Muhammad Takdir
Universitas Negeri Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hierarchical-Reflective Learning Strategy in Santri Mentorship: Analyzing the Tiered Leadership Model as Pedagogical Technology in the Dormitory of Pondok Modern Darussalam Gontor Muhammad Yusuf Mustaqim; Unifah Rosyidi; Muhammad Takdir; Syafaat Ariful Huda; Rifaldi Nurul Akbar
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v10i22025p205-219

Abstract

This study analyzes the tiered leadership model in the dormitory of Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) as a hierarchical-reflective learning strategy for santri mentorship. Employing a qualitative descriptive case study design, the research collected data through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving 18 key informants across stakeholder groups. The findings reveal that the system functions as an integrated pedagogical technology, synergizing a structured hierarchical scaffold, a cyclic experiential-reflective engine (POAC/muhasabah), and a foundation of Islamic values. This integration transforms the dormitory into a dynamic learning laboratory, where santri progressively develop leadership competencies through authentic practice grounded in ethical reflection. The model effectively bridges theoretical leadership education with moral character formation, cultivating disciplined, autonomous, and service-oriented leaders. The study concludes that the PMDG model presents a replicable framework for value-based leadership pedagogy. Future research should employ longitudinal and comparative designs to further validate its long-term outcomes and explore potential integrations with digital technologies without compromising its relational and reflective core.
Pengembangan Inclusive Resource Center Berbasis Program SAPA (Skrining Awal dan Pendampingan ABK) di Kelurahan Jatinegara Kaum Septiyani Endang Yunitasari; Asep Supena; Indina Tarjiah; Muhammad Takdir; Neddyana Pahalawaty; Kholifatul Novita Ningsih; Nur Zahra Aqilla Purwanti; Nusaibah Ghoida Ismatulloh
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5313

Abstract

Pendidikan inklusif membutuhkan sistem layanan yang mampu mendukung identifikasi kebutuhan peserta didik secara dini, pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Di Kelurahan Jatinegara Kaum, layanan pendidikan inklusif masih menghadapi keterbatasan dalam pelaksanaan skrining awal, kompetensi guru dalam identifikasi dan pendampingan, dokumentasi perkembangan peserta didik, serta komunikasi dengan keluarga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengembangkan Inclusive Resource Center berbasis Program SAPA (Skrining Awal dan Pendampingan ABK) sebagai pusat layanan pendidikan inklusif di SDN Jatinegara Kaum 14 Pagi. Kegiatan menggunakan pendekatan participatory action melalui tahapan analisis kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, implementasi program, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 23 guru kelas dan guru mata pelajaran. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan angket yang mengukur pengetahuan mengenai ABK dan skrining awal, kesiapan melakukan identifikasi dan pendampingan, serta pemahaman pemanfaatan Inclusive Resource Center. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek yang diukur. Pemahaman guru mengenai skrining awal meningkat dari 21,74 persen menjadi 91,30 persen, sedangkan pemahaman mengenai fungsi Inclusive Resource Center meningkat dari 56,52 persen menjadi 91,30 persen. Selain itu, terbentuk Inclusive Resource Center yang dilengkapi instrumen skrining, media pembelajaran adaptif, sistem dokumentasi perkembangan peserta didik, dan fasilitas konsultasi guru dan orang tua. Program SAPA berbasis Inclusive Resource Center dapat memperkuat kapasitas guru dan membangun sistem layanan pendidikan inklusif yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.