Parihat Kamil
Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Metode Dakwah pada Akun Instagram @halalcorner tentang Gaya Hidup Halal Sarah Utami; Parihat Kamil; Ahmad Mudakir
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v5i2.8303

Abstract

Abstract. The development of digital technology has driven the transformation of Islamic preaching through the use of Instagram social media. This study aims to examine the Instagram account @halalcorner, a non-governmental organization (NGO) with legal status (AHU-0011101.AH.01.04), focusing on da'wah content themed around the halal lifestyle, particularly critical issues related to food and beauty or personal care, reviewed from the perspective of the da'wah methods used. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Data analysis is carried out through content analysis which includes reduction, presentation, and data verification. The study examined eight posts published between March and June 2025, referring to Moh. Ali Aziz's theory of da'wah methods, namely hikmah, mau'idzah hasanah, and mujadalah. The results showed that in content related to critical issues in food and beauty/personal care, there was variation in the use of da'wah methods, either two or three methods. These findings indicate that the Instagram account @halalcorner is able to convey da'wah in a logical, persuasive, and dialogical manner, making it effective as a means of da'wah. Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dakwah Islam melalui pemanfaatan media sosial Instagram. Penelitian ini bertujuan mengkaji akun Instagram @halalcorner, sebuah organisasi nonpemerintah (NGO) yang memiliki legalitas hukum (AHU-0011101.AH.01.04), dengan fokus pada konten dakwah bertema gaya hidup halal, khususnya titik kritis makanan serta kecantikan atau perawatan diri, ditinjau dari metode dakwah yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui analisis isi yang meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Penelitian mengkaji delapan unggahan yang dipublikasikan pada periode Maret–Juni 2025 dengan merujuk pada teori metode dakwah Moh. Ali Aziz, yaitu hikmah, mau‘idzah hasanah, dan mujadalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konten titik kritis makanan dan kecantikan/perawatan diri terdapat variasi penggunaan metode dakwah, baik dua maupun tiga metode. Temuan ini menunjukkan bahwa akun Instagram @halalcorner mampu menyampaikan dakwah secara logis, persuasif, dan dialogis sehingga efektif sebagai sarana dakwah.
Analisis Isi Pesan Akidah pada Whatsapp Group Hijrah Fisabilillah Dhea Riza Armyfa; Parihat Kamil; Sausan Muhammad Sholeh
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v5i2.8336

Abstract

Abstract. In this era the social media is widely used as a tool of Islamic preaching (dakwah), namely WhatsApp Groups as one of the platforms for religious communication. The group of Hijrah Fisabilillah is a digital community where actively disseminates the messages in relation  to Islamic creed (akidah). This study aims to analyze the content of akidah messages in the group which is based on Bernard Berelson’s theory, this study includes the message categories, patterns of message delivery, and the message tendencies. This research uses a qualitative method with a content analysis approach. The data were collected through documentation during the month of Ramadan 1446 H/2025 CE. The results show that the akidah messages in this group comprehensively reflect the teachings of tauhid, including rububiyah, uluhiyah, and asma’ wa sifat in the WhatsApp Group. The delivery patterns are concerning such as narrative, persuasive, and educational, while the message tendencies emphasize the introspective calls and the strengthening of tauhid. In conclusion, the WhatsApp Group of Hijrah Fisabilillah serves as an effective medium for dakwah, positively and interactively shaping the members’ understanding of akidah. Abstrak. Di era ini , media sosial banyak digunakan sebagai sarana dakwah Islam, salah satunya adalah Grup WhatsApp sebagai platform komunikasi keagamaan. Grup Hijrah Fisabilillah merupakan komunitas digital yang aktif menyebarkan pesan-pesan yang berkaitan dengan akidah Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi pesan akidah dalam grup tersebut berdasarkan teori Bernard Berelson, yang mencakup kategori pesan, pola penyampaian pesan, dan kecenderungan isi pesan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data dikumpulkan melalui dokumentasi selama bulan Ramadhan 1446 H/2025 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan-pesan akidah dalam grup ini secara menyeluruh mencerminkan ajaran tauhid, yang meliputi tauhid rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa sifat. Pola penyampaian pesan yang digunakan meliputi naratif, persuasif, dan edukatif, dengan kecenderungan pesan yang menekankan ajakan untuk introspeksi dan penguatan tauhid. Kesimpulannya, Grup WhatsApp Hijrah Fisabilillah menjadi media dakwah yang efektif dalam membentuk pemahaman akidah anggota secara positif dan interaktif.
Pengaruh Komunikasi Visual X-Banner Berbusana Muslimah terhadap Praktik Hijab Menutup Dada Septa Adistya Kusnandar Syahputri; Parihat Kamil; Hendi Suhendi
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9942

Abstract

Abstract. Visual communication serves as an important medium for conveying institutional policies in academic environments. At Universitas Islam Bandung (UNISBA), X-Banners are used to communicate guidelines on Muslim women’s dress, particularly the requirement to wear a hijab that covers the chest. However, differences between the intended message and its implementation among female students are still observed. This study aims to identify the form of visual communication used in the X-Banner and examine its influence on the practice of wearing a chest-covering hijab among Psychology students of the 2022 cohort. Using a quantitative approach with an explanatory survey method, data were collected from 70 respondents selected through the Slovin formula. Data collection employed Likert-scale questionnaires, supported by documentation and literature review. Analysis included validity and reliability tests, classical assumption tests, and simple linear regression. The results show that the X-Banner’s visual communication is perceived as clear, relevant, and easy to understand. Furthermore, visual communication has a positive and significant effect on the practice of wearing a chest-covering hijab, with a coefficient of determination of 40.5%. These findings indicate that visual communication contributes to shaping students’ dress practices, although other factors also influence behavior. Abstrak. Komunikasi visual merupakan sarana penting dalam penyampaian kebijakan institusi di lingkungan akademik. Universitas Islam Bandung (UNISBA) memanfaatkan media X-Banner untuk mensosialisasikan aturan berbusana Muslimah, khususnya penggunaan hijab yang menutup dada. Namun, masih ditemukan perbedaan antara pesan yang disampaikan dan penerapannya di kalangan mahasiswi. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi bentuk komunikasi visual pada X-Banner serta menguji pengaruhnya terhadap praktik hijab menutup dada pada mahasiswi Fakultas Psikologi Angkatan 2022. Artikel menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory survey terhadap 70 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, dan regresi linear sederhana. Hasil artikel menunjukkan bahwa komunikasi visual X-Banner dinilai jelas, relevan, dan mudah dipahami. Selain itu, komunikasi visual tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap praktik hijab menutup dada dengan koefisien determinasi sebesar 40,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi visual berkontribusi dalam membentuk praktik berbusana mahasiswi, meskipun terdapat faktor lain yang turut memengaruhinya.
Framing Realitas Sosial dalam Proses Produksi Program "Cerita Muslimah" MQTV untuk Syiar Islam Nazwa Sabila Febiana; Parihat Kamil; Asep Ahmad Siddiq
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9943

Abstract

Abstract. The development of television-based da‘wah media presents ethical challenges in packaging sensitive social issues so that they do not shift toward sensationalism while remaining capable of attracting audience attention. Cerita Muslimah, a program broadcast on MQTV, represents a form of da‘wah programming that presents real-life stories of women through a consultative format, thereby shaping audience interpretations of social and religious realities. This study aims to analyze the process of framing social reality in the production of the Cerita Muslimah program, including the selection of issues and da‘wah values, the application of framing strategies during the pre-production, production, and post-production stages, the construction of da‘wah values, as well as the supporting and inhibiting factors in the production process. This research employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and were analyzed using Robert N. Entman’s framing model supported by Berger and Luckmann’s theory of social construction. The findings indicate that da‘wah framing is applied consistently from the planning stage through post-production, enabling sensitive issues to be presented in a reflective and solution-oriented manner while maintaining the integrity of Islamic da‘wah values. Abstrak. Perkembangan media dakwah melalui televisi menghadirkan tantangan etis dalam mengemas isu sosial yang sensitif agar tidak bergeser ke arah sensasional, namun tetap mampu menarik perhatian audiens. Program Cerita Muslimah di MQTV menjadi salah satu contoh tayangan dakwah yang mengangkat kisah nyata perempuan melalui format konsultatif, sehingga berpotensi membentuk pemaknaan audiens terhadap realitas sosial dan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses framing realitas sosial dalam produksi program Cerita Muslimah, meliputi pemilihan isu dan nilai dakwah, penerapan strategi framing pada tahap pra-produksi, produksi, dan pascaproduksi, konstruksi nilai dakwah, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses produksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model framing Robert N. Entman dengan dukungan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framing dakwah diterapkan secara konsisten sejak tahap perencanaan hingga pascaproduksi, sehingga isu-isu sensitif disajikan secara reflektif, solutif, dan tetap menjaga integritas nilai dakwah Islam.
Nilai Ketauhidan dalam Lirik Lagu Sandaran Hati Karya Letto Fikry Maulana Yusuf; Parihat Kamil; Ahmad Muttaqin
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 207-216
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24832

Abstract

Abstract. This study examines the representation of tawhid (monotheism) values in the lyrics of the song “Sandaran Hati” by Letto through the perspective of dakwah bil hikmah (preaching with wisdom). The background of this research is the growing role of popular music as a medium of meaning production for young digital-native audiences, whose engagement with religious values increasingly occurs through cultural texts rather than formal religious instruction. Using a qualitative approach and Roland Barthes’s semiotic analysis, this study dissects the lyrics through a two-order system of signification (denotation and connotation) up to the level of myth or theological ideology. Data were collected through documentation of the song lyrics and literature study of relevant theoretical sources, then analyzed by identifying signs, interpreting their connotative meaning, and abstracting the underlying myth. The results show that at the denotative level, the lyrics depict human limitation, fragility, and existential alienation within the material world. At the connotative level, the metaphor “sandaran hati” (heart’s resting place) is deconstructed from its conventional romantic meaning into a symbol of an absolute and eternal source of dependence, namely Allah SWT. At the mythical level, the song represents the value of tawhid integratively, covering the dimensions of aqidah (awareness of God’s constant presence), syariat (commitment to primordial obedience), and akhlak (tawakal, khauf, and raja’). This study concludes that popular music can function as an effective medium of soft, contemporary dakwah that reaches broad audiences without provoking psychological resistance. Abstrak. Penelitian ini mengkaji representasi nilai ketauhidan dalam lirik lagu “Sandaran Hati” karya Letto melalui perspektif komunikasi dakwah bil hikmah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari semakin besarnya peran musik populer sebagai ruang produksi makna bagi generasi muda digital, yang internalisasi nilai keagamaannya kini banyak berlangsung melalui teks budaya dan bukan semata melalui pengajaran agama yang formal. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis semiotika Roland Barthes, penelitian ini membedah lirik lagu melalui sistem signifikasi dua tahap, yaitu denotasi dan konotasi, hingga menyentuh tataran mitos atau ideologi teologis. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi terhadap teks lirik lagu dan studi kepustakaan terhadap sumber-sumber teoretis yang relevan, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi tanda, menafsirkan makna konotatifnya, lalu mengabstraksi mitos yang melatarinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tataran denotatif, lirik lagu ini menggambarkan keterbatasan, kerapuhan, dan alienasi eksistensial manusia di dunia materi. Pada tataran konotatif, metafora “sandaran hati” didekonstruksi dari makna romantis konvensional menjadi simbol tempat bergantung yang absolut dan abadi, yaitu Allah Swt. Pada tataran mitos, lagu ini merepresentasikan nilai ketauhidan secara integratif yang mencakup aspek akidah (kesadaran akan kemahahadiran Ilahi), syariat (komitmen ketaatan primordial), dan akhlak (tawakal, khauf, dan raja’). Penelitian ini menyimpulkan bahwa musik populer dapat menjadi medium dakwah kontemporer yang halus (soft-selling) dan mampu menjangkau khalayak luas tanpa memunculkan resistensi psikologis.
Dakwah Kreatif dalam Program IRAMA (Inspirasi Ramadan) oleh P3RI Salman ITB Latifa Khadma Nursyah Bania; Parihat Kamil; Ahmad Muttaqin
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 217-224
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24892

Abstract

Abstract. This study examines creative da’wah in the IRAMA (Ramadan Inspiration) program organized by P3RI at the Salman Mosque, ITB, as an effort to provide contextual da’wah to students and the younger generation through inspirational discussions and talk shows featuring speakers from various professions. The study aims to examine the implementation of the IRAMA program, analyze the dimensions of creative da’wah applied, and describe the opportunities and challenges in its implementation. The study utilizes qualitative data using a descriptive method through interviews, participatory observation, and document analysis. The data were analyzed using the theory of creative da’wah. The results of the study indicate that the IRAMA program is implemented in a way that reflects the five dimensions of creative da’wah in an integrated manner through five aspects: adaptive-contextual, communicative-dialogic, empathetic-humanistic, persuasive-reflective, and affective-rational. The program’s opportunities are based on the reputation and network of the Salman Mosque at ITB, while the challenges include coordinating cross-campus committees and limited technical resources. This study implies that creative da’wah can enhance the relevance, participation, and appeal of da’wah for the younger generation, while also establishing IRAMA as an inclusive and transformative model of contextual da’wah. Abstrak. Penelitian ini mengkaji dakwah kreatif dalam program IRAMA (Inspirasi Ramadan) yang diselenggarakan oleh P3RI Masjid Salman ITB sebagai upaya menghadirkan dakwah kontekstual bagi mahasiswa dan generasi muda melalui kajian inspiratif serta talkshow dengan narasumber lintas profesi. Penelitian bertujuan mengetahui pelaksanaan program IRAMA, menganalisis dimensi dakwah kreatif yang diterapkan, serta mendeskripsikan peluang dan kendala dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan data kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan teori dakwah kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program IRAMA mencerminkan kelima dimensi dakwah kreatif secara terintegrasi, yaitu adaptif-kontekstual, komunikatif-dialogis, empatik-humanis, persuasif-reflektif, dan afektif-rasional. Peluang program bertumpu pada reputasi dan jejaring Masjid Salman ITB, sedangkan tantangan meliputi koordinasi kepanitiaan lintas kampus dan keterbatasan sumber daya teknis. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa dakwah kreatif mampu meningkatkan relevansi, partisipasi, dan daya tarik dakwah bagi generasi muda, sekaligus menjadikan IRAMA sebagai model dakwah kontekstual yang inklusif dan transformatif.
Penerapan Dakwah Bil-Hal Mang Arul pada Perawatan Masjid Nurussa'adah di TikTok Indi Nur Insani; Parihat Kamil; Ahmad Mudakir
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 275-284
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25182

Abstract

Abstract. This study examines the implementation of dakwah bil-hal (action-based da’wah) through the maintenance of Nurussa’adah Mosque in Sukabumi Regency, carried out by Mang Arul, a TikTok content creator. The background stems from the low level of public awareness regarding mosque cleanliness and facilities, which Mang Arul addressed through concrete action documented on social media. This qualitative-descriptive study collected data through interviews, observation, and documentation, and analyzed it using Abu Hamid Al-Ghazali’s theory of exemplary conduct in deeds and morals (qudwah). The results show that mosque maintenance increased worship comfort, congregational participation, and a shared sense of responsibility among the community. Despite challenges such as rejection and negative comments, the practice aligns with the theory of exemplary conduct, and TikTok effectively expands the reach of the da’wah message. Abstrak. Penelitian ini mengkaji penerapan dakwah bil-hal melalui aksi merawat Masjid Nurussa’adah di Kabupaten Sukabumi yang dilakukan oleh Mang Arul, seorang konten kreator TikTok. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan fasilitas masjid, yang direspons Mang Arul melalui tindakan nyata dan didokumentasikan di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan Teori Keteladanan Amal dan Akhlak Abu Hamid Al-Ghazali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan masjid mampu meningkatkan kenyamanan ibadah, partisipasi jamaah, serta rasa tanggung jawab bersama. Meski menghadapi tantangan berupa penolakan dan komentar negatif, praktik ini selaras dengan teori keteladanan, dan TikTok berperan memperluas jangkauan pesan dakwah secara efektif.
Peran Komunikasi Da'i dalam Toleransi Beragama di Kampung Toleransi Balonggede Bandung Muhammad Afghan Thariq Attala; Asep Ahmad Siddiq; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 313-320
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25529

Abstract

Abstract. This study examines the role of da'i (Islamic preacher) communication in building religious tolerance in Balonggede Tolerance Village, Bandung, a densely populated settlement with three places of worship from different religions standing side by side for 98 years without significant conflict, officially designated a Tolerance Village by the Bandung City Government on 9 July 2019. Using Aristotle's Rhetoric Theory, this research aims to identify the da'i's ethos (credibility), pathos (emotional approach), and logos (logical argumentation) in fostering tolerance. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through indepth interviews, observation, and documentation, analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results show that ethos is built through deep religious knowledge, integrity, and interfaith trust; pathos is manifested through a humanist emotional approach including friendliness, empathy, and involvement in interfaith activities; and logos is constructed through argumentation grounded in Qur'anic verses and hadith delivered rationally and contextually. These three rhetorical elements complement one another and prove effective in building and sustaining religious tolerance within a multireligious community. Abstrak. Penelitian ini mengkaji peran komunikasi da'i dalam membangun toleransi beragama di Kampung Toleransi Balonggede, Kota Bandung, sebuah permukiman padat penduduk yang memiliki tiga rumah ibadah dari agama berbeda—Masjid AsSalam, Gereja Kalam Kudus, dan Vihara Karuna Mukti—yang berdiri berdampingan sejak 98 tahun tanpa konflik berarti dan telah ditetapkan Pemerintah Kota Bandung sebagai Kampung Toleransi pada 9 Juli 2019. Penelitian bertujuan mengetahui ethos (kredibilitas), pathos (pendekatan emosional), dan logos (argumentasi logis) da'i dalam membangun toleransi tersebut dengan menggunakan Teori Retorika Aristoteles. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ethos da'i terbangun melalui pengetahuan keagamaan yang mendalam, integritas dan keteladanan, serta kepercayaan masyarakat lintas agama. Pathos da'i diwujudkan melalui pendekatan emosional yang humanis berupa sikap ramah, empati, dan keterlibatan dalam kegiatan lintas agama. Logos da'i dibangun melalui argumentasi berbasis dalil AlQur'an dan hadis yang disampaikan secara rasional, kontekstual, dan komunikatif. Ketiga unsur retorika tersebut saling melengkapi dan terbukti efektif dalam membangun serta memelihara toleransi beragama di tengah masyarakat multireligius.
Peran Pesan Dakwah tentang Akhlak terhadap Perilaku Keagamaan Orang Tua Santriwati melalui Pengajian Bulanan di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta Minati Nurhidayah; Parihat Kamil; Ahmad Muttaqin
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 331-338
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25805

Abstract

Abstract. This study examines the role of da'wah messages concerning morality (akhlak) in shaping the religious behavior of parents of female students (santriwati) through monthly religious gatherings at Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta. The monthly gathering serves as a medium for communicating Islamic values and strengthening parents' understanding of their role in family religious education. This study aims to identify the moral messages delivered during the gathering and analyze their role in the religious behavior of parents. A qualitative approach with a descriptive method was employed. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving five parents as the main informants, five students as triangulation informants, one ustaz, and one boarding school administrator. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that the da'wah messages contain four categories of morality, namely morality toward Allah, oneself, family, and fellow human beings. These messages contribute to strengthening religious belief, religious practice, religious experience, religious knowledge, and the application of moral values in daily life. Viewed through the Stimulus–Organism–Response (S-O-R) theory, the da'wah messages function as stimuli that are received and processed by parents, resulting in positive changes in their religious behavior. The study concludes that monthly religious gatherings play an important role as a medium of da'wah communication in strengthening the religious behavior of parents within the family. Abstrak. Penelitian ini mengkaji peran pesan dakwah tentang akhlak terhadap perilaku keagamaan orang tua santriwati melalui pengajian bulanan di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta. Pengajian bulanan menjadi media komunikasi dakwah yang menyampaikan nilai-nilai Islam sekaligus memperkuat pemahaman orang tua mengenai tanggung jawab dalam pendidikan keagamaan di lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pesan dakwah tentang akhlak yang disampaikan dalam pengajian bulanan serta menganalisis perannya terhadap perilaku keagamaan orang tua santriwati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap lima orang tua santriwati sebagai informan utama, lima santriwati sebagai informan triangulasi, seorang ustaz, dan seorang pengurus pesantren. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi pengajian memuat pesan dakwah mengenai akhlak kepada Allah Swt., diri sendiri, keluarga, dan sesama manusia. Pesan dakwah tersebut berperan dalam memperkuat dimensi keyakinan, praktik keagamaan, penghayatan, pengetahuan keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan teori Stimulus–Organism–Response (S-O-R), pesan dakwah berfungsi sebagai stimulus yang diterima dan diproses oleh orang tua sehingga menghasilkan respons berupa penguatan perilaku keagamaan. Dengan demikian, pengajian bulanan tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai media komunikasi dakwah yang berperan dalam memperkuat perilaku keagamaan orang tua santriwati.