Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Peluang dan Tantangan Perdagangan Produk Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia di Wilayah Asia Dika Febrianto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa sawit merupakan komoditas strategis penopang devisa utama Indonesia, dengan kawasan Asia sebagai pasar ekspor paling krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang serta tantangan perdagangan internasional kelapa sawit Indonesia di wilayah Asia menggunakan metode deskriptif-kualitatif melalui studi kepustakaan (library research). Hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar di pasar Asia lewat pemanfaatan perjanjian RCEP, tingginya permintaan industri pangan di Asia Selatan, dan tren biofuel di Asia Timur. Namun demikian, Indonesia juga menghadapi tantangan serius seperti hambatan non-tarif, proteksionisme hijau, risiko ketergantungan pada pasar China dan India, serta persaingan efisiensi logistik dengan Malaysia. Studi ini menyimpulkan bahwa konsistensi kebijakan hilirisasi produk domestik dan penguatan diplomasi ekonomi bilateral menjadi strategi kunci untuk mempertahankan dominasi pasar kelapa sawit Indonesia di Asia.
Determinasi Workforce Agility di Industri Manufaktur Jabodetabek: Peran Knowledge Sharing dan Collaboration Technology Dika Febrianto; Suwandi Suwandi
AGILITY: Jurnal Lentera Manajemen Sumber Daya Manusia Vol 4 No 01 (2025): Februari 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lmsdm.v4i01.1166

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh knowledge sharing dan collaboration technology terhadap workforce agility pada perusahaan manufaktur di wilayah Jabodetabek. Di tengah tekanan Industri 4.0, kemampuan karyawan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan operasional menjadi prioritas krusial bagi organisasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode SEM-PLS, data dikumpulkan dari tenaga kerja di wilayah Jabodetabek. Evaluasi model struktural menunjukkan kekuatan prediksi yang baik dengan nilai R-Square sebesar 0,623 dan Q2 sebesar 0,448. Temuan penelitian mengungkapkan realitas yang kontras di antara kedua faktor pendorong tersebut. Collaboration technology terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap workforce agility (P=0,018), menunjukkan bahwa infrastruktur digital dan komunikasi real-time sangat penting untuk mempercepat respons di lini produksi. Sebaliknya, knowledge sharing tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara langsung terhadap ketangkasan (P=0,314). Hal ini mengindikasikan bahwa pertukaran informasi di sektor ini kemungkinan masih terbatas pada hal teknis rutin dan terhambat oleh Standard Operating Procedure (SOP) yang kaku, sehingga belum mampu memicu adaptabilitas proaktif. Oleh karena itu, manajemen disarankan untuk memprioritaskan investasi pada ekosistem digital kolaboratif guna membangun tenaga kerja yang tangguh dan responsif.
Dari Sampah Menjadi Berkah melalui Gerakan Sedekah Sampah Berbasis SDGs untuk Mewujudkan Lingkungan Berkelanjutan Sri Wahyuningsih; Anisa Fitriani; Dika Febrianto; Deni Sasmita Nugraha; Eka Maulana; Sutisno .; Indra Permana; Nani Sa’idatul Maulida; Andreas Fajar Purba; Damar Reymoza; Syalaysha Sekar Al Fatiha; Fuzi Febriani; Nanda Anggria Rahayu; Seni Aprilia; Nabila Nurfitria; Cherisa Zirly Fera
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 4 No 1 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Household waste with resale value in Kampung Pasir Randu RT 006/RW 003, Sukasari Village, Serang Baru Sub-district, has not yet been managed in an organised manner. Plans to establish a conventional waste bank have been hampered by the lack of suitable storage facilities, meaning residents have had to rely on garages or makeshift empty buildings, even though such facilities are crucial to the sustainability of waste management. These constraints on land and budget have led to the need for a more streamlined management model, one that can operate without large-scale facilities whilst still fostering community participation. This issue has become increasingly urgent because final disposal sites frequently receive unsorted waste due to weaknesses in the upstream system; consequently, a participatory model based on neighbourhood units (RTs) has become an urgent priority that requires an immediate response, whilst also serving as a tangible manifestation of the Tri Dharma of Higher Education in community service. This community service initiative aims to design and implement a waste-for-charity model that is adaptable to the limited resources and budget in Pasir Randu Village, to encourage residents’ participation in sorting and collecting waste of economic value, and to evaluate the effectiveness of this scheme as an alternative to conventional waste banks. The method used was descriptive qualitative research employing a participatory action research approach, with Community Service Programme (KKN) students acting as facilitators who supported residents from problem identification through to evaluation. Data was collected through participatory observation, interviews and documentation, covering seven stages ranging from problem identification, scheme formulation, coordination with vendors, community outreach and education, determination of collection points, Excel-based record-keeping and a trial of collective sales, to final evaluation and documentation. The targeted outcomes include the establishment of a waste-for-charity model based on collection points without permanent storage facilities; the agreement of waste criteria and prices with vendors; increased active participation by residents in sorting and collecting waste; the provision of a transparent and easily replicable Excel recording system; and the completion of at least one collective sales transaction. This initiative also aims to produce a final report and a scientific article to serve as material for evaluating sustainability and as a basis for replicating the programme in other RT/RW areas facing similar constraints in terms of facilities.