p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Riva Nasrila
Universitas Negeri Padang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi Kebijakan Program “Kota Solok Menuju 0% Kemiskinan” Melalui Pengembangan UMKM Sebagai Penanggulangan Kemiskinan Aisyah Zahra; Adzmy Altha Azkiya; Riva Nasrila; Sandro J.O Tampubolon; Syiva Rezki; Rani Kartika
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program “Kota Solok Menuju 0% Kemiskinan” melalui pengembangan UMKM sebagai strategi penanggulangan kemiskinan. Kajian ini penting dilakukan karena meskipun UMKM diposisikan sebagai sektor yang mampu mendorong pembangunan ekonomi masyarakat dan menurunkan kemiskinan, keberadaannya di tingkat lapangan seringkali menghadapi kendala administratif, keterbatasan modal, serta rendahnya literasi digital dan informasi bantuan pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Pasar Raya Kota Solok. Informan dipilih secara purposive sampling sebanyak delapan pelaku UMKM yang menjalankan usaha pada sektor informal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program UMKM sebagai alat penanggulangan kemiskinan belum berjalan optimal. Hambatan yang ditemukan terdiri dari birokrasi bantuan yang rumit, ketidakmerataan akses program, rendahnya pengetahuan mengenai administrasi usaha, serta keterbatasan modal yang menghambat pengembangan usaha. Selain itu, literasi digital yang rendah membuat sebagian besar pelaku UMKM tidak mampu memanfaatkan peluang pemasaran online. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan program masih belum menyentuh kebutuhan nyata pelaku UMKM, sehingga diperlukan perbaikan dalam pendampingan, sosialisasi, serta penyederhanaan prosedur bantuan agar UMKM dapat berkembang dan berfungsi sebagai instrumen efektif dalam penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi kajian lanjutan mengenai pembangunan ekonomi lokal berbasis UMKM serta evaluasi kebijakan intervensi sektor informal di masa mendatang.
Tansformasi Kehidupan Sosial Masyarakat Pasca Bencana Banjir Bandang di Kawasan Gunung Nago Kota Padang Riva Nasrila; Delmira Syafrini; Shilva Putri Mahendra; Metra Alvionita; Sandro J.O Tampubolon; Ratih Haifa Putri
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.578

Abstract

Penelitian ini menganalisis transformasi kehidupan sosial masyarakat pasca bencana di kawasan Gunung Nago, Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Penelitian ini dilakukan karena masih terbatasnya kajian yang secara khusus membahas transformasi kehidupan sosial masyarakat pasca bencana di kawasan Gunung Nago, terutama yang mencakup perubahan kondisi sosial, ekonomi, solidaritas sosial, dan strategi adaptasi masyarakat secara komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perubahan kondisi sosial masyarakat, perubahan ekonomi dan mata pencaharian, bentuk solidaritas sosial, serta strategi adaptasi masyarakat dalam menghadapi kondisi pasca bencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Informan penelitian berjumlah 8 (delapan) orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas masyarakat terdampak bencana, pedagang, pencari pasir dan batu, serta warga yang memahami kondisi sosial masyarakat pasca bencana. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan perspektif teori struktural fungsional AGIL Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bencana telah menyebabkan transformasi kehidupan sosial masyarakat yang ditandai oleh menurunnya aktivitas sosial, munculnya trauma dan kewaspadaan kolektif, terganggunya kondisi ekonomi akibat berkurangnya mata pencaharian utama, serta berubahnya pola interaksi sosial masyarakat. Di sisi lain, solidaritas sosial masyarakat mengalami penguatan melalui kegiatan gotong royong, saling membantu, dan kerja sama dalam proses pemulihan pasca bencana. Masyarakat juga menunjukkan kemampuan adaptasi melalui pencarian sumber penghasilan alternatif, penguatan jaringan sosial, dan peningkatan kesadaran terhadap kesiapsiagaan bencana. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mendorong terjadinya transformasi sosial yang membentuk pola kehidupan masyarakat yang baru.
Flexing di Kalangan Mahasiswa FIS UNP: Strategi Mencari Pengakuan Sosial di Era Media Sosial Riva Nasrila; Hanafi Saputra; Fauzanah Fauzan El Muhammady; Hafid Pradana; Ratih Haifa Putri; Nur Aisyah; Marwatil Husna
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.625

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola interaksi sosial masyarakat dan melahirkan berbagai fenomena baru, salah satunya adalah flexing. Di kalangan mahasiswa, flexing tidak hanya berkaitan dengan tindakan memamerkan kepemilikan materi atau gaya hidup, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun citra diri dan memperoleh pengakuan sosial di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna flexing di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (FIS UNP) sebagai strategi memperoleh pengakuan sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya dalam  menjelaskan fenomena flexing secara lebih komprehensif sebagai tindakan sosial yang berkaitan dengan pengakuan sosial, identitas diri, status sosial, dan eksistensi, bukan semata-mata sebagai perilaku konsumtif sebagaimana banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus dengan melibatkan delapan informan yang dipilih melalui teknik purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen,  kemudian diolah menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berangkat dari perspektif teori Interaksionisme Simbolik oleh George Herbert Mead hasil penelitian menunjukkan bahwa flexing dimaknai mahasiswa sebagai sarana memperoleh pengakuan sosial, membangun identitas diri, menunjukkan status sosial, serta mempertahankan eksistensi di era digital. Media sosial menjadi arena penting bagi mahasiswa untuk menampilkan simbol-simbol sosial yang membentuk citra diri dan memperoleh legitimasi dari lingkungan sekitarnya. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena flexing perlu dipahami sebagai bentuk interaksi sosial yang mengandung makna simbolik dalam proses pembentukan identitas dan relasi sosial mahasiswa di era digital.
Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital: Revitalisasi Pembelajaran Surau di Masjid Alfurqon Muaro Penjalinan Padang Adellia Mutiara Putri; Gusmira Wita; Elsa Putri Hardyanti; Fara Aisyah Zalma; Riva Nasrila; Fauzi Ariansyah; Sri Rahayu Ermadini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.652

Abstract

Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan pola perilaku generasi muda yang lebih banyak menghabiskan waktu di ruang digital dibandingkan mengikuti kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong lembaga pendidikan tradisional, termasuk surau, untuk melakukan adaptasi agar tetap relevan di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi pembelajaran surau melalui program Smart Surau di Mesjid Al-Furqon Muaro Penjalinan Padang dalam mempertahankan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian Studi Kasus. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 10 orang yang terdiri dari guru TPQ, pengurus mesjid, santri, dan orang tua santri. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi pembelajaran surau dilakukan melalui penggunaan teknologi digital sederhana seperti absensi digital, media visual pembelajaran, dan grup WhatsApp tanpa menghilangkan pembelajaran agama, pendidikan adab, serta nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Minangkabau. Pemanfaatan media digital membuat anak-anak lebih tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran dan keagamaan di surau. Selain itu, kegiatan surau juga tetap membentuk karakter anak melalui penanaman nilai disiplin, sopan santun, tanggung jawab, serta pengawasan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program Smart Surau menjadi bentuk adaptasi lembaga pendidikan tradisional terhadap perkembangan era digital tanpa menghilangkan fungsi surau sebagai ruang pendidikan karakter dan pewarisan nilai budaya lokal masyarakat Minangkabau.