Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Teknologi Pakan Fermentasi dan Kesehatan Bebek di Unit Usaha Dayah Jeumala Amal Mudastsir Mudastsir; M. Aman Yaman; Al Kautsar; Agam Rizki; Icha Tridayana; Nailis Salsabila; M. Farhan Putra Emil; Fachrul Akbar; Koji Al Adam
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/5zzmay58

Abstract

Biaya pakan yang tinggi dan belum optimalnya penerapan manajemen kesehatan ternak menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha peternakan bebek di Unit Usaha Dayah Jeumala Amal Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola serta santri dalam pembuatan pakan fermentasi berbasis bahan baku lokal dan penerapan manajemen kesehatan bebek. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan partisipatif yang melibatkan 20 peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur keterlibatan peserta, penguasaan materi, dan tingkat kepuasan terhadap pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa keterlibatan peserta dalam praktik lapangan mencapai 91%, penguasaan materi teori dan praktik sebesar 88%, serta tingkat kepuasan peserta mencapai 93%, yang seluruhnya termasuk kategori sangat baik. Peserta mampu memahami teknik pembuatan pakan fermentasi berbahan baku lokal, manfaat penerapan biosekuriti, sanitasi kandang, dan pengelolaan kesehatan bebek. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta serta mendukung penerapan teknologi pakan alternatif dan manajemen kesehatan ternak yang lebih baik. Program ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha peternakan bebek dan mendukung keberlanjutan unit usaha peternakan di lingkungan Dayah Jeumala Amal.
Pengaruh Paparan Pestisida Sintetik terhadap Kesehatan Hewan Ternak Dalam Konteks Pertanian Berkelanjutan dan PHT Nhyra Kamala Putri; Mudastsir Mudastsir; Muhammad Farhan Putra Emil; Agam Rizki
Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/maduranch.v11i1.2942

Abstract

Penggunaan pestisida sintetik dalam sistem pertanian intensif menimbulkan risiko terhadap kesehatan hewan ternak yang berada di sekitar lahan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jalur paparan pestisida sintetik terhadap hewan ternak, dampaknya terhadap kesehatan dan produktivitas, serta mengevaluasi relevansi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam mendukung sistem pertanian berkelanjutan. Kajian dilakukan melalui studi literatur dengan pendekatan tematik terhadap artikel ilmiah terindeks dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari sepuluh jenis residu pestisida, termasuk glyphosate, chlorpyrifos, cypermethrin, imidacloprid, atrazine, malathion, DDT, dan lindane, terdeteksi pada sampel ternak dan lingkungan kandang. Residu tersebut berasal dari enam golongan pestisida yaitu organofosfat, herbisida, piretroid, organoklorin, neonicotinoid, serta campuran multi-residu. Paparan terjadi melalui enam jalur utama yaitu ingestasi pakan, ingestasi air, inhalasi, kontak dermal, transmisi biologis, dan kondisi lingkungan kandang, dengan dampak berupa gangguan fisiologis pada sistem saraf, hati, dan ginjal, gangguan hematologi, respirasi, reproduksi, perkembangan embrio, serta penurunan produktivitas susu, daging, dan telur. Akumulasi residu dalam jaringan tubuh ternak akibat paparan pestisida menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, keamanan pangan, dan nilai ekonomi produk peternakan. PHT dipandang sebagai pendekatan yang relevan untuk menekan paparan tersebut melalui pengurangan frekuensi aplikasi dan penggunaan pestisida secara selektif. Oleh karena itu, diperlukan intervensi multisektor yang mencakup pengawasan, edukasi, dan dukungan kebijakan untuk memperkuat praktik pertanian-peternakan yang sehat dan berkelanjutan.
The Effect of Sauropus androgynus (L.) Merr. Leaf Flour Supplementation on Growth Performance and Fat Deposition in Broiler Chickens Siti Rani Ayuti; Dita Ramadhania Putri Sinulingga; Putri Dwi Ningsih; Sugito Sugito; Herrialfian Herrialfian; Mudastsir Mudastsir; Mira Delima
Jurnal Agripet Volume 26, No. 1, April 2026
Publisher : Animal Husbandry Department, The Faculty of Agriculture, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v26i1.682

Abstract

The use of natural feed additives as alternatives to antibiotic growth promoters has gained increasing attention. However, evidence regarding their specific effects on carcass traits and fat deposition in broilers is limited and inconsistent. This study provides new evidence of the role of Sauropus androgynus leaf flour in modulating growth performance and lipid distribution in broiler chickens. The objective of this study was to evaluate the effects of Katuk leaf flour on carcass characteristics and fat deposition. A total of 75 broiler chicks were reared for 28 days and randomly assigned to five dietary treatments, with five replicates per treatment and three birds per replicate: a control diet and diets supplemented with 40, 60, 80, and 100 g/kg of Katuk leaf flour. Data were analyzed using analysis of variance, followed by Duncan’s multiple range test. The results showed that Katuk leaf flour supplementation significantly increased slaughter and carcass weights (P<0.05), whereas the carcass percentage was not affected (P>0.05). Notably, abdominal and breast fat deposition was significantly reduced (P<0.05), indicating improved lipid utilization and more efficient energy partitioning. In conclusion, supplementation with Katuk leaf flour at 80-100 g/kg has strong potential as a natural feed additive to enhance broiler productivity and carcass quality by reducing excessive fat deposition without compromising carcass yield.