Ramadhani, Muhammad Hibatullah
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Application of Goat Manure and Agriculture Lime in Biopori Infiltration Holes (BIH) on Soil CEC, Soil Exchangeable-K and Fresh Coffee Cherry Yield Ifadah, Nisfi Fariatul; Ramadhani, Muhammad Hibatullah; Alfathin, Syifa Chairani; Soemarno, Soemarno
Journal of Coffee and Sustainability Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Directorate of Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcs.2025.02.01.01

Abstract

Coffee plants (Coffea sp.) are a plantation commodity that is widely cultivated in Malang Regency, East Java. This plant has high economic value and is a source of income for coffee farmers. The productivity of smallholder coffee plantations smallholder's in Malang Regency, East Java, is experiencing a downward trend, including smallholder coffee plantations in the Wajak sub-district. This is related to the condition of the sandy soil at the coffee plantation location, this sandy soil usually experiences drought in the long dry season, is sensitive to erosion and leaching of nutrients, and has a low level of soil fertility. The use of manure and lime in biopore infiltration holes (BIH) is considered to be a solution to overcome soil fertility problems in coffee plantations in Wajak Sub-District, Malang Regency. Field experiments were carried out to analyze the effects of manure and lime in BIH on soil chemical properties (Soil CEC and Exch-K) and coffee cherry yield. The experimental treatments are PO (Control), BK (Empty BIH: Biopore Infiltration Hole), KK (BIH + Goat manure 10 ton. ha-1), KP (BIH + Agriculture-lime 4.9 ton. ha-1), KKP (BIH + Goat manure 10 ton. ha-1 + Ag-lime 4.9 ton. ha-1). Each of these treatments is replicated five times in a Randomized Block Design (RBD).  Results of this research show that the combination of 10 tons. ha-1 of goat manure and 4.9 tons. ha-1 of agricultural lime added into the BIH increases the cation exchange capacity (soil CEC) by 22% and the soil exch-K content by 49.23% compared to the control treatment, and it increase coffee cherry yield significantly.
Aplikasi Kapur Pertanian melalui Lubang Resapan Biopori (LRB) untuk Memperbaiki Kualitas Tanah Berpasir Masam Zona Perakaran di Kebun Kopi Rakyat Safira, Nabila; Alfathin, Syifa Chairani; Soemarno, Soemarno; Ramadhani, Muhammad Hibatullah; Aulia, Sitti Salma; Septiani, Deva Eka
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.08

Abstract

Tanaman kopi (Coffea sp.) memiliki nilai ekonomis tinggi dan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat pedesaan. Kebun kopi rakyat menempati areal yang sangat luas, kondisinya sangat beragam dan produktivitasnya masih rendah. Kondisi tanah berpasir masam yang miskin unsur hara diduga menjadi  kendala utama rendahnya produktivitas kopi rakyat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh aplikasi kapur dalam lubang resapan biopori (LRB 40 cm) terhadap karakteristik tanah topsoil dan subsoil di kebun kopi rakyat di wilayah Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Penelitian lapangan melibatkan tujuh perlakuan, yaitu P0(Kontrol tanpa LRB), BK(LRB Kosong), KP1(LRB + AgLime dosis 1 ton ha-1), KP2 LRB + AgLime dosis 2 ton ha-1), KP3 LRB + AgLime dosis 3 ton ha-1), KP4 (LRB + AgLime dosis 4 ton ha-1), KP5 (LRB + AgLime dosis 5 ton ha-1). Setiap perlakuan diulang empat kali dalam rancangan acak kelompok. Petak perlakuan berukuran 12m x 12 m berisi 25 tanaman kopi dengan jarak tanam 3m x 3m, tiga tanaman kopi sampel berada di tengah petak , pada setiap tanaman sampel ini dipasang empat LRB. Pengamatan dilakukan 5 bulan setelah aplikasi (BSA) meliputi pH tanah, C-organik, N-total dan P-tersedia, Kadar P-daun, N-daun, klorofil daun dan produksi kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kapur pertanian di lubang resapan biopori (LRB) dapat memperbaiki kualitas tanah dengan indikator peningkatan relatif kandungan C-organik sebesar 25.80 %, N-total sebesar 33.33 % dan P-Bray1 sebesar 34.51 % pada kedalaman tanah 0-60 cm dibandingkan kontrol.  Aplikasi kapur pertanian di LRB juga meningkatkan produksi kopi sebesar 40-45% dibandingkan kontrol.  Produksi tanaman kopi (Y) berhubungan erat dengan kandungan P-tersedia (0 – 20 cm) (X1), C-organik (20 – 40 cm) (X2), P-tersedia (40 – 60 cm) (X3), P-daun (X4) dan kandungan klorofil (X5) dengan urutan kontribusi pengaruh terhadap produksi kopi :  X1 > X3 > X4 > X2 > X5. 
Pupuk Kandang Kambing dalam Lubang Resapan Biopori (LRB) untuk Memperbaiki Ketersediaan Fosfat Tanah Berpasir di Kebun Kopi Rakyat Alfathin, Syifa Chairani; Ramadhani, Muhammad Hibatullah; Septiani, Deva Eka; Mahardika, Muhammad Wisnu; Ifadah, Nisfi Fariatul; Hanuf, Atiqah Aulia
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.01.04

Abstract

Rata-rata produktivitas kopi rakyat sangat rendah dan beragam. Kesuburan tanah berpasir yang miskin fosfat dianggap sebagai salah satu kendala utama yang membatasi produktivitas kopi. Upaya yang dapat dilakukan adalah aplikasi pupuk kandang kambing ke zona perakaran tanaman kopi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh aplikasi pupuk kandang kambing melalui LRB terhadap ketersediaan fosfat tanah dan kinerja tanaman kopi. Penelitian dilakukan di kebun kopi rakyat di wilayah Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Perlakuan dosis pupuk kandang kambing adalah 0, 5, 10,15 dan 20 ton.ha-1 yang diaplikasikan melalui LRB 40 cm. Setiap perlakuan diulang empat kali dalam Rancangan acak kelompok (RAK). Pengamatan dilakukan lima bulan setelah aplikasi, meliputi pH tanah, C-organik, N-total, P-tersedia, N-daun, P-daun, klorofil daun dan hasil buah kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aplikasi pupuk kandang kambing melalui lubang resapan biopori (BIH) meningkatkan kandungan C organik tanah sebesar 26% dan P-Bray 1 sebesar 35% pada kedalaman tanah 0-60 cm, dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Perlakuan ini juga meningkatkan hasil kopi sekitar 45% dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Ada hubungan linear berganda antara hasil kopi (Y) dengan kandungan P-tersedia topsoil (X1), kandungan P-tersedia subsoil (X3),  kandungan P-daun kopi (X4), kandungan C-organik subsoil (X2), dan kandungan klorofil daun kopi (X5), dengan urutan besarnya kontribusi pengaruh terhadap hasil kopi: X1 > X3 > X4 > X2 > X5.
Kompos Kulit Buah Kopi untuk Memperbaiki Subsoil Inceptisol di Kebun Kopi Desa Bangelan, Wonosari , Kabupaten Malang Risdawati, Nadya; Ramadhani, Muhammad Hibatullah; Safira, Nabilla; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.01.02

Abstract

Penelitian inkubasi tanah dilakukan untuk menganalisis pengaruh pemberian kompos sekam kopi terhadap kadar SOC dan P-tersedia pada lapisan tanah bawah inceptisol kebun kopi Desa Bangelan Malang. Penelitian inkubasi tanah dilakukan dengan menggunakan sampel lapisan tanah bawah yang diberi kompos sekam kopi, dan diinkubasi selama kurang lebih 16 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH Hâ‚‚O, pH KCl, C-organik tanah, P-Total dan P-Tersedia pada tanah yang telah diinkubasi selama 16 minggu dipengaruhi oleh takaran kompos sekam kopi. Pemberian kompos sekam kopi berpengaruh nyata terhadap kadar pH, C-Organik, dan P-Tersedia pada sampel tanah yang diambil pada kedalaman 30-60 cm. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian kompos sekam kopi sebaiknya diberikan pada tanah perkebunan kopi pada kedalaman tertentu antara 0-60 cm.