This Author published in this journals
All Journal AGROINOTEK
Maulana Iksan, Ridho
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengelolaan Kebun Jeruk Manis (Citrus Sinensis L. Osbeck) Lahan Pekarangan Di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang: Sweet Orange (Citrus sinensis L. Osbeck) Management in Homeyard Land, Karangploso District, Malang Regency Lestari, Nina Dwi; Maulana Iksan, Ridho; Debora, Defrina Amanda; Mahdiyyah, Refi Erika; Tri Pamungkas, Rigel Ramadhan; Nopriani, Lenny Sri; Hanuf, Atiqah Aulia; Bushron, Raushanfikr; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Desa Karangploso merupakan salah satu sentra produksi jeruk di wilayah penelitian yang menunjukkan variasi produktivitas antar kebun. Perkebunan jeruk berproduktivitas tinggi menghasilkan 52,9 ton ha⁻¹ tahun⁻¹, sedangkan perkebunan berproduktivitas rendah hanya mencapai 21,4 ton ha⁻¹ tahun⁻¹. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan produktivitas jeruk melalui analisis sifat tanah dan sistem pengelolaan kebun. Survei dilakukan pada 15 kebun jeruk milik masyarakat yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Karangploso. Pengamatan lapangan meliputi observasi tanaman, deskripsi dan pengambilan sampel tanah, serta wawancara dengan pemilik kebun mengenai praktik pengelolaan. Dua lokasi pengamatan dipilih sebagai perwakilan lahan berproduktivitas tinggi (High Productivity Field/HPF) dan lahan berproduktivitas rendah (Low Productivity Field/LPF). Sampel tanah dari setiap lokasi dianalisis untuk parameter kapasitas tukar kation (KTK), kandungan karbon organik (C-organik), kejenuhan basa, tekstur, dan pH tanah guna mengevaluasi kesesuaian lahan terhadap pertumbuhan jeruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tanah pada kedua lokasi relatif serupa, sehingga nutrisi tanah bukan merupakan faktor dominan yang membedakan produktivitas jeruk. Perbedaan utama ditemukan pada kandungan C-organik, yaitu 0,94–1,12% pada HPF dan 0,72–0,98% pada LPF. Hasil evaluasi kesesuaian lahan menunjukkan bahwa HPF termasuk kelas S3eh, sedangkan LPF termasuk kelas S3eh.nr. Dengan demikian, kandungan C-organik tanah, kemiringan lahan, dan praktik pengelolaan tanaman merupakan faktor utama yang menentukan produktivitas kebun jeruk di Desa Karangploso.