Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Media Video Animasi tentang Puasa terhadap Pengetahuan Pre Operatif Pasien General Anestesi di RS PKU Muhammadiyah Gamping Muhammad Zulkifli Salim; Anita Setyowati; Tri Hapsari Listyaningrum
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v2i2.1835

Abstract

Pre-operative fasting is crucial to prevent anesthetic complications such as pulmonary aspiration. However, many patients still lack adequate understanding of pre-operative fasting guidelines, increasing the risk of complications. Animated video education is considered more effective than conventional methods in improving patient knowledge. This study aimed to determine the effect of animated video education on pre-operative fasting knowledge in patients undergoing general anesthesia at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. A pre-experimental one-group pretest-posttest design was used, involving 30 respondents selected through accidental sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed with the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a p-value of 0.000, indicating a statistically significant improvement in knowledge after the intervention. This suggests that animated video education effectively enhances patients' understanding of pre-operative fasting. In conclusion, there is a significant effect of animated video education on pre-operative knowledge regarding fasting in patients undergoing general anesthesia at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. Future research is recommended to use a larger sample size to improve the validity and reliability of the findings.
Perbedaan Angka Keberhasilan Pemasangan Laryngeal Mask Airway Antara Teknik Cuff Dikempiskan dan Dikembangkan Sebagian pada Pasien Dewasa Isbhat Nawakhil; Raden Sugeng Riyadi; Anita Setyowati
Inovasi Kesehatan Global Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus : Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v2i3.2096

Abstract

Laryngeal Mask Airway (LMA) insertion is an important part of airway management during general anesthesia. Two commonly used techniques are deflated cuff and partially inflated cuff. Choosing the right technique can increase the success rate of insertion and reduce complications such as air leaks or tissue trauma. This study aims to determine the difference in the success rate of laryngeal mask airway inserstion between deflated and partially inflated cuff techniques in adult patients at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. This study employed a quantitative method with a quasi-experimental design with a two group posttest only design. The sample consisted of 40 patients; and divided into two groups. Data were analyzed using the Mann-Whitney test. The results showed that the partially inflated cuff technique had a higher success rate (75%) than the deflated cuff technique (25%). The statistical test showed a significant difference with a p value <0,05. There was a significant difference in the success of LMA insertion between the two techniques. The partially inflated cuff technique is more recommended to increase the effectiveness and safety of the procedure.
Pengaruh Edukasi Menggunakan Poster Terhadap Kecemasan Pasien Pasca Operasi Dengan Spinal Anestesi Di RS Muhammadiyah Lamongan Jodhy Maulana; Anita Setyowati; Joko Murdiyanto; Munadi
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 7 (2025): JKRI - Juni 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan adalah respons umum pada pasien operasi yang dapat berdampak negatif pada hasil pembedahan dan pemulihan. Kecemasan seringkali dialami oleh pasien pasca operasi dengan anestesi spinal di RS Muhammadiyah Lamongan, yang disebabkan oleh minimnya pemahaman mereka tentang efek dan dampak dari spinal anestesi. Salah satu cara efektif mengurangi kecemasan adalah dengan memberikan edukasi yang tepat. Poster dipilih sebagai media edukasi karena sifatnya yang praktis, mudah dipahami, dan dapat diakses kapan saja bagi pasien untuk meningkatkan wawasan mereka. Penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian edukasi menggunakan poster terhadap kecemasan pasien pasca operasi dengan spinal anestesi di RS Muhammadiyah Lamongan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode quasy eksperimen dengan design post-test only control design. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, berjumlah 38 responden. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data berupa kuesioner DASS 21. Analisis data menggunakan uji statistic Wilcoxon. Hasil uji non parametrik dengan menggunakan uji Wilcoxon Rank Sum Test. Didapatkan hasil nilai P 0,004. Berdasarkan hasil tersebut maka terdapat perbedaan tingkat kecemasan pasien yang diberikan edukasi dan yang tidak diberikan edukasi. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi tenaga medis untuk menggunakan media poster dalam edukasi guna mengurangi kecemasan pasien setelah operasi
Pengaruh Edukasi Menggunakan Leaflet Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Dengan Spinal Anestesi Di RSUD Kajen Pekalongan Eggy Nadya Lestari; Joko Murdiyanto; Anita Setyowati
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 7 (2025): JKRI - Juni 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan pre operasi merupakan respons umum pasien yang dapat berdampak negatif pada hasil pembedahan dan pemulihan. Pasien yang akan menjalani operasi dengan spinal anestesi di RSUD Kajen Pekalongan seringkali mengalami kecemasan akibat kurangnya pemahaman mengenai prosedur dan dampaknya. Pemberian edukasi yang tepat adalah salah satu cara efektif untuk mengurangi kecemasan. Leaflet dipilih sebagai media edukasi karena praktis, mudah dipahami, dan dapat diakses pasien kapan saja untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian edukasi menggunakan media leaflet terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan spinal anestesi di RSUD Kajen Pekalongan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental dengan design one-grup pretes-posttes. Teknik pengambilan sampel menggunakan pusposive sampling, berjumlah 70 responden. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data berupa kuesioner APAIS. Analisis data menggunakan uji statistic Wilcoxon. Hasil uji non parametrik dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Didapatkan hasil nilai P 0,000. Berdasarkan hasil tersebut maka terdapat perbedaan tingkat kecemasan sebelum diberikan edukasi dan sesudah diberikan edukasi. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi dasar bagi tenaga medis lainnya untuk melakukan edukasi menggunakan media leaflet guna menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi.