Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ejeba

The Concept of Social Welfare From The Perspective of Ibn Taimyah and Ibn Khaldun Mazza Basya, Maziyah; Hendratmi, Achsania Hendratmi; Ratnasari, Ririn Tri; Prasetyo, Ari
e-Journal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi Vol. 12 No. 1 (2025): e-JEBA Volume 12 Number 1 Year 2025
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ejeba.v12i1.53697

Abstract

This article explores the concept of social welfare, a universal aspiration for all humans. In Islam, welfare encompasses not only material well-being but also spiritual fulfillment. Achieving this welfare requires adherence to Allah's commands and avoidance of His prohibitions. Prominent Muslim thinkers, such as Ibn Taimiyah and Ibn Khaldun, have extensively discussed this topic. Ibn Taimiyah emphasized the role of government institutions in fostering prosperity, arguing that a government serves as a custodian of divine commandments. By promoting virtues like discipline, honesty, and justice, and discouraging wrongdoing, the government plays a key role in ensuring societal welfare. Similarly, Ibn Khaldun posited that prosperity arises when key factors—such as sharia, political authority, population, wealth, development, and justice—function harmoniously, a concept encapsulated in his "Circle of Equity" theory. This sense of unity enables collaboration, mutual accountability, and the fulfillment of shared obligations, fostering social harmony and driving the development of civilization and prosperity
THE CONCEPT OF SOCIAL WELFARE FROM THE PERSPECTIVE OF IBN TAIMIYAH AND IBN KHALDUN Basya, Maziyah Mazza; Hendratmi, Achsania; Ratnasari, Ririn Tri; Prasetyo, Ari
e-Journal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi Vol. 12 No. 1 (2025): e-JEBA Volume 12 Number 1 Year 2025
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ejeba.v12i1.53697

Abstract

Artikel ini membahas konsep kesejahteraan sosial, yang meupakan aspirasi universal bagi semua manusia. Dalam Islam, kesejahteraan tidak hanya mencakup kesejahteraan material tetapi juga pemenuhan spiritual. Untuk meraih kesejahteraan tersebut, manusia harus menaati perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Para pemikir muslim terkemuka, seperti Ibnu Taimiyah dan Ibnu Khaldun, telah banyak membahas topik ini. Ibnu Taimiyah menekankan peran lembaga pemerintah dalam mendorong kesejahteraan, dengan menyatakan bahwa pemerintah berfungsi sebagai penjaga perintah-perintah Tuhan. Dengan mempromosikan nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan, kejujuran, dan keadilan, serta mencegah pelanggaran, pemerintah berperan penting dalam memastikan kesejahteraan masyarakat. Demikian pula, Ibnu Khaldun berpendapat bahwa kesejahteraan muncul ketika faktor-faktor utama seperti syariah, otoritas politik, populasi, kekayaan, pembangunan, dan keadilan berfungsi secara harmonis, sebuah konsep yang dirangkum dalam teori "Lingkaran Keadilan" miliknya. Selain itu, Ibnu Khaldun menyoroti pentingnya teori ashabiyah, yang menggarisbawahi persaudaraan Islam. Rasa persatuan ini memungkinkan terjadinya kolaborasi, akuntabilitas bersama, dan pemenuhan kewajiban bersama, sehingga mendorong tumbuhnya keharmonisan sosial dan kemajuan peradaban serta kesejahteraan.