Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Iklan Komersial: Urgensi Nilai Syariah dalam Aplikasinya Abdul Hakim
Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam Vol 10 No 2 Des (2007): Al-Qanun Vol. 10, No.2, Desember 2007
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.97 KB) | DOI: 10.15642/alqanun.2007.10.2 Des.402-425

Abstract

Commercial advertising has been the main tool of many companies to sell their prducts. Unfortunately, the practice of contemporary advertising is contradictory to the initial objectives. Therefore, the use of islamic values in commercial advertising is recommended in securing responsible and healthy adversiting. Those favorable islamic values are the principles of honesty, simplicity, justice, cooperation, etiquette, legality, and benefit. This article is aimed to show the contribution of those islamic values in commercial advertising as well as to avoid negative impacts which often occur. By using the principle of islamic law, it will create the efficient and effective use of fund, promote the formation of helathy business competition and good comsumer’s behavior, reduction of anxiety among community caused by bad advertising, and the creation of dignified social harmony.
PELUANG DAN TANTANGAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH INDONESIA PADA ERA PASAR BEBAS ASEAN Abdul Hakim
Jurnal Keislaman Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v2i2.3387

Abstract

Pada era Pasar bebas Asean merupakan salah satu tuntutan globalisasi yang tidak terelakkan, sehingga kita harus siap menghadapinya dengan persiapan-persiapan ekstra keras. Kita harus proaktif mengantisipasi kemungkinan dampak pasar bebas yang mungkin berdampak negatif terutama bagi pengembangan usaha rakyat kecil, tetapi kita masih memiliki peluang dimana masih luasnya pasar syariah yang belum digarap, dapat dilihat dari fakta bahwa ada lebih dari 200 juta Muslim di Indonesia dan terus meningkatnya muslim dunia yang senantiasa membutuhkan system keuangan syariah, hal ini merupakan peluang pasar yang lebar bagi industri keuangan syariah. Dan Lembaga perekonomian Islami merupakan salah satu instrument yang tepat untuk digunakan mengatur dan mengembangkan perekonomian, dan dismaping sebagai bagian dari sistem ekonomi, lembaga tersebut juga merupakan bagian dari keseluruhan sistem social yang ada.
Sektor Unggulan dan Pergeseran Sektoral Kabupaten Gresik 2011-2017 dalam Perspektif Pembangunan Ekonomi Regional Abdul Hakim
OECONOMICUS Journal of Economics Vol. 2 No. 2 (2018): [juni] edisi 4
Publisher : Program Studi Ilmu Ekonomi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/oje.2018.2.2.152-174

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahuiapa saja sektor unggulan dan sektor apa saja yang berubah di Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan metode analsisi LQ Shif Share. Dari hasil analisis DLQ di Kabupaten Gresik selama tahun 2011 sampai 2017, menunjukkan bahwa terdapat dua klasifikasi sektor di Kabupaten Gresik, yaitu sektor unggulan dan sektor andalan. Sektor unggulan yaitu sektor yang berpotensi pada saat ini dan akan tetap berpotensi pada waktu kedepan. Sedangkan sektor andalan yaitu sektor yang belum berpotensi pada saat ini tetapi memiliki kemungkinan yang besar menjadi sektor unggulan pada waktu yang akan datang.
Sektor Unggulan dan Pergeseran Sektoral Kabupaten Gresik 2011-2017 dalam Perspektif Pembangunan Ekonomi Regional Abdul Hakim
OECONOMICUS Journal of Economics Vol. 3 No. 2 (2019): [Juni] edisi 6
Publisher : Program Studi Ilmu Ekonomi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/oje.2019.3.2.126-152

Abstract

Penelitian ini bertujuan Mengetahui sektor unggulan yang dimiliki oleh Dan Pergeseran Sektoral Kabupaten Gresik 2011-2017. Dari hasil analisis LQ, didapatkan bahwa ada tiga sektor unggulan di Kabupaten Gresik yang memberikan kontribusi besar bagi PDRB Gresik dan pertumbuhan sektor lain. Ketiga sektor unggulan tersebut adalah sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik dan gas. Hasil analisis shift share terhadap seluruh sektor yang ada di Kabupaten Gresik mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi dari pada pertumbuhan total seluruh sektor yang ada di Jawa Timur. Kabupaten Gresik memilki sepuluh sektor-sektor maju yaitu (1) Sektor konstruksi, (2) Sektor perdagangan besar dan eceran, (3) Sektor transportasi dan pergudangan, (4) Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, (5) Sektor informasi dan komunikasi, (6) Sektor jasa keuangan dan asuransi, (7) Sektor real estat, (8) Sektor jasa perusahaan, (9) Sektor jasa pendidikan, (10) Sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Dalam perspektif ekonomi regional atau wilayah, pengembangan sektor unggulan dan pergerseran sektoral di Kabupaten Gresik memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesempatan kerja, dan penurunan tingkat kemiskinan. Ketiga sektor unggulan yang ada di Kabupaten Gresik (pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, sektor pengadaan listrik dan gas) dapat dikembangkan den
Dampak Implementasi Program Smart Kampung di Kabupaten Banyuwangi Abdul Hakim; Betty Silfia Ayu Utami; Maziyah Mazza Basya
OECONOMICUS Journal of Economics Vol. 6 No. 2 (2022): (Juni) edisi 12
Publisher : Program Studi Ilmu Ekonomi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/oje.2022.6.2.128-139

Abstract

This study aims to analyze the impact of the implementation of the "Smart Kampung" program on economic aspects and public services in Banyuwangi. Smart kampung provides space for government work programs in all fields in an integrated and integrated manner between one government agency and other governments.The impact of the smart village program on the economic aspect in the 10 villages that became the smart village pilot project in Banyuwangi district is different. The village government is required to support the implementation of the smart village program so that the smart village program has a positive impact on the economy of its village residents, namely by producing innovative programs by encouraging productive economic activities, creative economic activities.
PINJAMAN ONLINE PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Fatimala Nur Fauzi; Diah Ayu Mulyaningsih; Warda Lutfiah; Siti Musfiqoh; Hakim Abdul
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 8 No. 2 (2018): eL-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2018.8.2.1638-1658

Abstract

Agama Islam sudah menjelaskan bahwa segala aktifitas ekonomi diperbolehkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan syarat mekanisme untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan tersebut tidak menyimpang dari ketentuan syari’ah yang ada dalam al-Qur’an dan Hadis yang menjadi sumber hukum pokok dalam agama, dan juga ijtihad para ulama. Kemajuan teknologi menjadikan aktifitas ekonomi ikut bergeser, di mana yang dulunya secara konvensional dengan mengharuskan bertemu secara fisik. Namun di era kemajuan teknologi ini, cara konvensional tersebut mulai ditinggalkan sebab kurang efisien dan seterusnya. Artikel ini ingin menjawab tentang bagaimana praktik pinjaman online perspektif ekonomi Islam?. Dengan metode studi pustaka, penulis akan menganalisis kasus yang terjadi di Solo terkait pinjaman online secara normatif dalam kaidah fikih ekonomi syariah, di mana hasil dari analisis kami dapat kami simpulkan bahwa pinjaman online yang ada di Solo cenderung mengandung madharat
PRIZE LOTS IN ISLAMIC PERSPECTIVE (Case Study of Lucky Draw at Bank BNI Syariah KCP Ampel Surabaya) Layyinah Layyinah; Umi Chabibah; Anisa Solikhawati; Abdul Hakim; Siti Musfiqoh
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 8 No. 2 (2018): eL-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2018.8.2.1659-1675

Abstract

Abstract This study aims to find out more about the law of prize lots according to the Islamic perspective. The prize lots with prizes is increasingly prevalent in the community, and is becoming a familiar thing. Prize lots is one form of allowing products in an institution, especially in the banking world. Prize lots in BNI Syariah banks is carried out to attract customers to transact using Syariah Banks. This study uses a qualitative method based on literacy theory and methods. This study is based on the laws that exist in the Qur'an, hadith, and fiqh rules that allow Prize lots with terms and conditions that do not come out of Islamic teachings. In this study, the practice of the iB Hasanah BNI Syariah Savings Prize lots is that the customer opens an iB Hasanah Savings account at Bank BNI Syariah KCP Ampel Surabaya and if the customer has a minimum balance or meets the requirements to participate in the lucky draw, the bank will automatically provide a lottery number for entered in a lottery to determine which customers are entitled to receive prizes. From this study, the authors can conclude that the practice of Prize lots with iB Hasanah Savings at Bank BNI Syariah KCP Ampel Surabaya is not a gambling practice (maysīr) which is forbidden by Islam because the practice does not fulfill the elements of gambling, namely the presence of a party who bets, the determination of the winner. and done face to face. Keywords: Prize lots, Lucky Draw, Islamic Bank, Prize           Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih tentang hukum undian berhadiah menurut perspektif Islam. Undian berhadiah semakin marak di masyarakat, dan menjadi hal yang tidak asing lagi. Undian berhadiah menjadi salah satu bentuk memperkenankan produk di suatu lembaga, utamanya dalam dunia perbankan. Undian berhadiah dalam bank BNI Syariah dilakukan agar menarik nasabah untuk bertransaksi menggunakan Bank Syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berlandaskan teori dan metode literasi. Penelitian ini didasarkan pada hukum yang ada di Al-Qur’an, hadits, dan kaidah-kaidah fikih yang membolehkan undian berhadiah dengan syarat dan ketentuan yang tidak keluar dari ajaran Islam. Dalam riset ini, praktik Undian Berhadiah Tabungan iB Hasanah BNI Syariah adalah nasabah membuka rekening Tabungan iB Hasanah di Bank BNI Syariah KCP Ampel Surabaya dan apabila nasabah telah memiliki saldo minimum atau memenuhi persyaratan untuk mengikuti undian berhadiah maka secara otomatis pihak bank akan memberikan nomor undian untuk diikutkan dalam undian untuk menentukan nasabah mana yang berhak mendapatkan hadiah. Dari penelitian ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa praktik undian berhadiah Tabungan iB Hasanah pada Bank BNI Syariah KCP Ampel Surabaya bukanlah merupakan praktik judi (maisir) yang diharamkan oleh Islam karena praktek tersebut tidak memenuhi unsur-unsur judi yaitu adanya pihak yang bertaruh, adanya penentuan pemenang dan dialkukan secara berhadap-hadapan langsung. Kata Kunci : Undian Berhadiah, Bank Syariah, Hadiah
Strengthening the Economy of the Tengger Community Based on Ecotheology Through Conservation and Educational Tourism Abdul Hakim; Mas Adah; Nurul Lathifah; Achmad Room Fitrianto; Faridatus Shobiyah; Luthfiyah Syafa Faizzah
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 7, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v7i1.13822

Abstract

Baladaun Conservation is a customary forest in Tosari Village, Pasuruan, managed collectively by the Tengger community as an expression of ecological stewardship and spiritual responsibility. Rooted in an eco-theological worldview, nature is regarded as a sacred trust linking humans, the environment, and the divine. Despite its strong ecological and cultural potential for educational tourism, the community faces challenges in institutional capacity, marketing, halal certification, and product distribution. This community service program applies the Asset-Based Community Development (ABCD) approach to strengthen local economic capacity through participatory asset mapping, stakeholder engagement, and capacity-building initiatives. The program outcomes demonstrate measurable improvements. A total of 17 community members are now actively involved in tourism services, while 12 local producers engage in value-added processing of coffee and honey. Approximately 35% of participating households reported additional income sources beyond traditional agriculture. Digital promotion increased outreach, generating over 1,200 online interactions, while several enterprises successfully obtained Business Identification Numbers (NIB) and initiated halal certification. In addition, conservation efforts included the planting of 500 tree seedlings and the establishment of waste management practices. These results indicate enhanced economic diversification, improved institutional capacity, strengthened market access, and reinforced environmental conservation based on Tengger cultural value
Local Asset Utilization Model for Productive Zakat in Empowering Mustahik LAZNAS Baitulmaal Muamalat East Java Ahmadun Najah; Abdul Hakim
Journal of Management and Business Innovations Volume: 08, Number: 01, 2026
Publisher : Management Department Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jombi.v8i01.30088

Abstract

This study analyzes the productive zakat utilization model implemented by LAZNAS Baitulmaal Muamalat East Java through the Oyster Mushroom House program as an effort to increase their economic independence. This study focuses on identifying the productive zakat model implemented in the program and analyzing the managerial aspects in supporting its sustainability. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews and document analysis involving LAZNAS Baitulmaal Muamalat East Java managers and beneficiaries. The results show that the program adopts an integrated productive zakat model consisting of beneficiary selection, entrepreneurship training, provision of production facilities, technical assistance for cultivation, managerial mentoring, and periodic evaluation. Technical assistance improves cultivation skills and production quality, while managerial mentoring strengthens business planning, financial management, and market access. These interventions contribute to increasing the economic capacity and business sustainability of beneficiaries, although income growth remains fluctuating due to production and market constraints. Keywords: LAZNAS, Local Asset Program, Mustahik, Productive Zakat
Integrasi Teknologi Financial (Fintech) Dalam Fundraising Zakat Di Indonesia Lian Fuad; Zainul Alim; Abdul Hakim
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v2i1.626

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi finansial (fintech) di Indonesia telah membuka peluang baru dalam optimalisasi pengelolaan dana zakat, khususnya pada aspek penghimpunan atau fundraising. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana integrasi fintech dapat memperkuat sistem zakat nasional, baik dari sisi aksesibilitas pembayaran, efisiensi manajemen, hingga transparansi penyaluran dana. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan studi kasus pada lembaga-lembaga amil zakat nasional seperti Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi fintech melalui aplikasi mobile, dompet digital, QRIS, serta teknologi blockchain dan sistem pelaporan real-time telah secara signifikan meningkatkan partisipasi muzakki, khususnya dari kalangan generasi muda dan masyarakat urban. Media sosial juga menjadi elemen pendukung yang efektif dalam membangun engagement dan kepercayaan publik terhadap lembaga zakat. Meski demikian, terdapat tantangan besar dalam aspek literasi digital masyarakat, ketimpangan infrastruktur teknologi di berbagai daerah, serta belum adanya regulasi yang secara utuh mengatur pengelolaan zakat berbasis digital dalam perspektif syariah. Kata kunci: fintech, zakat digital, fundraising zakat, transparansi, literasi digital