Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERMENKES NOMOR 27 TAHUN 2017 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN SIKAP PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL PADA TENAGA KESEHATAN DI RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Apriliani, Lisa; Listyaningrum, Tri Hapsari
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kemampuan perawat dalam upaya pencegahan transmisi infeksi nosokomial di rumah sakit adalah tingkatan pertama dalam pemberian pelayanan berkualitas. Kemampuan perawat dalam pemberian pelayanan berkualitas dapat tercermin dari perilaku patuh dalam penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan permenkes nomor 27 tahun 2017 dengan sikap pencegahan infeksi nosokomial pada tenaga kesehatan di bangsal Al-Insan dan Al-Aaraf. Metode Penelitian : Metode penelitian ini menggunakan motode kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 47 responden. Metode pengumpulan data menggunakan observasi analitik dan pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil : Didapatan hasil uji untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan didapatkan hasil nilai koefisien korelasi 0,844(kuat) dan didapatkan hasil nilai p-value 0,000<0,005. Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 38 responden (80,9%) dan mayoritas responden memiliki sikap baik sebanyak 38 responden (80.9%). Simpulan : Ada hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan terhadap pencegahan infeksi dengan nilai koefisien korelasi yaitu 0,844 (kuat). Saran : Peneliti selanjutnya diharapkan agar lebih menyempurnakan penelitian ini dengan menambahkan faktor lain seperti informasi/media massa dan pengaruh orang lain, dll yang dapat memengaruhi hubungan pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan terhadap pencegahan infeksi dan dimasukkan dalam variabel penelitian.
IMPLEMENTASI KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR HK.01.07/ MENKES/722/2020 TENTANG STANDAR PROFESI PENATA ANESTESI DALAM MENGETAHUI PEMERIKSAAN AMERICAN SOCIETY OF ANESTHESIOLOGISTS (ASA) CLASSIFICATION PRA ANESTESI DI IBS RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Islamiyah, Sri Dayanti; Listyaningrum, Tri Hapsari
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/722/2020 Tentang Standar Profesi Penata Anestesi dimaksudkan sebagai pedoman bagi Penata Anestesi dalam memberikan pelayanan Asuhan Kepenataan Anestesi yang terukur, terstandar, dan berkualitas di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Tujuan : Mengetahui Implementasi Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ MENKES/722/2020 Tentang Standar Profesi Penata Anestesi Pemeriksaan American Society Of Anesthesiologists (ASA) Classification Pra Anestesi di IBS RS PKU Muhammadiyah. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Metode penelitian kualitatif berfungsi untuk menemukan sesuatu yang baru, sehingga penelitiannya bersifat eksplorasi dan tidak melakukan pengukuran. Rancangan penelitian ini deskriptif eksploratif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan 5 orang penata anestesi Hasil: Pelaksanaan Standar Profesi Penata Anestesi Dalam Mengetahui Pemeriksaan American Society Of Anesthesiologists (ASA) Classification Pra Anestesi di IBS RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dari pernyataan informan 1 – 5 menjelaskan tata cara melaksanakan tugas dan aturan – aturan yang berlaku di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sudah sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga penata anestesi tidak mengalami keterbatasan dalam penerapan tugas sesuai SOP penata anestesi yang telah tercantum di dalam pedoman. Simpulan : Penerapan Standar Profesi Penata Anestesi Dalam Mengetahui Pemeriksaan American Society Of Anesthesiologists (ASA) Classification Pra Anestesi di IBS RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dalam melaksanakan tugas profesi baik secara kualitatif. Saran : Mempertahankan pelaksanaan Standar Profesi Penata Anestesi dengan baik.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN ASESMEN PRE ANESTESI PADA PENATA ANESTESI DI PROVINSI MALUKU UTARA Sangadji, Kharismawati Dwi Asri Ramadani; Listyaningrum, Tri Hapsari
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Untuk melaksanakan kegiatan asesmen pre anestesi atas pelimpahan tugas dari dokter anestesiologi atau dokter lain maka seorang penata anestesi harus memiliki kemampuan yang cukup untuk meminimalisir kelalaian yang mungkin terjadi. Tujuan: Diketahuinya hubungan pengetahuan dan kepatuhan pelaksanaan pelimpahan wewenang asesmen pre anestesi pada penata anestesi di Provinsi Maluku Utara. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain penelitian deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini penata anestesi Provinsi Maluku Utara yang berjumlah 40 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner online tingkat pengetahuan dan lembar observasi online tingkat kepatuhan. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Spearman rho. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji Spearman rho didapatkan hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan dengan nilai signifikan 0.007 (p-value <0.05) dengan nilai keeratan 0.418 dan arah hubungannya positif. Dari 40 responden diperoleh tingkat pengetahuan baik yaitu 29 orang (72,5%) dengan tingkat kepatuhan patuh sebanyak 26 orang (65%). Simpulan: Ada hubungan pengetahuan dan kepatuhan pelaksanaan pelimpahan wewenang asemen pre anestesi pada penata anestesi di Provinsi Maluku Utara. Saran: Perlu dilakukan penelitian sejenis dengan jumlah sampel lebih banyak dan tingkat pendidikan terakhir yang homogen, peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan teknik observasi partisipan yaitu peneliti ikut langsung dalam kegiatan yang dilakukan responden.
HUBUNGAN SIKAP CARING TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DALAM PELAYANAN DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RST DR SOEDJONO MAGELANG Prasetio, Yogi; Listyaningrum , Tri Hapsari
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Perilaku caring tenaga kesehatan merupakan hal yang penting dalam pelayanan keperawatan. Pasien akan merasa puas atas perilaku caring atau kepedulian yang diberikan tenaga kesehatan kepada dirinya sebagai penerima layanan keperawatan di instalasi bedah sentral (IBS). Pelayanan dikatakan mempunyai mutu yang baik apabila pasien sebagai penerima layanan keperawatan merasa puas atas jasa yang diterimanya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap caring tenaga kesehatan dengan kepuasan pelayanan di instalasi bedah sentral RST dr Soedjono Magelang. Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional . Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling yang berjumlah 62 responden sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan uji Fisher Exact. Hasil: Berdasarkan tabel analisis korelasi Uji Fisher Exact Test didapatkan nilai signifikan (P Value) sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel sikap caring dengan kejadian kepuasan pelayanan di Instalasi Bedah Sentral RST dr. Soedjono Magelang.Simpulan: Terdapat hubungan sikap caring tenaga kesehatan dengan kepuasan pelayanan di instalasi bedah sentral RST dr Soedjono Magelang. Saran: Peneliti selanjutnya dapat menambahkan metode observasi sekaligus wawancara mendalam untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih baik mengenai perilaku caring yang berhubungan dengan kepuasan pasien.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PATIENT SAFETY TERHADAP SIKAP PATIENT SAFETY PADA TENAGA KESEHATAN DI RUANG OPERASI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Firmansyah, Riyan; Tri Hapsari Listyaningrum
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i1.2258

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) adalah dasar dari pelayanan kesehatan yang baik. Keselamatan pasien juga menjadi salah satu indikator dalam menilai akreditas institusi pelayanan kesehatan, oleh karena itu keselamatan pasien sangat penting. Namun, jika ditinjau dari insiden keselamatan pasien, keselamatan pasien di berbagai tingkat pelayanan kesehatan masih buruk, baik secara global maupun nasional. Penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Patient Safety Terhadap Sikap Patient Safety Pada Tenaga Kesehatan di Ruang Operasi RS PKU Muhammadiyah Gamping.  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi, yaitu penelitian hubungan antara dua variabel. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, berjumlah 30 responden. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data berupa kuesioner analisis data menggunakan uji statistik spearman rank. Penelitian ini menunjukan hasil uji korelasi yang positif hasil uji korelasi yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai signifikansi atau Sig (2-tailed) ialah sebesar 0,000< 0,05 dengan nilai koefisien sebesar 0.711**. Ada hubungan pengetahuan patient safety dengan sikap patient safety pada tenaga kesehatan di ruang operasi RS PKU Muhammadiyah Gamping.
DAMPAK SOSIALISASI KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI PADA TINGKAT KESIAPSIAGAAN SISWA SMK MUHAMMADIYAH IMOGIRI Heri Puspito; Tri Hapsari Listyaningrum
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan: November 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jik.v13i2.6599

Abstract

Sekolah menjadi tempat pendidikan kebencanaan yang mengajarkan penanggulangan bencana baik pra bencana, saat bencana, maupun pasca bencana. Sekolah perlu melakukan kesiapsiagaan demi terciptanya warga sekolah (kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa) yang siap dan siaga terhadap bencana. Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak sosialisasi bencana gempa bumi pada tingkat kesiapsiagaan siswa SMK Muhammadiyah Imogiri dalam menghadapi bencana gempa bumi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimental dengan rancangan yang digunakan one group pre and post test design. Sampel berjumlah 310 responden dengan menggunakan teknik cluster random sampling dengan responden kelas X 118, kelas XI 99 dan kelas XII 93 responden. Skala data menggunakan ordinal-ordinal pada penelitian ini. Analisis statistik menggunakan Wilcoxon. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat perbedaan kesiapsiagaan sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi bencana gempa bumi pada siswa SMK Muhammadiyah Imogiri dengan nilai signifikan p-value 0,002 <0,05. Dampak dari sosialisasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi kepada siswa SMK Muhammadiyah imogiri yaitu siswa menyatakan lebih siaga dari sebelumnya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KODE ETIK PROFESI PENATA ANESTESI DENGAN SIKAP MENJALANKAN PRAKTIK KLINIK DASAR DI RUMAH SAKIT MAHASISWA ANESTESIOLOGI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA Adek Khazelia Putra; Tri Hapsari Listyaningrum
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan: Mei 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jik.v14i1.7217

Abstract

Background: A good knowledge of the professional code of ethics of anesthesiologists will help students deal with ethical problems that occur wisely and uphold ethical principles. Objective: This study aims to determine the relationship between knowledge of the professional code of ethics of anesthesiologists with the attitude of anesthesiology students of Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta in carrying out basic clinical practice in hospitals. Method: This type of research is quantitative descriptive research using a cross-sectional research design. The sampling technique uses a simple random sampling technique of 58 respondents. Research Results: The results of the spearman rank test obtained a significance value (p-value) of 0.001 meaning smaller than < 0.05 and a contingency coefficient (r) value of 0.379. The majority of respondents have good knowledge of 53 respondents (75.7%) while respondents who have a good attitude in carrying out basic clinical practices in hospitals are as many as 50 respondents (71.4%). Conclusion: This study shows that there is a relationship between the level of knowledge of the professional code of ethics of anesthesiologists and the attitude of carrying out basic clinical practice in the anesthesiology nursing student hospital with a weak relationship and having a positive relationship direction.
Pengaruh Edukasi Media Video Animasi tentang Puasa terhadap Pengetahuan Pre Operatif Pasien General Anestesi di RS PKU Muhammadiyah Gamping Muhammad Zulkifli Salim; Anita Setyowati; Tri Hapsari Listyaningrum
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v2i2.1835

Abstract

Pre-operative fasting is crucial to prevent anesthetic complications such as pulmonary aspiration. However, many patients still lack adequate understanding of pre-operative fasting guidelines, increasing the risk of complications. Animated video education is considered more effective than conventional methods in improving patient knowledge. This study aimed to determine the effect of animated video education on pre-operative fasting knowledge in patients undergoing general anesthesia at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. A pre-experimental one-group pretest-posttest design was used, involving 30 respondents selected through accidental sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed with the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a p-value of 0.000, indicating a statistically significant improvement in knowledge after the intervention. This suggests that animated video education effectively enhances patients' understanding of pre-operative fasting. In conclusion, there is a significant effect of animated video education on pre-operative knowledge regarding fasting in patients undergoing general anesthesia at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. Future research is recommended to use a larger sample size to improve the validity and reliability of the findings.
Hubungan Pengetahuan Komponen Keterampilan Klinis Profesi Penata Anestesi Dengan Sikap Dalam Menjalankan Kinerja Mahasiswa Anestesiologi Pada Praktik Klinik Dasar Di Rumah Sakit Yustian Damayana Feriyanto; Tri Hapsari Listyaningrum; Joko Murdiyanto
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 8 (2025): JKRI - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi penata anestesi tidak hanya mencakup penguasaan pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga sikap profesional dalam praktik. Standar tersebut telah diatur dalam KMK No. HK.01.07/MENKES/722/2020. Pengetahuan yang baik diharapkan mampu mendorong sikap kinerja yang profesional dalam praktik klinik dasar. Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan keterampilan klinis dengan sikap kinerja mahasiswa Program Studi Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 60 mahasiswa yang telah menjalani praktik klinik dasar. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tingkat pengetahuan dan observasi sikap kinerja. Analisis data menggunakan uji Spearman rank. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan keterampilan klinis dalam kategori baik (80%) dan sikap kinerja baik (70%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara tingkat pengetahuan keterampilan klinis dengan sikap kinerja (r = 0,371; p = 0,004). Terdapat korelasi yang signifikan antara pengetahuan keterampilan klinis dengan sikap kinerja mahasiswa dalam praktik klinik dasar. Pengetahuan yang baik cenderung memperkuat sikap profesional dalam pelaksanaan tugas klinis. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penguatan aspek teori dan praktik secara simultan dalam kurikulum pendidikan penata anestesi
HUBUNGAN PENGETAHUAN PP NO 33 TAHUN 2012 DENGAN SIKAP PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI PUSKESMAS GAMPING I KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2025 Salsabila, Salsabila; Tri Hapsari Listyaningrum
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk is a very important source of nutrition for babies and their development. Breast milk contains vitamins, proteins, fats, carbohydrates, and other essential minerals. Colostrum, which is the first breast milk to come out, is rich in nutrients and antibodies that protect babies from infection. Exclusively breastfeeding during the first six months of life can prevent disease, save lives, and ensure healthy growth. In DI Yogyakarta Province, the Exclusive Breastfeeding rate reached 76.3%, the third highest according to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2023, this is an achievement for the fulfillment of the Exclusive Breastfeeding target in DI Yogyakarta, while the figure in Sleman Regency reached 88.10%, the highest from Bantul and Kulon Progo Regencies which occupied the second and third positions in 2023. Objective: This study aims to determine the Relationship between Knowledge of Government Regulation No. 33 of 2012 and Exclusive Breastfeeding at the Sleman Regency Health Center Method: This study uses a Descriptive correlation design with a cross sectional approach Sampling in this study is Nonprobability Sampling with Purposive Sampling Technique The sample in this study is mothers who have children aged 7-12 months who give breast milk in the work area The health center totals 65 people. Results: The results of the Chi-Square statistical test showed a relationship between knowledge and exclusive breastfeeding with a p-value of 0.00 out of 65 percent showed mothers with good knowledge and providing Exclusive Breastfeeding amounted to 42 people (85.7%) while those who were knowledgeable but did not provide Exclusive Breastfeeding amounted to 7 people (14.3%). Mothers with a poor level of knowledge and exclusive breastfeeding amounted to 1 person (6.3%), while those with a poor level of knowledge and gave exclusive breastfeeding amounted to 15 people (93.8%). Conclusion: There is a relationship between knowledge and Exclusive Breastfeeding at the Health Center, Sleman Regency. Suggestion: Seeing that there are still many mothers who have misunderstood breastfeeding, such as the assumption that breastfeeding alone is not enough or the provision of MP-ASI early, education needs to be focused on these things