Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pendampingan kelas ibu hamil dalam deteksi dini resiko tinggi pada kehamilan Kusyanti, Florentina; Putri, Kornelia; Leni, Leni
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v8i2.2129

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada Masyarakat adalah kurangnya tingkat  pengetahuan tentang deteksi resiko tinggi pada ibu hamil ,serta tidak adanya pendampingan pada ibu hamil.serta ibu hamil tidak  rajin kunjungan antennal care,sehingga ibu hamil yang mengalami resiko tinggi tidak paham, dana masih sering terjadi  3  terlambat yaitu terlambat mengambil keputusan,terlambat sampai di fasilitas,terlambat mendapat penangan. Pendidikan kesehatan tentang pentingnya ANC secara rutin,tanda bahaya kehamilan,Cara-cara mengenali resiko tinggi. Bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat (ibu hamil) dalam dalam mengenali tanda-tanda resiko tinggi dalam kehamilan. Dengan Upaya pendampingan ibu hamil lewat kelas ibu hamil dan pemberian materi tentang tanda bahaya,tanda-tanda resiko tinggi, serta manfaat kunjungan ANC rutin. Kegiatan ini dilaksnakan di kelas ibu hamil di PMB Tutik Purwani Plumbon, Sardonoharjo Sleman, dilaksanakan bulan Juli-Agustus, metode yang pakai ceramah dan diskusi. Peserta ibu hamil dari trimester 1 sampai ibu hamil trimester 3. Keberhasilan dapat dilihat dari hasil dari prest test 14,5 menjadi 79. Nilai korelasi sebesar 0.326 sedangkan nilai sig 0.358 tidak ada hubungan,Nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan kelas ibu hamil,sehingga setelah materi selesai peserta banyak yang bertanya.Keseimpulam  ada pengaruh tingkat pengetahuan sebelum peserta mengikuti penyuluhan dan sesudahnya.
PERBANDINGAN DUKUNGAN PIMPINAN TERHADAP KEMAJUAN BP UMUM DENGAN KIA DALAM PELAKSANAAN ANC TERPADU Florentina Kusyanti
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 2 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Peningkatan kualitas tenaga kesehatan di puskesmas penting untuk mewujudkan pelayanan yang profesional. Beragam layanan puskesmas, termasuk BP umum dan KIA, membutuhkan dukungan lintas bidang, terutama dalam pelaksanaan ANC terpadu untuk menurunkan AKI dan AKB. Tujuan kajian ini adalah mengetahui dukungan pimpinan dalam peningkatan kualitas tenaga kesehatan dan pelayanan, serta faktor penghambat peningkatan pelayanan BP umum dan ANC terpadu. Metode:  Penelitian Adalah kualitatif dengan wawancara pada kepala puskesmas, bidan puskesmas dan bidan Kia Dinas Kesehatan yang berjumlah 26 responden, wawancara dilakukan dengan pertanyaan mendalam, maka responden sebagai objek penelitian dan penelitian sebagai subjek penelitian. Hasil: Responden didominasi usia 41–50 tahun (76,92%), seluruhnya berpendidikan sarjana, mayoritas dokter umum (84,67%), dan bekerja hingga 10 tahun. Mayoritas pimpinan mendukung peningkatan kualitas tenaga kesehatan, meski masih ada yang kurang mendukung tenaga KIA. Hambatan utama terdapat pada pelayanan ANC terpadu karena kurangnya tenaga gizi dan kesling, serta pasien enggan ke dokter umum dan dokter gigi akibat antrean panjang. Kesimpulan:  Peningkatan kuslitas tenaga Kesehatan KIA maupun BP ada beberapa puskesmas sangat mendukung tetapi ada sedikit pimpinan puskesmas kurang mendukung, sedangkan untuk faktor yang menghambat dalam pelayanan BP umum tidak ada, namun pada pelayanan ANC terpadu banyak kendala karena petugas gizi dan kesling sangat trebatas, sedangkan untuk dokter umum dan dokter gigi ibu hamil tidak mau antri sehingga tidak mendapatkan pelayanan.  
PERBANDINGAN EFEK PADA TUBUH ANTARA ROKOK HERBAL DENGAN ROKOK KONVENSINAL DI WILAYAH MERTOYUDAN Florentina Kusyanti
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 2 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar belakang: Perilaku Masyarakat dalam merokok sangat bervariasi,selain itu mkebiasaan merokok bisa dilihat dari sudut pandang yang negative maupun yang positif. Merokok bila dilihat dari segi medis tidak baik karena pengaruh bahan kimia yang terkandung dalam rokok Misalnya(nikotin,Karbonmonoksida,tar) yang mampu memaju kerja syaraf sehingga membuat lebih semangat.Seorang perokok aktif sudah menghabiskan 100 batang rokok, sebagai perokok pasif orang yang tinggal disekitar rumahnya, maka zat nikotin yang sudah terserat dalam tubuh bisa menembus darah otak yang bisa menyebabkan otak terstimulasi ayau terangsang untuk mengeluarkan suatu hormon nikmat dalam tubuh.tujuaan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efek antara rokok herbal dengan rokok konvensional.   Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif ,populasi yang digunakan pada penelitian adalah bapak,ibu,dan remaja sudah merokok lebih 1 tahun dan pernah memakai rokok herbal serta rokok konvensional,umur 20-50 tahun,tehnik yang digunakan dengan total sampling sebanyak 18 responden.   Hasil: Karakteristik umur paling banyak berumur > 51 tahun sebesar 56,6%,Pekerjaan paling banyak karyawan swasta sebesar 55,5%,Pendidikan sama-sama antara Pendidikan menegah dan tinggi sebesar 50%,untuk lamanya memakai rokok paling banyak lama > 10 sebesar 44,4%,sedangan untuk factor mengaruhi orang beralih dari rokok konvensional atau rokok biasa ke rokok herbal adalah karena keinginan untuk sembuh dari penykait dan ingin sehat,pengaruh yang ditimbulkan saat pertama memakai ada yang pusing dan muntahmuntah,untuk rokok herbal tidak menyebabkan kecanduan   Kesimpulan: Bahwa ada perbedaan pengaruh pada tubuh antara rokok herbal dan rokok konvesional atau rokok biasa 
PENGARUH  PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU NIFAS Florentina Kusyanti
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang: Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2012 menganjurkan ibu nifas untuk melakukan IMD dan memberikan ASI eksklusif demi kesehatan ibu dan bayi. ASI memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan imun, mendukung perkembangan, dan mencegah penyakit serta stunting. Selain itu, ASI juga memperkuat ikatan ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas. Metode:  Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif Responden penelitian adalah ibu nifas hari 1 sampai hari ke 10,,jumlah responden 65 responden,jumlah sample adalah 50 responden,Responden yang diambil adalah ibu nifas yang mau dipijat oksitosin dan suami mau melanjutkan pijat dirumah.,Olah data dengan analisis univariat dan bivariate. Hasil: Umur responden paling banyak berumur > 30 tahun sebesar 40%,pendidikan paling banyak pendidikan menengah sebesar 72%, Pekerjaan paling banyak swasta sebesar 44%,Paritas paling banyak paritas 1 sebesar 40%,tingkat pengetahuan komplementer paling banyak dengan kategori cukup 58%,pijat oksitosin mayoritas melakukan sebesar 90%. Kesimpulan:  Hasil akhir ada pengaruh tetapi sangat lemah
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KLIMAKTERIUMDENGAN KESIAPAN IBU MENGHADAPI MASA KLIMAKTERIUMDI PADUKUHAN PUNDUNG TIRTOMARTANI KALASAN Florentina Kusyanti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 3 No 2 (2018): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/aexfqy42

Abstract

Latar Belakang: Masa klimakterium merupakan masa peralihan dari masa reproduksi ke masa senium, dimana seorang wanita akan mengalami berbagai perubahan fisik maupun psikis. Dalam perubahan itu, seorang wanita membutuhkan kesiapan untuk menerima suatu keadaan yang dialaminya. Kesiapan akan dipengaruhi oleh pengetahuan seorang wanitatersebut. Berdasarkan studi pendahuluan di Padukuhan Pundung Tirtomartani Kalasan, dari 10 orang ibu terdapat 3 ibu (30%) memiliki pengetahuan yang baik dan 7 ibu (70%) memiliki pengetahuan yang kurang mengenai klimakterium. Diketahuinya tingkat pengetahuan ibutentang klimakterium di Padukuhan Pundung Tirtomartani Kalasan dapat mempengaruhi kesiapan ibu dalam menghadapi masa klimakterium.Metode: Penelitian dilaksanakan di Padukuhan Pundung Tirtomartani Kalasan. Menggunakan metode deskriptif korelasional dan desain penelitiannya adalah cross-sectional. Subyek penelitian adalah ibu yang berusia 40-49 tahun dan masih mengalami haid. Penelitianini menggunakan teknik sampel total sampling dan sampel di penelitian ini adalah 48 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil: Ibu di Padukuhan Pundung Tirtomartani Kalasan mayoritas (58,3%) berada pada umur 40-45 tahun, mayoritas (33,3%) berpendidikan SMP, mayoritas (83,3%) bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan mayoritas (87,5%) mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan.Mayoritas (60,4%) pengetahuan ibu di Padukuhan Pundung Tirtomartani Kalasan berada dalam kategori baik, sedangkan (39,6%) berada dalam kategori cukup. Mayoritas (66,7%) ibu di Padukuhan Pundung Tirtomartani Kalasan pada tahun 2014 mempunyai kesiapan dalam kategori siap, sedangkan (33,3%) ibu mempunyai kesiapan dalam kategori tidak siap. Hasilsurvey deskriptif yang didapat chi-square hitung adalah 17,423 dan p-value adalah 0,000. Nilai C (koefisien kontingensi) = 0,516 yang berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang klimakterium dengan kesiapan ibu menghadapi masa klimakterium di Padukuhan Pundung Tirtomartani Kalasan dan memiliki keeratan yang sedang.Kesimpulan: Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang klimakterium dengan kesiapan ibu menghadapi masa klimakterium di Padukuhan Pundung Tirtomartani, Kalasan.
HUBUNGAN ANTARA GANGGUAN MENSTRUASI (DISMENOREA) DENGAN  AKTIFITAS BELAJAR PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI  D -III KEBIDANAN Florentina Kusyanti; Astri Fay
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 1 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/324z2708

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri dalam pergantian dari anak-anak masuk ke dalam remaja adalah perubahan baik secara fisik maupun perubahan hormonal,sehingga anak perempuan akan mengalami menstruasi yang akan dating tiap bulan.Sebanyak 75% Wanita pada tahap remaja akhir  akan mengalami gangguan yang berhubungan dengan hormona berkaitan dengan menstruasi.Gangguan menstruasi tidak dialami oleh semua remaja tetapi ada beberapa remaja putri yang mengalami gangguan  menstruai yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan fisik maka dapat menggangu anktifitas rutin maupun aktifitas belajar,selain itu jua mengganggu psikologis remaja dalam berfikir atau menhadapi masalah.Gangguan menstruasi yang paling sering menganggu aktifitas belajar adalah dysmenorrhea. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara  gangguan menstruasi dysmenorrhea dengan aktifitas belajar dengan pada mahasiswa D-III Kebidanan Angkatan 2012 Metode: Penelitian ini dilaksanakan di prodi D-III Kebidan pada mahasiswa kebidanan Angkatan 2012,Desain yang dipakai pasa penelilian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cros sectional Tehnik pengumpulan data dengan Purposive or Judgement Sampling jumlah sampel 69 responden .Data diambil pada mahasiswa yang mengalami gangguan dysmenorrhea. Saat menstruasi. Hasil: Jumlah 68 responden  ,Umur responden mayoritas berumur antara 20-35 tahun sebesar 60,3%, Aktifitas Belajar responden mayoritas masih aktif sebesar 72,1%,Ganguan menstruasi Dismenorea mayoritas dismenorea ringan sebesar 63,2%, Menurut hasil hubungan ada hubungan dengan nilai signifikasi 0,000 Kesimpulan: Ada hubungan antara aktifitas belajar dengan gangguan menstruasi disminorea dengan nilai kearatan 0,602 dengan tingkat keratan sedang 
PENGARUH PELATIHAN TENTANG RILEKSASI DENGAN NAFAS PANJANG, MASAGE DAN PIJAT EFLURIT PADA IBU HAMIL DI TRIMESTER III Florentina Kusyanti; Ian Puteri
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 7 No 2 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/j716xk07

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan adalah suatu anugerah yang selalu ditunggu oleh keluarga muda untuk melengkapi keluarga,tetapi keadaan suatu ibu yang hamil adalah suatu keadaan yang rentan,lebih-lebih ibu hamil pada trimester III sering  banyak keluhan yang dirasakan oelh ibu hamil karena kehamilan sudah dekat dengan persalinan dan kehamilan sudah tua,sehingga keadaan seperti ibu hamil trimester III sangat perlu diberikan materi dan penadampimgan untuk rasa nyari yang sering timbul diakhir kehamilan dan pada saat persiapan persalinan pada kala 1,maka dengan diberikan pelatihan cara-cara releksasi dengan nafas Panjang,massage,dan pijat eflurit  maka akan sangat membantu untuk mengurangi rasa nyeri yang timbul karena pengaruh hormone persalinan,karena pijat eflusit juga bisa dilakukan oleh suami sehingga bisa meningkatkan support mental bagi ibu yang akan melahirkan sehingga akan meningkatkan semangat ibunya. Tujuan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan suami tentang cara-cara rileksasi dengan nafas Panjang,massage dan pijat eflurit pada kehamilan tri mester III Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analitik yang penelitiannya dilaksanakan di Kelas ibu hamil yang diadakan di PMB wilayah Desa Maguwoharjo Depok Sleman.Yogyakarta,dimana pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 8-9 Agustus 2019.Jumlah Sampel sejumlah  22 responden,Tehnik pengambilan sampel dengan total sampling Alat yang digunakan adalah kuesioner tertutup dan Wawancara dengan ,untuk olah datanya dengan univariat dan bivariat. Hasil: Karakteritik umur Sebagian besar  berumur 26-35 tahun sebesar 45,45 %, Jenis kelamin sebagian besar  perempuan sebesar 54,55 %,Umur kehamilan mayoritas berumur  29-36 minggu sebesar 66,67%,Paritas paritas 1 sebesar 40,91%, 2. Tingkat pengetahuan  peserta pelatihan sebelum mengikuti pelatihan Sebagian besar cukup sebesar 59,09%sedangkan hasil sesudah mengikuti pelatihan dengan hasil.Sebagian besar baik sebesar 54,55%, 3. Hasil uji T didapatkan bahwa t hitung -5,594 disini menunjukkan bahwa nilai peserta sebelum mengikuti pelatihan lebih rendah dibandingkan dengan sesudahnya,selain itu nilai signifikasinya (p) dengan nilai 0,000 yang artinya nilai p<0,05,ada beda rata-rata sebelum dan sesudahnya pelatihan Kesimpulan: ada pengaruh dalam pemberian pelatihan 
EFEKTIFITAS PEMBERIAN EDUKASI TENTANG ETIKA PERGAULAN REMAJA DENGAN PENERAPAN ETIKA PERGAULAN REMAJA DI SMA Florentina Kusyanti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/mpxh4r21

Abstract

Latar Belakang : Etika pergaulan sangat penting bagi remaja lebih-lebih remaja setingkat SMA karena remaja SMA itu remaja yang belum bisa dilepas begitu saja tetapi masih memerlukan pendampingan baik dari orang tua maupun pendampingan dari orang lain.Pergaulan yang dilakukan orang remaja harus memiliki etika karena seorang yang tidak memiliki etika maka akan merusak hubungan dengan orang lain,lebih-lebih anak remaja SMA sangat perlu penerepan etika pergaulan baik dilingkungan sekolah maupun dilingkungan masyarakat umum,karena anak SMA sebagai seorang yang berpendidikan sehingga harus memberikan contoh yang baik dalam pergaulan,selain itu menjaga jangan sampai remaja terjerumus dalam pergaulan bebas.Untuk menjaga remaja ini memiliki etika pergaulan yang baik maka sangat diperlukan diberikan edukasi dan pengawasan secara berkala atau terus menerus. Tujuan : untuk mengetahui efektifitas pemberian edukasi tentang etika pergaulan terhadap penerapan etika pergaulan disekolah dan dimasyarakat umum. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi yang penelitiannya dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sapuran kelas XII wilayah Dinas pendidikan kabupaten Wonosobo jawa tengah, dimana pengambilan data dilaksanakan pada tanggal November 2018 – januari 2019. Jumlah Sampel sejumlah 154 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, kuesioner. responden,Tehnik pengambilan data dengan total sampling Pengolahan dengan Distribusi frekuensi, Costab. Hasil: untuk hasil penelitian karakteristik umur paling banyak umur 17 tahun sebesar 50,6%,Pendidikan orang adalah sekolah dasar sebesat 66,2%,Pekerjaan orang adalah wiraswasta sebesar 31,2%,Selain untuk hasil pengetahuan tentang etika pergaulan hasil baik sebesar 96,1%,sedangkan untuk penerapan dengan kategori baik sebasar 89,6%,Maka klo dilihat hasil hubungan antara pengetahuan dengan penerapan etika pergaulan nilai pearson chisquare test di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi p-value sebesar 0.137 dan nilai chisquare sebesar 3,975 Karena tabel silang (cross tabulation) 2x2 dan 0% cell expected (< 5), maka menggunakan nilai continuity correction. Pada nilai continuity correction sebesar 2,715 dan signifikansi p-value 0.257 (>0.05) maka hipotesis null (H0) diterima yang berarti bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara edukasi etika pergaulan dengan penerapan etika pergaulan. Kesimpulan: Sangat efektif pemberian edukasi etika pergaulan terhadap penerapan etika pergaulan di SMA.