p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Dilma'aarij Agustia
Universitas Satya Terra Bhinneka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Pregnant and Postpartum Family Dalam Management ASI dan Harvesting Colostrum Dilma'aarij Agustia; Dita Anggriani Lubis; Devi Avrilianda
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hxpfzq47

Abstract

Menyusui menjadi salah satu tantangan ibu nifas yang membutuhkan banyak perhatian. Keberhasilan menyusui dipengaruhi oleh faktor fisiologis, psikologi, sosial dan emosional. Data menunjukkan bahwa angka cakupan ASI eksklusif masih rendah, sebagian besar ibu mengalami kendala teknis maupun psikologis dalam proses menyusui. Permasalahan yang sering ditemui meliputi pelekatan yang tidak tepat, nyeri pada puting, anggapan ASI tidak cukup, hingga kurangnya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Upaya untuk meningkatkan keberhasilan menyusui perlu dimulai sejak masa kehamilan. Edukasi pada trimester ketiga kehamilan terbukti efektif dalam mempersiapkan ibu menghadapi proses menyusui dan meminimalisir masalah yang sering timbul pada periode menyusui. Metode pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk pendidikan masyarakat, tim melakukan penyuluhan edukasi dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kesadaran ibu hamil, ibu nifas dan juga keluarga dalam mempersiapkan menyusui. Metode ini dikombinasikan dengan menggunakan leaflet yang digunakan untuk menyampaikan materi tentang management ASI. Hasil Pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa peserta memahami materi edukasi yang disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat, hasil pretest menunjukkan nilai rendah sebanyak 7% dan nilai tinggi sebanyak 3%. Berbeda dengan hasil posttest dimana semua peserta memiliki nilai tinggi sebanyak 100%. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya edukasi mengenai management ASI tidak hanya kepada ibu nifas, namun juga ibu hamil dan juga keluarga dengan menggunakan media edukasi leaflet. Pengetahuan dan skills yang bagus akan memberdayakan ibu dan keluarga untuk bisa menangani permasalahan menyusui.
Pemberdayaan Siswa Sekolah Dasar Melalui Edukasi PHBS Sebagai Strategi Pencegahan Penyakit Pascabanjir Di Desa Suka Damai Dilma'aarij Agustia; Debby Pratiwi; Dewi Faradillah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/w5xp4122

Abstract

Banjir yang terjadi di Desa Suka Damai menyebabkan genangan air di lingkungan sekolah dan pemukiman sekitar sehingga menimbulkan kondisi lingkungan yang lembab dan kurang higienis, keterbatasan ketersediaan air bersih, serta meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare, penyakit kulit, ISPA, dan demam. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penularan penyakit akibat kontaminasi air, sanitasi yang buruk, serta perubahan perilaku hidup masyarakat pascabencana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menerapkan PHBS sebagai upaya pencegahan penyakit pascabanjir. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui penyuluhan, sosialisasi, penggunaan media audio visual berupa video cuci tangan enam langkah, serta demonstrasi dan praktik langsung oleh siswa. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 104295 Desa Suka Damai dengan melibatkan 19 siswa kelas 3. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab dan praktik ulang cuci tangan oleh siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya PHBS, khususnya praktik cuci tangan yang baik dan benar. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Edukasi PHBS melalui metode interaktif dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan penyakit pascabanjir.