Asep Ahmad Siddiq
Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Dakwah Digital pada Instagram @syiarbudayaislam dalam Mempromosikan Budaya Islam Rahmat Herman Simabur; Asep Ahmad Siddiq; Ahmad Mudakir
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v5i2.8281

Abstract

Abstract. This study aims to determine the da'wah method used by the Instagram account @syiarbudayaislam in promoting Islamic culture to the digital community. In the era of social media, da'wah through platforms such as Instagram has become an effective strategy for conveying Islamic messages. This study uses a descriptive qualitative approach with a content analysis method. The theory used refers to the da'wah method according to Samsul Munir Amin, namely bil lisan (verbal), bil qalam (written), and bil hal (behavior/exemplary). The results show that the @syiarbudayaislam account consistently conveys da'wah messages through creative and educational content by utilizing Instagram features such as feeds, reels, and stories. Islamic messages are packaged in the form of stories about culture, traditions, art, and Islamic historical figures in Indonesia. The approach used is persuasive, communicative, and adapted to the characteristics of the younger generation. The use of visual symbols and positive narratives also strengthens the delivery of da'wah. Abstrak. Artikel bertujuan mengetahui metode dakwah yang digunakan oleh akun Instagram @syiarbudayaislam dalam mempromosikan budaya Islam kepada masyarakat digital. Di era media sosial, dakwah melalui platform seperti Instagram menjadi strategi efektif untuk menyampaikan pesan keislaman. Artikel menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi konten. Teori yang digunakan mengacu pada metode dakwah menurut Samsul Munir Amin, yaitu bil lisan (verbal), bil qalam (tertulis), dan bil hal (perilaku/keteladanan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @syiarbudayaislam secara konsisten menyampaikan pesan dakwah melalui konten kreatif dan edukatif dengan memanfaatkan fitur Instagram seperti feed, reels, dan story. Pesan keislaman dikemas dalam bentuk cerita budaya, tradisi, seni, serta tokoh-tokoh sejarah Islam di Indonesia. Pendekatan yang digunakan bersifat persuasif, komunikatif, dan disesuaikan dengan karakteristik generasi muda. Penggunaan simbol visual dan narasi positif turut memperkuat penyampaian dakwah.
Framing Realitas Sosial dalam Proses Produksi Program "Cerita Muslimah" MQTV untuk Syiar Islam Nazwa Sabila Febiana; Parihat Kamil; Asep Ahmad Siddiq
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9943

Abstract

Abstract. The development of television-based da‘wah media presents ethical challenges in packaging sensitive social issues so that they do not shift toward sensationalism while remaining capable of attracting audience attention. Cerita Muslimah, a program broadcast on MQTV, represents a form of da‘wah programming that presents real-life stories of women through a consultative format, thereby shaping audience interpretations of social and religious realities. This study aims to analyze the process of framing social reality in the production of the Cerita Muslimah program, including the selection of issues and da‘wah values, the application of framing strategies during the pre-production, production, and post-production stages, the construction of da‘wah values, as well as the supporting and inhibiting factors in the production process. This research employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and were analyzed using Robert N. Entman’s framing model supported by Berger and Luckmann’s theory of social construction. The findings indicate that da‘wah framing is applied consistently from the planning stage through post-production, enabling sensitive issues to be presented in a reflective and solution-oriented manner while maintaining the integrity of Islamic da‘wah values. Abstrak. Perkembangan media dakwah melalui televisi menghadirkan tantangan etis dalam mengemas isu sosial yang sensitif agar tidak bergeser ke arah sensasional, namun tetap mampu menarik perhatian audiens. Program Cerita Muslimah di MQTV menjadi salah satu contoh tayangan dakwah yang mengangkat kisah nyata perempuan melalui format konsultatif, sehingga berpotensi membentuk pemaknaan audiens terhadap realitas sosial dan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses framing realitas sosial dalam produksi program Cerita Muslimah, meliputi pemilihan isu dan nilai dakwah, penerapan strategi framing pada tahap pra-produksi, produksi, dan pascaproduksi, konstruksi nilai dakwah, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses produksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model framing Robert N. Entman dengan dukungan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framing dakwah diterapkan secara konsisten sejak tahap perencanaan hingga pascaproduksi, sehingga isu-isu sensitif disajikan secara reflektif, solutif, dan tetap menjaga integritas nilai dakwah Islam.