p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGROINOTEK
Mahdiyyah, Refi Erika
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kemantapan Agregat Tanah Di Kebun Kopi Rakyat, Karangploso, Malang Sukmajati, Muhammad Ramanda; Mahdiyyah, Refi Erika; Ifadah, Nisfi Fariatul; Soemarno, Soemarno; Pramesti, Gitri Ardia; Nugroho, Gabryna Auliya
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.09

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sifat fisik tanah: kemantapan agregat tanah, bobot isi tanah, porositas tanah, konduktivitas hidrolik tanah, dan WHC (Water Holding Capacity) atau kapasitas menahan air pada zona perakaran tanaman kopi di perkebunan kopi rakyat tadah hujan. Studi lapangan dilakukan pada bulan November 2023 hingga April 2024 di kawasan perkebunan kopi rakyat tadah hujan di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Kegiatan survei lapangan meliputi pembuatan minipit tanah, dan pengumpulan contoh tanah tidak terganggu dan contoh tanah terganggu pada kebun-kebun kopi yang berumur <5 tahun, 5-10 tahun, dan > 10 tahun, pada kedalaman tanah 20-40 cm, 40-60 cm, dan 60-80cm. Setiap kelompok umur kebun kopi diwakili oleh 5 petak pengamatan (ukuran 10 m x 10 m) yang berisi 16 pohon kopi dengan jarak tanam 3 m x 3 m. Contoh pohon kopi pada setiap petak pengamatan berjumlah 4 pohon yang berada di Tengah-tengah petak. Contoh tanah diambil pada titik pengeboran 40-50 cm dari setiap contoh pohon kopi, kemudian dikompositkan menjadi satu sampel tanah komposit yang mewakili plot pengamatan, untuk setiap kedalaman tanah. Contoh tanah komposit ini terdiri dari contoh tanah terganggu (sekitar 1 kg tanah) dan contoh tanah tidak terganggu (4 ring sampel tanah). Analisis laboratorium terhadap karakteristik tanah meliputi kemantapan agregat tanah, kepadatan tanah, porositas tanah, konduktivitas hidrolik jenuh tanah, dan WHC (Water Holding Capacity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemantapan agregat tanah pada kedalaman 20-80 cm di kebun kopi dengan umur pohon kopi yang berbeda mempunyai nilai yang berbeda-beda, tergolong dalam agregat tanah “Sangat Mantap”. Kemantapan agregat tanah mempunyai hubungan yang signifikan dengan beberapa sifat fisika tanah seperti berat isi, porositas tanah, kandungan fraksi pasir dan liat, serta WHC (Water Holding Capacity) tanah. Kemantapan agregat tanah, berat isi tanah, dan WHC tanah pada zona perakaran tanaman kopi (kedalaman tanah 20-80 cm) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tanaman kopi.
Pengelolaan Kebun Jeruk Manis (Citrus Sinensis L. Osbeck) Lahan Pekarangan Di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang: Sweet Orange (Citrus sinensis L. Osbeck) Management in Homeyard Land, Karangploso District, Malang Regency Lestari, Nina Dwi; Maulana Iksan, Ridho; Debora, Defrina Amanda; Mahdiyyah, Refi Erika; Tri Pamungkas, Rigel Ramadhan; Nopriani, Lenny Sri; Hanuf, Atiqah Aulia; Bushron, Raushanfikr; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Desa Karangploso merupakan salah satu sentra produksi jeruk di wilayah penelitian yang menunjukkan variasi produktivitas antar kebun. Perkebunan jeruk berproduktivitas tinggi menghasilkan 52,9 ton ha⁻¹ tahun⁻¹, sedangkan perkebunan berproduktivitas rendah hanya mencapai 21,4 ton ha⁻¹ tahun⁻¹. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan produktivitas jeruk melalui analisis sifat tanah dan sistem pengelolaan kebun. Survei dilakukan pada 15 kebun jeruk milik masyarakat yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Karangploso. Pengamatan lapangan meliputi observasi tanaman, deskripsi dan pengambilan sampel tanah, serta wawancara dengan pemilik kebun mengenai praktik pengelolaan. Dua lokasi pengamatan dipilih sebagai perwakilan lahan berproduktivitas tinggi (High Productivity Field/HPF) dan lahan berproduktivitas rendah (Low Productivity Field/LPF). Sampel tanah dari setiap lokasi dianalisis untuk parameter kapasitas tukar kation (KTK), kandungan karbon organik (C-organik), kejenuhan basa, tekstur, dan pH tanah guna mengevaluasi kesesuaian lahan terhadap pertumbuhan jeruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tanah pada kedua lokasi relatif serupa, sehingga nutrisi tanah bukan merupakan faktor dominan yang membedakan produktivitas jeruk. Perbedaan utama ditemukan pada kandungan C-organik, yaitu 0,94–1,12% pada HPF dan 0,72–0,98% pada LPF. Hasil evaluasi kesesuaian lahan menunjukkan bahwa HPF termasuk kelas S3eh, sedangkan LPF termasuk kelas S3eh.nr. Dengan demikian, kandungan C-organik tanah, kemiringan lahan, dan praktik pengelolaan tanaman merupakan faktor utama yang menentukan produktivitas kebun jeruk di Desa Karangploso.