Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan literasi kimia lingkungan melalui edukasi paparan debu mineral pada pekerja tambang batuan Erni Yustissiani; Alpiana Alpiana; Hady Rasikhun; Bedy Fara Aga Matrani; Arif Wijaya; Ariyanto Ariyanto; Erwin Rangga Fitriawa; M Fathin Firaz; Nurul Hidayati; Anwar Efendy; Ringgi Puteri Samengasbumi; Rugaya Rugaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.40225

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kimia lingkungan pada pekerja tambang batuan terkait bahaya paparan debu mineral. Kegiatan dilaksanakan di Desa Perampuan dengan melibatkan 17 peserta yang dipilih secara purposive berdasarkan tingkat keterlibatan dalam aktivitas penambangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis edukasi kontekstual melalui tahapan persiapan, implementasi, dan evaluasi. Kegiatan edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif dan diskusi partisipatif yang disertai dengan arahan penggunaan masker sebagai upaya sederhana dalam mengurangi paparan debu. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one-group pre-test post-test dan dianalisis menggunakan indeks N-Gain. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata peserta dari pre-test ke post-test dengan nilai N-Gain sebesar 0,65 yang termasuk kategori sedang. Secara kualitatif, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap bahaya debu mineral serta pentingnya penggunaan masker saat bekerja. Dengan demikian, kegiatan edukasi yang dilakukan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kimia lingkungan dan mendorong perubahan perilaku menuju praktik kerja yang lebih aman. Kata kunci: literasi kimia lingkungan; debu mineral; N-Gain; edukasi kontekstual. Abstract This community service activity aimed to improve environmental chemistry literacy among stone mining workers regarding the hazards of mineral dust exposure. The activity was conducted in Perampuan Village involving 17 participants selected purposively based on their involvement in mining activities. The method used was a participatory approach based on contextual education through preparation, implementation, and evaluation stages. Educational activities were carried out through interactive lectures and participatory discussions accompanied by guidance on mask usage as a simple measure to reduce dust exposure. Evaluation was conducted using a one-group pre-test post-test design and analyzed using the N-Gain index. The results showed an increase in participants’ average scores from pre-test to post-test with an N-Gain value of 0.65, categorized as moderate. Qualitatively, participants demonstrated improved understanding and awareness of mineral dust hazards and the importance of wearing masks during work. Therefore, the educational activity was effective in improving environmental chemistry literacy and encouraging safer work practices. Keywords: environmental chemistry literacy; mineral dust; N-Gain; contextual education. 
Analisis Eksplorasi Potensi Estimasi sumber Daya dan Cadangan Batuan Andesit di Lombok Timur Menggunakan Metode Cross Section Erwin Rangga Fitriawan; Ariyanto Ariyanto; Bedy Fara Aga Matrani; Alpiana Alpiana; Fadli Fadli; Rugaya Rugaya; Muhammad Fathin Firaz
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 7, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v7i1.40826

Abstract

. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik geologi, mengidentifikasi sebaran endapan mineral, serta mengevaluasi potensi sumber daya sebagai dasar dalam perencanaan kegiatan penambangan. Tahapan penelitian meliputi pemetaan geologi, interpretasi data pemboran, korelasi lapisan mineral, pemodelan geologi tiga dimensi, dan estimasi sumber daya menggunakan metode cross section. Metode ini dipilih karena mampu merepresentasikan variasi geometri tubuh mineral berdasarkan penampang melintang sehingga menghasilkan estimasi volume dan tonase yang lebih representatif. Pemodelan geologi dilakukan untuk menggambarkan bentuk, ketebalan, kontinuitas, dan penyebaran endapan mineral, sedangkan perhitungan sumber daya dilakukan berdasarkan luas penampang, jarak antarpenampang, berat jenis material, serta parameter geologi yang diperoleh dari hasil eksplorasi. Hasil penelitian memberikan informasi mengenai karakteristik endapan, model geologi, estimasi volume dan tonase sumber daya, serta tingkat kelayakan awal untuk pengembangan kegiatan penambangan. Informasi tersebut menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan investasi, penyusunan desain tambang, perencanaan produksi, evaluasi keekonomian, serta pengembangan strategi operasional yang efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat kepercayaan terhadap estimasi sumber daya dan mendukung perencanaan penambangan yang lebih optimal, efisien, dan sesuai dengan kondisi geologi daerah penelitian.