Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu rumah tangga dalam pengelolaan MPASI berbasis bahan pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Sigapiton Cut Saura Salmira; Muh Arfah; Yuan Pariasi; Mahani Datita Sitepu; Wiwiek Indriyani Sary S.; Elly Rosmawati; Sukmawati Sukmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39484

Abstract

Abstrak Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang cukup tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Toba. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui peningkatan pengetahuan ibu rumah tangga terkait pengelolaan Makanan Pendamping ASI (MPASI) berbasis bahan pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga melalui edukasi dan demo memasak MPASI di Desa Sigapiton. Sasaran kegiatan adalah ibu rumah tangga yang memiliki balita dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi memasak, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta setelah intervensi. Nilai rata-rata post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji paired sample t-test. Hasil uji menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Dengan demikian, edukasi melalui metode demonstrasi memasak MPASI berbasis bahan pangan lokal dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan dampak yang lebih luas. Kata kunci: edukasi; MPASI; bahan pangan lokal; demonstrasi memasak; stunting. Abstract Stunting remains a significant public health problem in Indonesia, including in Toba Regency. One of the efforts to prevent stunting is by improving mothers’ knowledge regarding the preparation of complementary feeding (MPASI) based on local food ingredients. This activity aimed to increase the knowledge of housewives through education and cooking demonstrations on MPASI in Sigapiton Village. The participants were 15 housewives with children under five years old. The methods used included health education, cooking demonstrations, and evaluation using pre-test and post-test. The results showed an increase in participants’ knowledge scores after the intervention. The average post-test score was higher than the pre-test score. The normality test indicated that the data were normally distributed, so the analysis was continued using a paired sample t-test. The test results showed a significant difference between pre-test and post-test scores (p < 0.05). This indicates that the educational activity was effective in improving participants’ knowledge. In conclusion, education through cooking demonstrations of MPASI based on local food ingredients can be an effective strategy to improve mothers’ knowledge as an effort to prevent stunting. Similar activities are expected to be conducted continuously to achieve a broader impact. Keywords: education; complementary feeding; local food; cooking demonstration; stunting.
Analysis of Healthcare Quality Management Systems in Hospitals: A Literature Review Based on Accreditation Standards and Patient Satisfaction Muh Arfah; Suci Safwa Salsabila; Aulia Apriliani; Nur Akifa Sartika Putri; Andi Sri Adinda
Jurnal Pengelolaan Kesehatan Berkelanjutan berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Pengelolaan Kesehatan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/2eh9ps41

Abstract

Hospital healthcare plays a vital role in ensuring the sustainability and effectiveness of national health systems. The implementation of a Quality Management System (QMS) has become a strategic approach to improving service consistency, patient safety, and organizational performance. Hospital accreditation serves as an external evaluation mechanism that promotes compliance with established standards and continuous quality improvement. This study employed a qualitative descriptive literature review approach to examine the relationship between accreditation standards, QMS implementation, service quality, and patient satisfaction. A total of 48 articles were initially identified from relevant databases. After duplicate removal and title–abstract screening, 27 articles remained. Following full-text assessment based on inclusion and exclusion criteria, 5 articles were finally selected for analysis.The findings indicate that accreditation strengthens structured procedures, documentation systems, patient safety culture, and internal monitoring processes. Accredited hospitals tend to demonstrate better procedural compliance and service delivery. Furthermore, service quality dimensions—reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles—are strongly associated with patient satisfaction. The novelty of this study lies in integrating accreditation standards, QMS implementation, service quality, and patient satisfaction into one analytical framework.In conclusion, integrating accreditation standards with continuous quality improvement and patient-centered strategies is essential to achieving sustainable service quality and higher patient satisfaction in hospitals.
Effectiveness of the National Health Insurance (JKN) Policy in Improving Access and Quality of Health Services: A Literature Study Muh Arfah; A Nur Azizah; Sukmawati Sukmawati; Muhammad Ikram
Jurnal Pengelolaan Kesehatan Berkelanjutan berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Pengelolaan Kesehatan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/p7m4s949

Abstract

Indonesia’s National Health Insurance (Jaminan Kesehatan Nasional/ JKN) has become a major policy instrument in expanding healthcare access and supporting the achievement of Universal Health Coverage (UHC). This study aims to analyze the effectiveness of JKN in improving healthcare access and service quality through a literature review approach. Articles published between 2020–2025 were identified from relevant academic sources. A total of 48 articles were initially identified. After duplicate removal and title–abstract screening, 27 articles remained. Following full-text assessment based on the inclusion and exclusion criteria, 5 articles were finally selected for analysis. The findings indicate that JKN has significantly increased healthcare utilization, reduced financial barriers, and accelerated Indonesia’s progress toward UHC. However, disparities in healthcare utilization, regional access, and service quality remain important challenges. Strategic purchasing reforms through Performance-Based Capitation (KBK) have contributed to improving provider performance, while digital transformation through Mobile JKN has enhanced administrative efficiency and user satisfaction. Nevertheless, the effectiveness of these reforms depends on infrastructure readiness, human resource capacity, and monitoring systems. The novelty of this study lies in presenting an integrated perspective linking healthcare access, quality of care, strategic purchasing, and digital transformation in evaluating JKN effectiveness. In conclusion, JKN has demonstrated measurable progress in expanding access, but strengthening financing sustainability, provider capacity, monitoring systems, and equitable digital innovation remains essential to ensure that broader access consistently leads to high-quality health outcomes.
Penguatan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Melalui Edukasi Kesehatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Dan Gizi Seimbang Titik Suhartini; Muh Arfah; Muamar Afdhal Mahendra; Frieska Piesesha; Bima Ardiyanto W; Lidia Aditama Putri
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/1qaqph64

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan sekolah merupakan kunci pencegahan penyakit menular serta peningkatan status kesehatan anak usia sekolah. Salah satu indikator utama PHBS di sekolah adalah kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan konsumsi makanan bergizi. Namun, berbagai studi menunjukkan praktik CTPS dan pemilihan jajanan sehat pada siswa sekolah dasar di Indonesia masih rendah sehingga anak rentan diare, infeksi saluran pernapasan, dan masalah gizi. Tujuan kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik PHBS, khususnya CTPS enam langkah dengan sabun dan air mengalir serta kebiasaan memilih makanan bergizi, pada siswa UPT SD Negeri 35 Gresik melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan pembiasaan sebelum makan. Sasaran utama adalah siswa kelas rendah dan menengah, dengan melibatkan guru serta orang tua sebagai pendukung keberlanjutan program. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan: (1) persiapan dan koordinasi dengan sekolah, (2) asesmen awal pengetahuan dan praktik siswa, (3) edukasi dan demonstrasi CTPS dan gizi seimbang, (4) praktik dan pembiasaan rutin sebelum waktu makan, serta (5) evaluasi perubahan pengetahuan dan perilaku. Luaran yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan CTPS yang benar, meningkatnya kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan setelah aktivitas berisiko, serta terbiasanya siswa memilih makanan bergizi, didukung oleh lingkungan sekolah yang kondusif. Hasil pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat khususnya kepada anak sekolah dasar kelas 4 (empat) diperoleh bahwa sebelum dilakukan penyuluhan tentang Penyuluhan Kesehatan PHBS Tentang Cuci Tangan Pakai Sabun Dan Makanan Bergizi belum teridentifikasi kemampuan anak dalam mengimplementasikan PHBS cuci tangan pakai sabun,  setelah dilakukan intervensi berupa penyuluhan kesehatan, anak mampu memahami dan mengimplementasikan PHBS cuci tangan pakai sabun. Hasil pelaksanaan kegiatan juga didapatkan bahwa belum teridentifikasi pemahaman anakt, setelah dilakukan penyuluhan, kepada dapat teridentifikasi terbukti dengan beberapa anak dapat mempraktikkan secara langsung cara cusi tangan pakai sabun dengan baik. Hasil secara keseluruhan diperoleh bahwa dengan dilakukannya kegiatan PKM khususnya kepada anak sekolah dasar kelas 4 (empat) sangatlah berguna. Penjelasan yang telah diberikan dapat memberikan kepuasan kepada sasarna/anak. Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini juga tidak terlepas dari peran dan konstribusi dari para tim PKM, kepala sekolah dan guru kelas yang juga sangat maksimal membantu terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat ini, yang di sekolah.