Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya unsafe acts, ketidakkonsistenan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta kecenderungan implementasi International Safety Management (ISM) Code yang masih berorientasi pada paper compliance di lingkungan PT Pertamina International Shipping (PIS). Kondisi ini menunjukkan research gap antara kompetensi awak kapal, implementasi sistem keselamatan, dan perilaku kepatuhan dalam membentuk keselamatan operasional di atas kapal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Kompetensi Awak Kapal dan Implementasi ISM Code terhadap Keselamatan di Atas Kapal, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Kepatuhan Awak Kapal sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden awak kapal PT PIS yang dipilih melalui purposive sampling, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan SEM-PLS berbantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan Kompetensi Awak Kapal dan Implementasi ISM Code masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Awak Kapal dan Keselamatan di Atas Kapal, serta Kepatuhan Awak Kapal terbukti memediasi secara parsial kedua hubungan tersebut. Novelty penelitian ini terletak pada penempatan kepatuhan awak kapal sebagai mekanisme mediasi yang menghubungkan kompetensi dan implementasi ISM Code terhadap keselamatan di atas kapal, suatu integrasi yang belum banyak diuji bersama dalam penelitian keselamatan pelayaran sebelumnya.