole learning process. Starting from providing fun, motivating and active students.
JOURNAL WRITING ASSISTANCE AS A MANIFESTATION OF AUTHENTIC TEACHERS IN THE INDEPENDENT LEARNING CURRICULUM AT THE SD/MI LEVEL Siregar, Nasyariah; Saputri, Vioni; Pambudi, Yudha Rello; Lestari, Febria; Nisa, Ikhfah Chairun
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i1.2202

Abstract

This article discusses the mentoring process of reflective journal writing. The purpose of the article is to describe the application of reflective journal writing in learning. The method used is the Participatory Action Research (PAR) method. The description of the results and discussion shows that the mentoring has been running and the teacher has applied three components in reflective journal writing, 1) the description component, the teacher documents the experience, expresses feelings and thoughts, and describes the cases encountered, 2) the evaluation component, the teacher reassesses the learning process carried out, 3) the reflection component, the teacher finds a pattern of maximizing time, material adjustment, media, And the method also needs further improvement. This has an effect, because realizing authentic teachers, of course, must further examine the learning carried out has reached standardization according to the teaching modules applied.
ANALYSIS OF DAILY CALORIE REQUIREMENTS Yustinus Tarigan; Jein Jeilen Tampi; Melfa Br Nababan; Hasnur Hasnur; Gylbert Gren Wino; Yusril Saromeng; Andi Nurmutmainnah; Yudha Rello Pambudi
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 7 No 2 (2025): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v7i2.1556

Abstract

The balance between energy expended and energy consumed plays a crucial role in shaping motor skills, which in turn influences an individual’s ability to perform various physical activities optimally. Understanding daily calorie requirements is therefore essential for supporting physical performance, maintaining health, and preventing nutritional imbalances. This study aims to analyze daily caloric needs through four primary components: Body Mass Index (BMI), Basal Metabolic Rate (BMR), Specific Dynamic Action (SDA), and classifications of energy expenditure based on activity levels. These components provide a comprehensive overview of the metabolic processes that determine individual nutritional demands. A cross-sectional research design was employed to gather data on 38 students enrolled in the Sports Nutrition course within the Physical Education, Health, and Recreation Study Program at Manado State University. BMI was used to categorize participants’ body composition, while BMR calculations helped estimate baseline energy requirements at rest. SDA was incorporated to account for the thermic effect of food during digestion, absorption, and nutrient metabolism. Additionally, daily activities were classified into specific energy categories to evaluate variations in energy expenditure throughout the day. The results of this analysis are expected to contribute valuable insights into students’ nutritional needs, helping tailor dietary recommendations to support their academic and physical training demands. Overall, this study emphasizes the importance of accurate caloric assessment in promoting optimal motor performance and sustaining overall well-being among university students engaged in sports-related disciplines.
Kesenjangan Inklusi Di Lapangan: Hambatan Nyata Partisipasi Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Pendidikan Jasmani Di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi Aulia Azizah; Yudha Rello Pambudi; Rani Wulandari
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pendidikan inklusi telah lama dirumuskan di berbagai negara, implementasinya dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah penyelenggara pendidikan inklusi masih menghadapi kesenjangan yang signifikan antara regulasi dan praktik nyata di lapangan. Studi ini merupakan Systematic Literature Review (SLR) yang bertujuan mengidentifikasi, mensintesis, dan menganalisis hambatan-hambatan nyata yang dialami oleh Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam berpartisipasi pada pembelajaran PJOK. Kajian ini menganalisis 25 artikel dari berbagai negara (Brasil, China, Lithuania, Amerika Serikat, Ecuador, Australia, Selandia Baru, Austria, Jerman, Indonesia, Inggris, Kanada, India, Ukraina, Portugal, dan Chile) yang diterbitkan antara tahun 2005-2026. Hasil analisis menunjukkan bahwa hambatan partisipasi ABK dalam PJOK bersifat multidimensional, mencakup: (1) hambatan infrastruktur dan aksesibilitas fisik; (2) keterbatasan kompetensi dan kesiapan guru; (3) hambatan kebijakan yang tidak implementatif; (4) diskriminasi budaya, stigma sosial, dan ableisme kurikuler; serta (5) minimnya dukungan pendamping, peralatan adaptif, dan ekosistem sistemik. Temuan lintas negara menunjukkan konsistensi pola hambatan meskipun konteks kebijakan berbeda. Implikasi diarahkan pada reformasi kurikulum berbasis UDL, peningkatan kapasitas guru yang kontekstual, dan penguatan ekosistem dukungan inklusi.
Sports Massage for Athletes : SMA Keberbakatan Olahraga at North Sulawesi Yudha Rello Pambudi; Muh. Khafid Ansori; Hasnur Aginta Hasnur; Agung Rahmat; Jihan Apande; A. Nurmutmainnah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas Vol 3, No 1: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jpmk.v3i1.400

Abstract

This community service activity aims to improve the basic knowledge of students and athletes at the State High School for Sports Talent (SMANKOR) of North Sulawesi Province about sports massage and sports injury management. The method used was a pre-experimental with a one-group pre-test and post-test design. A total of 55 active students were selected using a total sampling technique as activity participants. The intervention was carried out on May 12, 2026, through a combination of presentations, demonstrations, and direct practice. The results of the Wilcoxon Signed Rank Test showed a Z value = −5.504 with Asymp. Sig. = 0.000 (p less than 0.05), which proved there was a significant increase in knowledge after the intervention. The average value increased from 6.96 (pre-test) to 8.49 (post-test), accompanied by a decrease in the standard deviation from 1.732 to 0.979, which indicated an even distribution of understanding among participants. It was concluded that structured sports massage education effectively improves students'/athletes' cognitive knowledge and needs to be integrated into the sports-based school physical education curriculum.