Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 15 TAHUN 2016 MEWUJUDKAN KEPUASAN PENGGUNA JASA PADA PELABUHAN TANJUNG WANGI BANYUWANGI J, Janoko; Satriyo, Galih
JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS INDONESIA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.482 KB) | DOI: 10.32528/jmbi.v4i2.1756

Abstract

Kegiatan Kepelabuhanan di Tanjung Wangi seperti tarif jasa labuh dan jasa kenavigasian masih belum dikelola oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sejak undang-undang nomor 17 tahun 2008 diterbitkan dan penetapan tarif jasa kegiatan kepelabuhanan lebih tinggi dari Peraturan Pemerintah nomor 15 Tahun 2016. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab pengelolaan tarif kegiatan kepelabuhanan belum dikelola secara menyeluruh oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan dan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya penerapan peraturan pemerintah nomor 15 tahun 2016. Metode dalam penelitian ini penggunakan metode kualitatif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini direncanakan menggunakan purposive sampling. Informan kunci adalah Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, PT. Pelindo III dan perusahaan pelayaran. Hasil penelitian ini adalah pengelolaan tarif kegiatan kepelabuhanan khususnya tarif jasa labuh dan tarif jasa navigasi masih dikelola PT. Pelindo III Tanjung Wangi sejak undang-undang nomor 17 tahun 2008 diterbitkan, karena PT. Pelindo III Tanjung Wangi mengacu keputusan direksi PT (PERSERO) Pelabuhan Indonesia III nomor KEP.13/PJ.5.03/P.III-2000. Namun sejak PP nomor 15 tahun 2016 diberlakukan pengelolaan tarif kegiatan kepelabuhanan sudah sesuai dengan UU nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran. Dampak yang ditimbulkan terkait penerapan PP nomor 15 tahun 2016 adalah bagi Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan dan Pelindo III yaitu kedua institusi tersebut dapat dapat mendukung program pemerintah pusat dalam meningkatkan pelayanan dan mengurangi praktik pungli. Bagi pengguna jasa, sebagian besar responnya positif karena didukung sarana on line.
IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 15 TAHUN 2016 MEWUJUDKAN KEPUASAN PENGGUNA JASA PADA PELABUHAN TANJUNG WANGI BANYUWANGI Galih Satriyo; Janoko J
JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS INDONESIA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.482 KB) | DOI: 10.32528/jmbi.v4i2.1756

Abstract

Kegiatan Kepelabuhanan di Tanjung Wangi seperti tarif jasa labuh dan jasa kenavigasian masih belum dikelola oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sejak undang-undang nomor 17 tahun 2008 diterbitkan dan penetapan tarif jasa kegiatan kepelabuhanan lebih tinggi dari Peraturan Pemerintah nomor 15 Tahun 2016. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab pengelolaan tarif kegiatan kepelabuhanan belum dikelola secara menyeluruh oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan dan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya penerapan peraturan pemerintah nomor 15 tahun 2016. Metode dalam penelitian ini penggunakan metode kualitatif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini direncanakan menggunakan purposive sampling. Informan kunci adalah Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, PT. Pelindo III dan perusahaan pelayaran. Hasil penelitian ini adalah pengelolaan tarif kegiatan kepelabuhanan khususnya tarif jasa labuh dan tarif jasa navigasi masih dikelola PT. Pelindo III Tanjung Wangi sejak undang-undang nomor 17 tahun 2008 diterbitkan, karena PT. Pelindo III Tanjung Wangi mengacu keputusan direksi PT (PERSERO) Pelabuhan Indonesia III nomor KEP.13/PJ.5.03/P.III-2000. Namun sejak PP nomor 15 tahun 2016 diberlakukan pengelolaan tarif kegiatan kepelabuhanan sudah sesuai dengan UU nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran. Dampak yang ditimbulkan terkait penerapan PP nomor 15 tahun 2016 adalah bagi Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan dan Pelindo III yaitu kedua institusi tersebut dapat dapat mendukung program pemerintah pusat dalam meningkatkan pelayanan dan mengurangi praktik pungli. Bagi pengguna jasa, sebagian besar responnya positif karena didukung sarana on line.
Program Gemarikan Sebagai Upaya Meningkatkan Gizi dan Kecerdasan Anak Usia Dini Pada TK Aisiyah Bustanul Athfal 1 Dadapan Banyuwangi Ningrum, Nadiya Lifa; Khoiruman, Muhamad Alfi; Satriyo, Galih; Istiari, Nina Ruly; Pratiwi, Yosi Mulyana; Rochman, Saiful; Suwarso, Suwarso; Irawan, Doni Hadi; Candra, Jovi; Janoko, Janoko
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 8 No 1 (2024): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v8i1.4014

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang menunjukkan kurangnya minat untuk anak-anak TK dalam mengkonsumsi ikan laut karena sebagian besar alasannya rasanya terkesan amis dan juga ada yang beberapa siswa yang alergi gatal dll. Selain itu kurangnya pendorong dalam edukasi mengkonsumsi ikan laut juga menjadi permasalahan pada mitra, sehingga perlunya sosialisasi terkait kandungan ikan laut diadakan pada TK Aisiyah Bustanul Athfal 1 Dadapan Banyuwangi agar semua pihak lebih sadar untuk gemar konsumsi ikan laut. Permasalahan terakhir yakni belum ada program gemar makan ikan hanya program makan sehat saja, sehingga perlu ditingkatkan menjadi program Gemarikan agar bisa meningkatkan konsumsi ikan laut dan menjadi TK percontohan yang telah melakukan program Gemarikan. Adapun tujuan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan edukasi kepada guru, orang tua walimurid TK untuk lebih sadar dan berinovasi dalam mengolah ikan laut agar anak-anak menyukai konsumsi ikan laut karena manfaat ikan laut yang mengandung omega 3 yang baik untuk perkembangan otak anak usia dini. Berdasarkan dari hasil kegiatan yang telah dilakukan ini yakni program GEMARIKAN sangat dibutuhkan untuk anak usia dini dengan memberikan edukasi kepada guru, walimurid dan mencontohkan atau mempraktekkan secara langsung untuk mengkonsumsi ikan laut. Setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Gemarikan) ini diharapkan dengan membuat program gemar ikan yang mewajibkan mengkonsumsi laut kepada murid-murid TK Aisiyah Bustanul Athfal 1 Dadapan Banyuwangi. Program wajib mengkonsumsi laut dilakukan satu bulan satu kali oleh murid-murid TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Dadapan Banyuwangi dengan cara makan bersama-sama dikelas.
Pendampingan Kewirausahaan  Practice Young Entrepreneur Anak Muda Dalam Kewirausahaan dan Kekerasan Seksual Satriyo, Galih; Ahmad, Fandi; Suwarso, Suwarso; Rohman, Saiful; Pratiwi, Yosi Mulyana; Janoko, Janoko; Ningrum, Nadiya Lifa
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/w9w3wn28

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali generasi muda, khususnya siswa SMA NU Gombengsari Kalipuro Banyuwangi, dengan wawasan dan keterampilan dalam bidang kewirausahaan serta pemahaman pentingnya manajemen bisnis dan isu kekerasan seksual. Program ini terdiri dari dua sesi utama, yakni pendampingan kewirausahaan bertajuk “Practice Young Entrepreneur” dan sosialisasi edukatif mengenai kekerasan seksual. Dalam sesi kewirausahaan, siswa diarahkan untuk mengenali potensi diri, menggali peluang usaha di lingkungan sekitar, dan menyusun rencana bisnis sederhana berdasarkan kreativitas masing-masing. Kegiatan ini juga menghadirkan para narasumber profesional dari kalangan akademisi dan praktisi usaha yang membagikan pengalaman serta strategi bisnis yang aplikatif. Di sisi lain, sosialisasi kekerasan seksual bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya kekerasan berbasis gender, baik di lingkungan sekolah maupun dunia digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, kepercayaan diri, serta semangat siswa untuk memulai usaha mandiri, disertai dengan kesadaran baru mengenai pentingnya menjaga keselamatan dan hak diri. Program ini diakhiri dengan presentasi rencana bisnis siswa dan penyerahan apresiasi, sebagai bentuk dukungan terhadap semangat wirausaha muda.
Penyuluhan dan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik Menjadi Berkah di Dusun Gunung Remuk Ketapang Kalipuro Banyuwangi Khoiruman, Muhamad; Ningrum, Nadiya Lifa; Satriyo, Galih; Istiari, Nina Ruly; Pratiwi, Yosi Mulyana; Irawan, Doni Hadi; Rohman, Saiful; Suwarso, Suwarso; Janoko, Janoko; Ahmad, Fandi; Nurdian, Yudhi Harris
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1201

Abstract

The research aimed to assess the effectiveness of community education and training programs in enhancing public knowledge and practices regarding organic and inorganic waste management in Gunung Remuk Village, Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi. The study utilized a participatory approach, involving workshops and training sessions focused on the 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle). Data was gathered through surveys and direct observation before and after the intervention. The findings indicated a significant increase in awareness among participants regarding the negative impacts of improper waste disposal and the importance of segregation. Post-program assessments revealed a notable improvement in waste sorting practices at the household level, contributing to cleaner and more sustainable local environments. Furthermore, there was a noticeable reduction in waste volume disposed of improperly, highlighting the effectiveness of recycling and reuse initiatives introduced during the program. In conclusion, the study demonstrates that targeted education and training programs can effectively empower communities to actively participate in environmental preservation efforts. By enhancing knowledge and fostering behavioral changes towards sustainable waste management practices, these initiatives not only improve local environmental quality but also promote broader societal benefits. Continued support and collaboration among local governments, communities, and private sectors are crucial for sustaining and scaling such programs to achieve long-term environmental sustainability goals.
Pelatihan PBB (Peraturan Baris Berbaris) oleh Dosen, Pembina dan Taruna Akademi Kelautan Banyuwangi di SMK NU Sudirman Rogojampi Banyuwangi Alfi Khoiruman, Muhamad; Satriyo, Galih; Rohamn, Saiful; Ahmad, Fandi; Istiari, Nina Ruly; Pratiwi, Yosi Mulyana; Ningrum, Nadiya Lifa; Irawan, Doni Hadi; Suwarso, Suwarso; Janoko, Janoko; Nurdian, Yudhi Harris
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.2048

Abstract

Discipline is one of the key aspects in shaping students' character, especially in vocational school environments. The drill training (Peraturan Baris Berbaris or PBB) by lecturers, instructors, and cadets from the Academy of Maritime Banyuwangi at SMK NU Sudirman Rogojampi Banyuwangi aims to improve students' discipline, teamwork, and responsibility through structured activities. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation to evaluate the effectiveness of this training program. The results show that the PBB training enhances students' ability to follow rules, improves teamwork skills, and fosters a more disciplined character. The discussion of the research links the findings with previous studies, which indicate that discipline-based training is effective in developing students' non-technical (soft) skills that are relevant to the needs of the workforce. The conclusion of this study is that PBB training not only provides practical benefits in improving student discipline but also contributes to strengthening character education overall. The collaboration between higher education institutions and secondary schools has also proven to be effective in providing a holistic learning experience for students.
Leveraging Social Media to Enhance English Language Learning Effectiveness: Insights from the Implementation of the Independent Curriculum in Banyuwangi Regency Doni Hadi Irawan; Suwarso Suwarso; Janoko Janoko; Muhamad Alfi Khoiruman
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.5722

Abstract

This study explores the role of social media in enhancing the effectiveness of English language learning within the implementation of the Merdeka Curriculum in Banyuwangi Regency. With its emphasis on flexible and student-centered learning, the Merdeka Curriculum opens opportunities for integrating familiar digital platforms into classroom instruction. A mixed-methods approach was employed, combining qualitative and quantitative techniques. Qualitative data were collected through classroom observations, teacher interviews, and content analysis to examine how social media is utilized in learning. Quantitative data were gathered using statistical analysis to measure the impact of social media use on students' English learning outcomes. The findings indicate that platforms such as Facebook, Instagram, and YouTube significantly enhance student engagement and motivation. Observational data revealed increased enthusiasm and active participation when materials were delivered through familiar social media platforms. Teachers reported improved student interaction in online discussions and greater involvement in assignments shared digitally. Furthermore, students benefited from expanded access to learning materials beyond formal class hours, leading to improved comprehension and language skills. The integration of social media into English learning supports the Merdeka Curriculum’s goals by fostering active, collaborative, and personalized learning experiences. It not only aligns with students' daily digital habits but also contributes to improved learning outcomes. This research highlights the potential of social media as an innovative educational tool to create more dynamic, relevant, and responsive learning environments.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolaan Sampah dengan Manajemen Bank Sampah untuk Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Keluarga Suwarso Suwarso; Yosi Mulyana Pratiwi; Galih Satriyo; Yudhi Harris Nurdian; Fandi Ahmad; Janoko Janoko; Moehammad Robith Nahdi
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8vm0n470

Abstract

This community empowerment program through waste management using a waste bank system in Bulusan Village, Kalipuro District, Banyuwangi, was implemented to address the increasing volume of household waste and the community’s limited awareness of waste sorting and its economic potential. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach consisting of needs assessment, joint planning, training, and participatory evaluation. The results show a substantial improvement in waste-sorting behavior, increasing from 23% of households before the intervention to 67% after training. Participation in the waste bank also increased from 15 to 58 households. Within the first three weeks of operation, the waste bank collected 126 kg of plastic, 89 kg of paper, and 17 kg of metal, generating an additional collective income of Rp 1,230,000. Training sessions improved managerial and digital recording skills, with 90% of participants successfully using digital forms for waste savings accounts. The program also stimulated positive social change, including increased daily waste separation habits (74%) and enhanced community interaction (67%). These findings align with prior studies (Fitria, 2024; Sudrajat, 2024; Subekti, 2024), confirming that managerial capacity, digitalization, and community participation are key factors for successful waste bank implementation. Overall, the program positively contributed to environmental improvement and household economic income while strengthening community commitment to sustainable waste management.