Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN DAN FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) SEBAGAI WADAH ASPIRASI DALAM MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN DESA YANG BAIK (Good Governance) Reres Anita; Yahnu Wiguno Sanyoto; Rakhmat Saleh; Herni Ramayanti; Reri Arista; Adesti Dwi Hasanah; Anadia Maudi; Wahyu Pratiwi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7590

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan aparatur Desa Fajar Jaya, Kecamatan Lengkit, Kabupaten Ogan Komering Ulu tentang peran dan fungsi BPD sebagai wadah aspirasi masyarakat dalam mewujudkan pemerintahan desa yang baik (good governance).Metode yang digunakan adalah penyuluhan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap fungsi legislasi, pengawasan, dan aspirasi BPD. Peserta juga memahami pentingnya sinergi antara BPD dan pemerintah desa dalam mewujudkan prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Kegiatan ini diharapkan berkontribusi pada penguatan tata kelola pemerintahan desa yang demokratis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
TRADISI TUNGGU TUBANG DALAM SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT SEMENDE DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN Herni Ramayanti; Amanda Jessy Carissa; Adesti Dwi Hasanah; Arini Asnita; Fadilatul Amanah; Redo Putra
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2224

Abstract

Tunggu Tubang merupakan salah satu tradisi adat yang menjadi ciri khas masyarakat Semende di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Sumatera Selatan. Sistem ini menempatkan anak perempuan tertua sebagai pemegang hak pengelolaan harta pusaka keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Tunggu Tubang dalam sistem kekerabatan masyarakat Semende serta pengaruhnya terhadap kehidupan sosial masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah mengenai adat Semende. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tunggu Tubang bukan sekadar pewaris harta, melainkan simbol pemersatu keluarga yang memiliki tanggung jawab menjaga rumah, tanah, dan keharmonisan kerabat. Sistem ini memperlihatkan adanya unsur matrilineal dalam masyarakat Semende yang tetap berjalan berdampingan dengan nilai-nilai musyawarah dan kekeluargaan.
Penguatan Identitas Wilayah untuk Peningkatan Akses Informasi dan Pelayanan Masyarakat Desa Kemala Jaya Nahla Isnaini; Sinta Plora Monicha; Reri Arista; Adesti Dwi Hasanah; Erwanto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Agustus-Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kemala Jaya, Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, memiliki wilayah administratif yang cukup luas dan terdiri atas beberapa dusun. Hasil observasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Baturaja menunjukkan bahwa sebagian besar dusun belum memiliki identitas wilayah yang jelas berupa papan nama dusun. Kondisi tersebut menyebabkan akses informasi kewilayahan terbatas dan pelayanan administrasi serta masyarakat belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat identitas wilayah setiap dusun melalui pembuatan dan pemasangan papan nama sebagai media informasi kewilayahan. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat dalam tahapan observasi, perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemasangan papan nama dusun mempermudah identifikasi lokasi dan wilayah administratif, mendukung pelayanan masyarakat, meningkatkan akses informasi, serta mendorong keteraturan pengelolaan wilayah. Dengan demikian, papan nama dusun dapat menjadi strategi praktis untuk mendukung tata kelola pemerintahan desa yang informatif, tertib, dan responsif.