Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGOLAHAN CEMILAN DARI NANAS GUNA MENINGKATKAN NILAI TAMBAH PRODUK PADA UKM MAWAR MERAH Susilawati; Sri Mulyati; Harmoko
Sehati Abdimas Vol 4 No 1 (2021): Prosiding Sehati Abdimas 2021
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membangkitkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pada masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 ini menjadi perhatian yang sangat penting bagi semua pihak, seperti pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum. UMKM ini memiliki peranan yang sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berada di Desa Sijang, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas adalah UKM Mawar Merah. UKM Mawar Merah ini berdiri pada tanggal 17 Nopember 2018. UKM Mawar Merah ini melakukan kegiatan mengolah buah nanas menjadi dodol nanas, di mana di Desa Sijang, banyak petani yang memproduksi buah nanas. PKM ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi mengenai diversifikasi produk olahan nanas, di mana buah nanas diolah menjadi cemilan nanas sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dari produk nanas tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan/workshop mulai dari proses produksi hingga pengemasan produk, pendampingan dan pembinaan, serta evaluasi dan monitoring mengenai diversifikasi produk olahan nanas. Berdasarkan hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa anggota UKM Mawar Merah sudah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan manajemen usaha dalam mengolah buah nanas menjadi cemilan nanas. Pendampingan dan pembinaan dilakukan guna menjaga kualitas cemilan nanas ini agar tetap baik. Produk cemilan nanas ini sudah dipasarkan di daerah Galing dan dipromosikan kepada pembeli/pelanggan yanga ada di luar Kecamatan Galing. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi dari kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa, peserta PKM 100% sudah memahami akan pentingnya diversifikasi produk olahan nanas dalam meningkatkan nilai tambah produk olahan nanas sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi UKM Mawar Merah di masa adaptasi kebiasaan baru pada saat pandemi Covid-19.
GENDER PERSPEKTIF HADITS sri mulyati
Samawa (Sakinah, Mawaddah Warahmah) Vol. 6 No. 1 (2023): Samawa ( Sakinah, Mawaddah, Warahmah) Jurnal : Kajian Keluarga, Gender dan Anak
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Talking about the conception of gender in the perspective of Hadith, we first need to understand the basic references to the teachings that Muslims believe are related to the pattern of relations between men and women. The first reference is the Al-Qur'an, Muslims believe that it is the first source of Islam which is a reference for the faith of all Muslim life behaviors based on the texts of the Al-Qur'an. In a more interesting discussion of hadith, it will be the core discussion, so that when interpreted in a mawdhui (thematic) way, it is usually referred to by the term, syarh al-hadith bi al-mawdhu'iy, or in relation to understanding hadith, a thematic approach (mawdu'i) to understand the meaning and capture the meaning contained in the hadith by studying other hadiths related to the same topic of discussion and paying attention to the correlation of each so that a complete understanding is obtained. This research on women's leadership is a library research with the Thematic Hadith approach. Thematic Hadith means setting a theme to be used as material for comprehensive study. In this study, a theme was set: Gender Perspective of Hadith, hadith studies. The concept of gender has been formulated in the thematically tagged and prescribed hadiths. However, before the hadiths are recited and disyarah, the author concludes that the gender referred to in this study contains an interpretation of equality of position between women and men in carrying out all activities in accordance with the nature of each Hadith, regarding women's leadership in domestic politics. The steps as well as from the aspect of the sanad are also valid, but understanding must be through a socio-historical approach because this hadith is not always factual.
SCOPE OF BUSINESS FOR SHARIA FINANCING INSTITUTIONS Sri Mulyati; Mukhtar Lutfi
Cross-Border Journal of Business Management Vol. 3 No. 2 (2023): Cross-Border Journal of Business Management
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

At present, sharia financing is very much needed by the Muslim community in order to support economic activities, especially businesses that are carried out in need of additional riba-free capital. This study aims to describe the meaning of Islamic financing institutions and their scope of business. This research belongs to the type of qualitative research with a library research approach in which literature or documents are the main data. Based on this study, it can be concluded that finance companies are business entities outside of banks and non-bank financial institutions specifically established to carry out activities that are included in the business sector of financing institutions. The business activities of financing institutions are leasing, factoring, credit card business, and consumer financing.
Penguatan Keterampilan Penetapan Harga Produk Olahan Jeruk Siam bagi Kelompok Tani Buluh Serumpun di Desa Gapura Sri Mulyati; Kiki Kristiandi; Sangkala Sangkala; Ita Hardianti; Rona Safrina; Aliwasa Aliwasa; Uswatun Khasanah; Rizky Fratama; Rini Rini
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 3 Juli - September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i3.6646

Abstract

Olahan jeruk siam merupakan diversifikasi terhadap buah jeruk dengan memberikan nilai tambah pada hasil pertanian. Olahan jeruk siam akan menghasilkan produk dan peluang pasar baru. Agar tidak terjadinya kerugian dalam produk baru maka perlu adanya penguatan dalam penetapan harga. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan penguatan terhadap keterampilan dalam penentuan harga pada produk olahan jeruk siam yang baru di kelompok tani buluh serumpun. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah secara Participatory Action Research. Dengan jumlah peserta yang terlibat sebanyak 23 orang dan merupakan kelompok tani buluh serumpun. Olahan yang dibuat dalam PKM ini adalah sebanyak 4 produk. Teknik pengumpulan data meliputi identifikasi permasalahan, penyusunan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini mendapatkan tanggapan yang positif dari peserta dengan rata-rata penilaian terbesar adalah sebesar 12,8 % menyatakan sangat puas, sedangkan untuk hasil perhitungan harga pada produk ecoenzym yang memiliki harga paling murah (Rp. 1,966) dan untuk produk yang mahal berada pada produk sabun cair (Rp. 39,840). bahwa dengan adanya pelatihan ini kelompok tani buluh serumpun dapat menentukan harga dan dapat menghindari kerugian yang lebih besar. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menghitung harga pokok produksi serta menetapkan harga jual yang tepat. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam membantu kelompok tani menghindari potensi kerugian serta mendorong pengembangan usaha olahan jeruk siam yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.
Peningkatan Nilai Tambah Jeruk Siam Pasca Panen Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Pada Kelompok Tani Buluh Serumpun Kiki Kristiandi; Sri Mulyati; Sangkala; Dea Apriani; Novita; Heri Budianto
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3133

Abstract

Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah membantu Kelompok Tani Buluh Serumpun sebagai mitra untuk mengurangi limbah jeruk siam pascapanen dengan mengembangkan produk turunan yang tidak terserap oleh pasar. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan PKM ini yaitu dengan participatory approach. Metode ini menekankan bahwa mitra terlibat aktif dari tahapan perencanaan hingga evaluasi. Uraian dalam tahapan PKM yang dilakukan mencakup identifikasi masalah dan kebutuhan mitra, sosialisasi program, pelatihan dan peningkatan kapasitas, penerapan teknologi tepat guna, uji coba produksi, pendampingan produksi dan pengembangan pasar dan evaluasi dan keberlanjutan program. Jumlah peserta yang terlibat adalah 25 orang (7 orang laki-laki dan 18 perempuan), Sedangkan untuk mengukur tingkat pengetahuan mitra yaitu dengan melakukan pre-post test. Hasil dari kegiatan PKM ini adanya peningkatan pengetahuan pre test dengan rata-rata nilai 54,08 dan post test sebesar 74,78. Hal ini menunjukan adanya daya terima positif dari masyarakat selaku mitra  terhadap pelatihan yang diberikan dengan peningkatan nilai yang didapat sebesar 38,27%. Dan secara wawancara langsung bahwa kegiatan ini membantu masyarakat dalam mengolah jeruk siam yang tidak diterima oleh pasar dan mitra mendapatkan pengalaman baru dalam pengolahan jeruk siam dari pelatihan yang telah dilakukan
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP) Melalui Edukasi Partisipatif pada Produk Sirup Jeruk Siam Indria Mahgfirah; Kiki Kristiandi; Sri Mulyati; Sangkala; Evelin Agusti; Beryaldi Agam
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3142

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjadi sebuah sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai Bahan Tambahan Pangan (BTP) melalui pendekatan edukasi partisipatif pada pembuatan produk sirup jeruk siam. Bahan Tambahan Pangan (BTP) merupakan komponen penting dalam proses pengolahan pangan yang berfungsi memperbaiki mutu, cita rasa dan daya simpan produk. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang belum memahami jenis, fungsi serta batas aman penggunaannya sehingga menjadi permasalahan yang serius. Metode yang diguankan pada pengabdian masyarakat ini ialah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, tahap perizinan, tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian dan tahap evaluasi dengan memberikan post test setelah melaksanakan kegiatan. Penyajian dari pengabdian ini meliputi kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif untuk mendeskripsikan kegiatan, sedangkan kuantitatif menjelaskan secara numerik. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah terjadi peningkatan signifikan pada nilai pre test dan post test, yaitu dengan nilai masing-masing 71,82% dan 91,36%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa dari kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak peningkatan pengetahuan terkait Bahan Tambahan Pangan (BTP) setelah dilakukan sosialisasi.
Pengembangan Edukasi Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Siam Sebagai Lulur Tradisional Evelin Agusti Tjasmana; Kiki Krisitiandi; Sangkala; Sri Mulyati; Indria Mahgfirah; Angga Tritisari
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3163

Abstract

Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi terkait manfaat dalam kulit jeruk yang berkhasiat untuk kesehatan dan perawatan kulit serta pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai bahan lulur tradisional. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan tahapan meliputi pre-test, sosialisasi, penyampaian materi, evaluasi dengan post-test, dan analisis hasil. Hasil kegiatan sosialisasi menunjukkan bahwa peserta antusias dan memahami manfaat limbah kulit jeruk sebagai bahan lulur tradisional. Dengan demikian, sosialisasi yang dilakukan efektif meningkatkan pengetahuan peserta terkait pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai lulur tradisional.