Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Upaya Penerapan Nilai Karakter Dalam Dunia Pendidikan Menyongsong Era 5.0 M. Rusdi; Herni Ramayanti; Wia Septia; Abdul Aziz Ridha; Heru Widoyo; Eka Selvi Handayani
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.3305

Abstract

The era of globalization demands more and more character building so that graduates from various levels can compete with their peers in other parts of the world. Character is something that is unique only to an individual or group, nation, and is the key to individual success. In accordance with the mission of national education, the purpose of character education is to develop skills and build a valuable national character and civilization in the framework of the formation of the nation's life. In today's world of education, it is very important to apply character values to students to be able to welcome the new Era 5.0. Through this study, it is expected to find the application of character values in the world of education to welcome Era 5.0. This research is a qualitative research with a literature study method. The object of study focuses on analyzing books, scientific articles, and other literacy sources related to efforts to apply character values in education to welcome Era 5.0. Data analysis is carried out by examining the process of strengthening character derived from digital literacy. From the study, efforts to apply character values in education can be carried out in schools and universities so that students have good character values in welcoming the 5.0 era
Pemetaan Topik Penelitian Hak Asasi Manusia dalam Kajian Gender: Analisis Bibliometrik tentang Kesetaraan dan Diskriminasi (Human Rights in Gender Studies) Achmad zahruddin; Mursyidin Ar-Rahmany; Lola Malihah; Umi Rahmawati; Herni Ramayanti
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 2 No 08 (2023): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v2i08.596

Abstract

Metode penelitian ini menyajikan analisis bibliometrik yang komprehensif tentang lanskap penelitian hak asasi manusia dalam studi gender, yang secara khusus berfokus pada topik kesetaraan dan diskriminasi. Dengan menggunakan teknik pengumpulan, analisis, dan visualisasi data, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tema-tema penelitian utama, tren, penulis dan publikasi yang berpengaruh, serta kesenjangan pengetahuan di dalam bidang tersebut. Analisis ini menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk visualisasi jaringan, yang memungkinkan pemetaan kelompok tematik dan interkoneksi. Temuan-temuan ini menawarkan wawasan yang berharga untuk menginformasikan keputusan kebijakan, memandu arah penelitian di masa depan, dan mendorong kolaborasi interdisipliner dalam mengejar kesetaraan gender dan pemajuan hak asasi manusia.
Peran Hukum dalam Mengatasi Serangan Cyber yang Mengancam Keamanan Nasional Herni Ramayanti; Arief Fahmi Lubis
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 2 No 09 (2023): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v2i09.672

Abstract

Dalam lanskap digital Indonesia yang berkembang pesat, persinggungan antara hukum dan keamanan siber menjadi arena penting dalam menjaga keamanan nasional. Penelitian ini mempelajari peran kerangka hukum yang ada dalam melawan ancaman siber, menguji efektivitasnya melalui analisis kuantitatif dan wawasan kualitatif. Para peserta yang beragam secara demografis, termasuk lembaga pemerintah, perusahaan swasta, dan pakar individu, memberikan pemahaman yang bernuansa tentang persepsi, pengalaman, dan tantangan yang terkait dengan lanskap hukum saat ini. Hasil kuantitatif menunjukkan korelasi positif antara efektivitas penegakan hukum yang dirasakan dan tingkat keparahan ancaman siber. Analisis regresi menggarisbawahi dampak signifikan dari penegakan hukum terhadap pengurangan ancaman siber, dengan model komprehensif yang menekankan kontribusi kerja sama internasional dan pembaruan legislatif. Diskusi mengintegrasikan temuan-temuan ini, menawarkan implikasi untuk kebijakan dan praktik, dan kesimpulan selanjutnya menarik wawasan menyeluruh untuk memajukan ketahanan keamanan siber Indonesia.
The Role of Government in Social Welfare: A Bibliometric Analysis of Policy Development, Evaluation, and Social Impacts Achmad Zahruddin; Adit Mohammad Aziz; Herni Ramayanti; Andika Isma; Ratna Dewi
West Science Social and Humanities Studies Vol. 1 No. 03 (2023): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v1i03.253

Abstract

The ecological stability of our world and human well-being are dependent on biodiversity, but in the age of climate change, biodiversity faces hitherto unheard-of difficulties. This study investigates the intricate interactions between the preservation of biodiversity and the effects of climate change in Indonesia's rural Sukabumi District. Using a mixed-methods approach that includes field observations, interviews, surveys, and secondary data analysis, the study looks into the drivers of biodiversity loss as well as the state of biodiversity now and the effects of climate change on regional ecosystems. The findings show the incredible biodiversity of Sukabumi District, including its healthy coral reefs and terrestrial rainforests, as well as the noticeable effects of climate change, such as altered species behavior and coastal erosion. Unsustainable land-use practices and climate-related variables are identified as major contributors to the decline of biodiversity. Community-led conservation efforts provide success stories, but to protect biodiversity and improve climate resilience, strong policy proposals are required. The suggested recommendations place a strong emphasis on multi-stakeholder collaboration, conservation education, climate resilience, sustainable land-use practices, and community engagement. Sukabumi District is highlighted in the report as a microcosm of the problems facing biodiversity conservation worldwide, and it calls for swift and coordinated action to save nature's final line of defense against climate disaster.
Analisis Implementasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Pencegahan Pencemaran Lingkungan (Studi Kasus PT. Semen Baturaja Kabupaten  Ogan Komering Ulu) Violita Habibana Benjo; Yahnu Wiguno Sanyoto; Herni Ramayanti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2xdm8259

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Law Number 32 of 2009 on Environmental Protection and Management in pollution prevention at PT Semen Baturaja (Persero) Tbk in Ogan Komering Ulu Regency. The research employs a qualitative method with a case study and institutional approach. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation from nine key informants selected by purposive sampling. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman. Results show that PT Semen Baturaja has administratively complied with environmental regulations by possessing an Environmental Impact Assessment (AMDAL), employing bag filter technology, conducting periodic air quality monitoring, and receiving the Green PROPER award 2024–2025. However, a gap exists between administrative compliance and empirical conditions, as communities in three ring-1 sub-districts Sukajadi, Talang Jawa, and Air Gading still experience dust pollution, vibrations, and respiratory health complaints. The company's CSR programs are perceived as more socially-oriented than focused on environmental remediation. This study concludes that the success of environmental policy implementation must be measured not only by administrative compliance but also by its actual impact on community and environmental protection.
PERUBAHAN PANDANGAN GENERASI MUDA TERHADAP TRADISI PENYEMBELIHAN KAMBING HITAM DALAM PERKAWINAN ADAT DI DESA PUSAR KABUPATEN OGAN KOMERING ULU Herni Ramayanti; Muhammad Putrawansyah; Vera Komala; Natasya Adellia; Dinda Amelia; Eem Rahmawati
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.2095

Abstract

Tradisi penyembelihan kambing hitam merupakan salah satu adat perkawinan yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Tradisi ini dilakukan oleh laki-laki dari luar keturunan Desa Pusar yang akan menikahi perempuan asli keturunan Desa Pusar. Seiring perkembangan teknologi, pendidikan, dan modernisasi, muncul perubahan pandangan terutama di kalangan generasi muda terhadap keberlangsungan tradisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan generasi muda terhadap tradisi penyembelihan kambing hitam serta faktor-faktor yang memengaruhi perubahan pandangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian generasi muda masih mendukung pelaksanaan tradisi sebagai bentuk pelestarian budaya dan penghormatan terhadap leluhur. Namun, sebagian lainnya menganggap tradisi tersebut hanya sebagai simbol budaya yang tidak lagi memiliki pengaruh terhadap kehidupan masyarakat modern. Perkembangan teknologi, pendidikan, dan akses informasi menjadi faktor utama yang memengaruhi perubahan cara pandang generasi muda. Meskipun demikian, tradisi ini masih tetap dilaksanakan karena memiliki nilai budaya, identitas sosial, dan fungsi pemersatu masyarakat Desa Pusar.
PERAN DAN FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) SEBAGAI WADAH ASPIRASI DALAM MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN DESA YANG BAIK (Good Governance) Reres Anita; Yahnu Wiguno Sanyoto; Rakhmat Saleh; Herni Ramayanti; Reri Arista; Adesti Dwi Hasanah; Anadia Maudi; Wahyu Pratiwi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7590

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan aparatur Desa Fajar Jaya, Kecamatan Lengkit, Kabupaten Ogan Komering Ulu tentang peran dan fungsi BPD sebagai wadah aspirasi masyarakat dalam mewujudkan pemerintahan desa yang baik (good governance).Metode yang digunakan adalah penyuluhan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap fungsi legislasi, pengawasan, dan aspirasi BPD. Peserta juga memahami pentingnya sinergi antara BPD dan pemerintah desa dalam mewujudkan prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Kegiatan ini diharapkan berkontribusi pada penguatan tata kelola pemerintahan desa yang demokratis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
TRADISI TUNGGU TUBANG DALAM SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT SEMENDE DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN Herni Ramayanti; Amanda Jessy Carissa; Adesti Dwi Hasanah; Arini Asnita; Fadilatul Amanah; Redo Putra
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2224

Abstract

Tunggu Tubang merupakan salah satu tradisi adat yang menjadi ciri khas masyarakat Semende di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Sumatera Selatan. Sistem ini menempatkan anak perempuan tertua sebagai pemegang hak pengelolaan harta pusaka keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Tunggu Tubang dalam sistem kekerabatan masyarakat Semende serta pengaruhnya terhadap kehidupan sosial masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah mengenai adat Semende. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tunggu Tubang bukan sekadar pewaris harta, melainkan simbol pemersatu keluarga yang memiliki tanggung jawab menjaga rumah, tanah, dan keharmonisan kerabat. Sistem ini memperlihatkan adanya unsur matrilineal dalam masyarakat Semende yang tetap berjalan berdampingan dengan nilai-nilai musyawarah dan kekeluargaan.
Partisipasi Masyarakat dalam Musyawarah Desa (Musdes) sebagai Instrumen Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGS) Desa(Studi Kasus Desa Sinar Danau, Kecamatan Buana Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan) Ikke Anggesti; Eva Susanti; Herni Ramayanti
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/gdw2h971

Abstract

Community participation in Village Deliberation is a crucial element in realizing democratic, transparent, and inclusive village governance. Village Deliberation functions not only as a decision-making forum but also as a strategic instrument for achieving the Village Sustainable Development Goals (Village SDGs). This study aims to analyze the role of community participation in Village Deliberation as an instrument for achieving the Village SDGs through a case study in Sinar Danau Village, Buana Pemaca Subdistrict, Ogan Komering Ulu Selatan Regency. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews with village government officials, the Village Consultative Body (Badan Permusyawaratan Desa/BPD), community leaders, and local residents, as well as documentation. The data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that community participation plays a significant role in improving the quality of village development planning, budget transparency, and the implementation of sustainable development programs. Nevertheless, several challenges remain, including limited public participation, unequal representation of community groups, and the limited capacity of village officials in facilitating participatory development planning. Therefore, strengthening the capacity of both the community and village officials is essential to enhance the effectiveness of Village Deliberation as an instrument for achieving the Village SDGs.
TRANSFORMASI KEBUDAYAAN WAYANG KULIT SUKU JAWA: DARI TRADISI KLASIK KE ERA MODERN DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU Vrischa Oktaviyana; Herni Ramayanti; Marshanda Lievia; Avira Miranda; Anadia Maudy
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16252

Abstract

Wayang kulit is one of Indonesia's intangible cultural heritages that holds high historical, philosophical, religious, and educational values. However, the development of information technology, cultural globalization, and changes in people's entertainment consumption patterns have caused a transformation in the existence and function of wayang kulit, especially among the Javanese community living in Ogan Komering Ulu (OKU) Regency. This study aims to analyze the forms of cultural transformation of wayang kulit from classical tradition to the modern era and identify the factors influencing these changes. The research uses a descriptive qualitative approach with a literature study method supported by social observation of the development of wayang kulit arts in Ogan Komering Ulu Regency. The analysis is carried out through cultural transformation theory, which emphasizes changes in form, function, values, and adaptation to technological developments. The results of the study show that The transformation of wayang kulit occurs in five main aspects, namely changes in the form and appearance of performances, shifts in socio-cultural functions, adaptation to digital technology, changes in community behavior patterns, and a process of gradual and continuous change. Digitalization has become a dominant factor that allows wayang kulit to survive amid modern popular culture competition. However, this transformation also has the potential to reduce public understanding of the philosophical values contained in wayang if not balanced with systematic preservation efforts. This study concludes that cultural transformation is not a threat to the existence of wayang kulit, but rather a form of adaptation to keep the culture relevant to the needs of modern society.