This Author published in this journals
All Journal AGROINOTEK
Aulia, Siti Salma
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penambahan Kompos untuk Memperbaiki Konduktivitas Hidrolik Jenuh Tanah Berpasir dari Kebun Kopi Robusta di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Malang Ifadah, Nisfi Fariatul; Safira, Nabila; Aulia, Siti Salma
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.01.01

Abstract

ABSTRAKDesa Bambang Kecamatan Wajak merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang sedang dikembangkan untuk budidaya kopi. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan tanah pada lahan Kopi Desa Bambang memiliki karakteristik tanah berpasir dengan struktur tanahnya lemah dan mudah meloloskan air, sehingga rawan terhadap limpasan permukaan dan erosi tanah. Adapun pergerakan air di dalam tanah yang diukur dalam kondisi jenuh disebut sebagai konduktivitas hidrolik jenuh (KHJ) tanah. KHJ tanah dipengaruhi oleh sifat tanah seperti kapasitas air tersedia (KAT), porositas tanah dan kandungan bahan organik tanah (BOT).  Penelitian rumah kaca menggunakan metode inkubasi tanah dan rancangan acak lengkap faktorial (RAL-F). Faktor yang digunakan terdiri dari: kedalaman pengambilan contoh tanah (0 -30 cm dan 30 -60 cm); dosis penambahan kompos ( 0 Mg.ha-1 , 10 Mg.ha-1; dan 20 Mg.ha-1). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan diperoleh 30 unit percobaan.  Peubah yang diamati adalah KHJ, KAT, Porositas tanah, dan kandungan BOT pada 11 MSI (minggu setelah implementasi perlakuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penambahan kompos dapat meningkatkan kapasitas air tersedia pada tanah lapisan atas (0-30 cm) dan lapisan bawah (30-60 cm). Perlakuan dosis kompos 20 Mg.ha-1 memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan kapasitas air tersedia tanah dengan nilai KAT masing – masing sebesar 18,71 % (v/v) (tanah lapisan atas) dan 17,13%(v/v) (tanah lapisan bawah). (2) Penambahan kompos dapat menurunkan konduktivitas hidrolik jenuh tanah berpasir. Hasil terbaik pada kedalaman 0 – 30 cm ditunjukkan pada perlakuan penambahan kompos 20 Mg.ha-1 dengan nilai KHJ sebesar 11,03 cm.jam-1. Sedangkan pada tanah lapisan bawah (kedalaman 30 – 60 cm ) ditunjukkan pada perlakuan dosis kompos 20 Mg.ha-1 dengan nilai KHJ sebesar 9,89 cm jam-1. (3) Kapasitas air tersedia, persentase fraksi liat, porositas tanah dan kandungan bahan organik tanah secara bersama-sama memengaruhi konduktivitas hidrolik jenuh (KHJ) tanah. Kandungan bahan organik tanah berpengaruh paling besar terhadap konduktivitas hidrolik jenuh tanah, kemudian disusul oleh pengaruh kapasitas air tersedia, persentase fraksi liat, dan total porositas tanah.
Kombinasi Kompos Dan Tanah Liat Untuk Memperbaiki Kualitas Tanah Berpasir Dari Kebun Kopi Rakyat Di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Malang Latifah, Hanif; Safira, Nabila; Aulia, Siti Salma; Ifadah, Nisfi Fariatul
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.03

Abstract

Desa Bambang, Kecamatan Wajak merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang saat ini tengah dikembangkan untuk budidaya kopi. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa tanah di lahan Kopi Desa Bambang memiliki karakteristik tanah berpasir seperti strukturnya yang lemah dan mudah mengalirkan air. Hal ini menyebabkan tanah menjadi porous dan air mudah keluar. Pergerakan air dalam tanah yang diukur pada kondisi jenuh air disebut dengan konduktivitas hidrolik jenuh (KHS). KHS dipengaruhi oleh berbagai sifat tanah seperti kapasitas air tersedia (KAW) dan bahan organik tanah (BOT). Upaya perbaikan sifat tanah dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya erosi dengan cara menambahkan kompos dan tanah liat ke dalam tanah berpasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penambahan lempung dan kompos dapat meningkatkan kapasitas air tersedia (KAW) tanah. Perlakuan penambahan kompos 20 Mg.ha-1 dan lempung 50% memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan KHS hingga 24,27%v/v atau meningkat 49% dibandingkan kontrol. (2) Penambahan lempung dan kompos terbukti dapat menurunkan kecepatan konduktivitas hidrolik jenuh tanah. Hasil terbaik pada tanah kedalaman 0 – 30 cm terdapat pada perlakuan penambahan kompos 20 Mg.ha-1 dan lempung 50% dengan nilai SHC 5,41 cm jam-1 dengan penurunan sekitar 61% dibanding kontrol. (3) Daya tampung air tersedia, prosentase lempung, porositas tanah dan C organik tanah secara bersama-sama mempengaruhi konduktivitas hidrolik jenuh (SHC) tanah. Kandungan C organik tanah memberikan pengaruh terbesar terhadap konduktivitas hidrolik jenuh tanah, diikuti oleh daya tampung air tersedia, prosentase fraksi lempung, dan porositas tanah total. 
Pemanfaatan Pupuk Kandang Sapi Untuk Meningkatkan Kemampuan Tanah Berpasir Menyimpan Air Di Kebun Kopi Rakyat Septiani, Deva Eka; Aulia, Siti Salma; Ifadah, Nisfi Fariatul; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.02.01

Abstract

Tanah berpasir di kebun kopi rakyat mempunyai kemampuan sangat rendah untuk menyimpan air, sehingga sering terjadi cekaman air pada tanaman kopi di musim kemarau dengan dampak serius pada produktivitas tanaman.  Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahgui efek pupuk kandang sapi terhadap peningkatan kapasitas air tersedia (KAT) tanah berpasir (topsoil dan subsoil) yang diambil dari kebun kopi rakyat di Desa Bambang, Wajak.  Penelitian inkubasi tanah selama 16 minggu di rumahkaca Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan delapan perlakuan kombinasi, yaitu tanah berpasir dengan dua kedalaman (K1: 0-30 cm, K2: 30-60 cm), dikombinasikan dnegan tiga dosis pupuk kandang sapi (D0: 0 ton.ha-1; D1: 10 ton.ha-1, D2: 20 ton.ha-1, D3: 30 ton.ha-1), setiap perlakuan diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk kandang sapi hingga dosis setara 30 ton.ha-1 ke tanah berpasir (topsoil dan subsoil) dapat menurunkan bobot isi (BI) tanah, meningkatkan porositas tanah, meningkatkan kadar air pF 2,5, pF 4,2 dan kapasitas air tersedia (KAT). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan pupuk kandang sapi dapat meningkatkan nilai KAT (atau pF 2.5 – pF 4.2) tanah berpasir yang diambil dari lapisan atas (topsoil) dan lapisan bawah (subsoil) di kebun kopi rakyat.