Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Desain Fresh Water Generator Sederhana sebagai Alat Pengubah Air Payau menjadi Air Tawar dengan Menggunakan Energi Panas Matahari untuk Masyarakat Pesisir Pantai Jusva Agus Muslim; Muhammad Irwandi Lendra Pratama; Rinawati
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.230

Abstract

Keterbatasan akses air tawar akibat intrusi air laut dan abrasi menjadi permasalahan krusial bagi masyarakat pesisir yang belum terjangkau infrastruktur pengadaan air bersih. Salah satu solusi inovatif untuk mengatasi masalah ini adalah penerapan Fresh Water Generator (FWG) berbasis panas matahari. Penelitian ini mengusulkan pemanfaatan teknologi Concentrated Solar Power (CSP) dengan desain Cavity Receiver sebagai Heat Plate pada sistem FWG, yang dirancang untuk memaksimalkan area penyerapan radiasi surya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketebalan material dan kecepatan aliran fluida kerja terhadap kinerja termal Cavity Receiver. Evaluasi terhadap koefisien perpindahan panas menyeluruh dari berbagai variasi desain dilakukan menggunakan metode simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD). Hasil simulasi menunjukkan bahwa variasi ketebalan material dan kecepatan aliran secara signifikan memengaruhi tekanan dan suhu kerja fluida. Konfigurasi paling optimal dicapai pada desain Cavity Receiver dengan ketebalan material 1 mm dan kecepatan aliran fluida sebesar 0,05 m/s, yang mampu menghasilkan suhu fluida hingga 54°C. Kesimpulannya, optimasi pada parameter desain tersebut secara langsung meningkatkan performa Heat Plate dan berdampak pada peningkatan efisiensi termal sistem FWG secara keseluruhan.   The limited access to fresh water due to seawater intrusion and abrasion has become a crucial problem for coastal communities unreached by clean water supply infrastructure. An innovative solution to address this issue is the application of a solar-powered Fresh Water Generator (FWG). This study proposes the utilization of Concentrated Solar Power (CSP) technology with a Cavity Receiver design as the Heat Plate in the FWG system, which is designed to maximize the solar radiation absorption area. This research aims to analyze the effect of material thickness and working fluid flow velocity on the thermal performance of the Cavity Receiver. The evaluation of the overall heat transfer coefficient from various design variations was conducted using the Computational Fluid Dynamics (CFD) simulation method. The simulation results indicate that variations in material thickness and flow velocity significantly affect the pressure and working temperature of the fluid. The most optimal configuration was achieved in the Cavity Receiver design with a material thickness of 1 mm and a fluid flow velocity of 0.05 m/s, which is capable of producing a fluid temperature of up to 54°C. In conclusion, the optimization of these design parameters directly improves the Heat Plate's performance and contributes to the enhancement of the overall thermal efficiency of the FWG system.
Penyuluhan panduan penanganan kebakaran di kapal tradisional untuk masyarakat nelayan di Pelabuhan Cituis Jaja Miharja; Yohanna Nurika; Budi Purnomo; Jusva Agus Muslim; Muhammad Irwandi Lendra Pratama; Febria Surjaman; Hendra Purnomo; Pramudyasari Nur Bintari; Ian Mochamad Sofian; Heru Maryanto; Imam Muhammad Firdaus
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.248

Abstract

Keterampilan masyarakat nelayan di Pelabuhan Cituis, Desa Surya Bahari, Kabupaten Tangerang, dalam menangani potensi bahaya kebakaran pada kapal tradisional. Kapal nelayan tradisional di wilayah ini memiliki risiko kebakaran yang tinggi akibat penggunaan bahan bakar minyak (BBM), aktivitas memasak di atas kapal, serta kondisi mesin yang sering kali sudah tua dan tidak terawat. Masalah utama yang dihadapi adalah rendahnya kesadaran nelayan akan prosedur keselamatan dan minimnya ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di atas kapal. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan teoretis mengenai penyebab dan pencegahan kebakaran, sesi tanya jawab interaktif, serta praktik simulasi pemadaman api menggunakan APAR yang dipandu oleh para cadet mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan mengenai langkah-langkah darurat dan cara pengoperasian alat pemadam kebakaran. Melalui pelatihan ini, nelayan kini merasa lebih percaya diri dan proaktif dalam menjaga keselamatan diri serta aset kapal mereka selama beroperasi di laut.   This community service activity aims to improve the knowledge and skills of the fishing community at Cituis Port, Surya Bahari Village, Tangerang Regency, in handling potential fire hazards on traditional ships. Traditional fishing vessels in this region carry a high risk of fire due to the use of fuel oil (BBM), cooking activities on board, and the condition of engines that are often old and poorly maintained. The main problem faced is the low awareness of fishers regarding safety procedures and the minimal availability of fire extinguishers (APAR) on board. The methods used include theoretical counseling on the causes and prevention of fires, interactive Q&A sessions, and fire-fighting simulation practices using fire extinguishers guided by student cadets. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of emergency steps and how to operate fire-fighting equipment. Through this training, fishers now feel more confident and proactive in maintaining their personal safety and ship assets while operating at sea.