Alfian Nugraha Rauf
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uslub Majaz Mursal dalam Surah Maryam: Kajian Balaghah Alfian Nugraha Rauf; Mardan; Andi Miswar
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7961

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pentingnya penguasaan bahasa Arab dalam memahami kandungan Al-Qur’an secara lebih mendalam, terutama melalui ilmu balaghah yang berfungsi mengungkap keindahan bahasa dan ketepatan makna ayat-ayat Al-Qur’an. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji penggunaan majaz, khususnya majaz mursal, dalam Surah Maryam, serta menjelaskan bentuk dan fungsi yang terkandung di dalamnya. Karena pembahasan majaz sangat luas, penelitian ini dibatasi pada majaz mursal yang merupakan bagian penting dari ilmu bayan dan ditandai oleh hubungan makna yang tidak didasarkan pada keserupaan antara makna asli dan makna kiasan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Sumber data utama berasal dari Al-Qur’an, sedangkan data pendukung diperoleh dari kitab tafsir, buku balaghah, jurnal ilmiah, dan berbagai referensi terkait. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan telaah literatur, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai bentuk ‘alaqah majaz mursal dalam Surah Maryam, seperti sababiyyah, āliyyah, dan ḥāliyyah, yang memperkaya makna serta memperdalam pesan yang disampaikan Al-Qur’an.
Pendekatan Fiqih Wahbah Zuhaili dalam Penafsiran Ayat Rukhsah: Q.S Al-Baqarah: 184 Alfian Nugraha Rauf; Achmad Abubakar; Rahmi Damis
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.388

Abstract

Rukhsah dalam ibadah puasa merupakan bentuk kemudahan yang diberikan syariat Islam kepada mukallaf yang mengalami kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan, lanjut usia, serta kondisi lain yang menyebabkan kesulitan dalam menjalankan puasa. Perbedaan pandangan ulama mengenai batasan kondisi yang memperoleh rukhsah menunjukkan pentingnya kajian mendalam terhadap konsep keringanan dalam perspektif ulama kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep rukhsah dalam QS. Al-Baqarah ayat 184 menurut pemikiran Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir serta memahami pendekatan fiqh yang digunakan dalam menentukan kelompok yang memperoleh keringanan puasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap sumber primer berupa Tafsir Al-Munir dan berbagai literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wahbah az-Zuhaili memandang rukhsah sebagai bentuk kemudahan syariat yang tetap mempertahankan kewajiban melalui mekanisme qadha atau fidyah sesuai kondisi individu. Konsep rukhsah tidak hanya menekankan aspek hukum, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan manusia dan prinsip kemudahan dalam Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penafsiran Wahbah az-Zuhaili memberikan pemahaman kontekstual mengenai keseimbangan antara kewajiban ibadah dan kondisi manusia dalam menjalankan syariat.