Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Guru SD dalam Literasi Digital: Strategi Komunikasi Aman dan Pengendalian Akses Media Sosial Siswa: Pengabdian Anna Nurjanah; Novida Irawan; Salfhaocta Friemay; Jennifer Sarnest; Cindy Stefania Teofilus
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7288

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya paparan gawai dan internet pada anak sekolah dasar serta rendahnya skor awal literasi digital (rata-rata 65 dari 100) dari 35 guru di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Taman Cahaya Global School (T.C.G.S.), Jakarta Barat, yang mengindikasikan kesenjangan Pedagogical Content Knowledge (PCK) dan ketiadaan pedoman institusional terkait insiden digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif), yang tahapannya meliputi asesmen kebutuhan, pelatihan intensif dan simulasi, Focus Group Discussion (FGD), serta evaluasi post-test. Hasil program menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi dalam menutup kesenjangan PCK melalui pendekatan andragogi dan experiential learning, yang terbukti dari kemampuan guru dalam menangani cyberbullying dan mencegah penyebaran hoaks. Selain itu, program ini berhasil menyusun Model Strategi Komunikasi Aman yang berlandaskan etika kewarganegaraan digital dan perumusan Pedoman Pengendalian Akses Media Sosial Siswa yang diselaraskan dengan nilai keagamaan madrasah. Sebagai kesimpulan, program ini berhasil mentransformasi guru dari sekadar pengguna teknologi menjadi fasilitator pendamping digital yang tanggap dan kompeten. Disarankan agar pihak sekolah memfasilitasi sesi penyegaran secara berkala, mengevaluasi indikator kualitas interaksi daring guru, serta membakukan materi pelatihan ini menjadi modul in-house training wajib bagi seluruh pendidik di masa mendatang.
Komunikasi Kebijakan Perlindungan Anak di Ruang Digital: Studi Komparatif antara PP Tunas dan Regulasi Global Novida Irawan; Marwan Albab; Radyta A. Burhanuddin; Salsabila Nurazhara; Cezha Asti Ananta; Rafi Fikri Mahendra; Sahnela Innayah
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jushpen.v5i2.2994

Abstract

The massive development of digital technology expands children's access to information while simultaneously escalating cyber risks such as online exploitation and cyberbullying. This study aims to analyze the implementation of Government Regulation Number 17 of 2025 concerning Electronic System Governance for Child Protection (PP TUNAS) in the digital space, focusing on the technical challenges of age verification and the strengthening of digital literacy. This research employs a descriptive qualitative approach using qualitative content analysis of relevant regulatory documents, methodologically triangulated with secondary questionnaire data from the EVIDENT Institute involving 1,050 urban respondents in DKI Jakarta. The analytical framework is examined through Edwards III's Policy Implementation Theory, which measures four main variables—communication, resources, disposition, and bureaucratic structure—supported by Ayres and Braithwaite's Responsive Regulation Theory. The findings indicate a wide operational gap between normative regulatory texts and the reality of digital platform architecture. First, in the technical resource dimension, the age verification mechanisms of most platforms still rely on vulnerable self-declaration methods, deemed ineffective by 59.3% of respondents. Second, in the communication dimension, a substantial information asymmetry emerges, with 45% of respondents in a state of pseudo-awareness. Third, there is an imbalance between the domestic parental supervision burden and the fragmentation of the educational bureaucracy, reflected in 31.8% of educational institutions that have not facilitated digital literacy socialization for the parent community. This study concludes that strengthening PP TUNAS implementation requires integrating verification systems based on national population data (NIK) and standardizing a national digital citizenship curriculum to close the digital loophole.
Pendampingan Pengelolaan AI Tools Canva dalam Mengembangkan Promosi Sanggar Seni dalam Society 4.0 Rafi’i; Novida Irawan; May Rizdiana Santi; Suswinda Ningsih; Salfhaoctha Friemay Aliefia Poetry; Sri Hesti; Ummy Hanifah; Tri Satria Muhammad; Anastasia Lintang Proborini
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 03 (2025): Desember: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v4i03.2519

Abstract

Keterampilan berkomunikasi diera globalisasi saat ini bergerak lintas generasi, hampir seluruh komponen Lingkungan sosial Masyarakat. Kemampuan untuk mengelola dan menumbuhkan konten yang bermanfaat dalam promosi Sanggar seni, perlu mengetahui beberapa unsur pengetahuan bidang Media Personal Branding dan Marketing Product bidang Seni Teater menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan saat ini. Keterampilan ini dapat mengembangkan kualitas pribadi, meningkatkan citra dan reputasi diri dan organisasi kelompok seni. Serta diharapkan dapat menunjang kesuksesan secara keseluruhan di masa mendatang. Namun, masih banyak individu yang belum menyadari mengenai pentingnya keterampilan tersebut. Program pengabdian masyarakat berupa pelatihan ilmu komunikasi dalam pemanfaat Perkembangan Teknologi Komunikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tersebut, terutama di lingkungan pendidikan non-formal di kalangan Sanggar seni.
Sinergi Masyarakat dalam Mencegah dan Menanggulangi Kebakaran di Lingkungan Permukiman Padat Kelurahan Tanjung Duren Jakarta Barat: Pengabdian Novida Irawan; Annda Nurjanah; Sri Hesti; Abid Muhtadin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7594

Abstract

Kawasan permukiman padat di RW 05 Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat, memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana kebakaran akibat rendahnya literasi mitigasi dan belum optimalnya koordinasi kelembagaan tingkat akar rumput. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini merumuskan masalah mengenai upaya peningkatan kapasitas teknis warga secara mandiri serta pembangunan sinergi komunikasi antara masyarakat dengan Tim Pemadam Kebakaran. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode pemberdayaan partisipatif yang mencakup tahap persiapan, edukasi kognitif, simulasi teknis lapangan, hingga penguatan kelembagaan. Hasil pembahasan menunjukkan keberhasilan program melalui peningkatan pemahaman warga terkait mitigasi kebakaran, pencapaian keterampilan psikomotorik dalam penggunaan instrumen pemadam seperti karung goni basah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta pembentukan Tim Relawan Kesiapsiagaan tingkat Rukun Warga yang dilegitimasi secara formal. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa ketangguhan bencana di permukiman padat mutlak membutuhkan kesiapsiagaan level individu yang ditopang oleh sistem komunikasi kelembagaan yang terstruktur. Sebagai tindak lanjut, disarankan agar masyarakat menjaga konsistensi latihan tanggap darurat secara berkala dan pemerintah daerah diharapkan dapat mereplikasi model sinergi komunal ini di kawasan rentan lainnya.