Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Implementasi Relaxation Music Therapy (RMT) berbasis AI untuk Mereduksi Stres Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir Mujiono Sang Putra; Baharudin Baharudin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i4.2699

Abstract

Stres akademik merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental yang sering dialami mahasiswa tingkat akhir, terutama karena beban penyusunan skripsi, ketidakpastian karier, serta tuntutan sosial. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan psikologis maupun fisiologis sehingga memerlukan intervensi yang efektif, personal, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas AI-Driven Relaxation Music Therapy (RMT) dalam menurunkan stres akademik mahasiswa tingkat akhir, sekaligus membandingkannya dengan terapi musik relaksasi konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen pretest-posttest control group, melibatkan 100 mahasiswa tingkat akhir di wilayah Bima-Dompu yang dibagi secara acak ke dalam kelompok eksperimen (AI-Driven RMT) dan kontrol (musik relaksasi konvensional). Instrumen yang digunakan meliputi Perceived Stress Scale (PSS-10), Academic Stress Inventory (ASI), serta sensor wearable untuk memantau heart rate (HR) dan heart rate variability (HRV). Intervensi dilakukan selama 14 hari dengan durasi 30 menit per sesi, dan data dikumpulkan pada tahap pretest, posttest, dan follow-up. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami penurunan signifikan pada skor PSS (-6,04) dan ASI (-18,2), serta perbaikan fisiologis berupa penurunan HR dan peningkatan HRV yang lebih besar dibanding kelompok kontrol. Selain itu, evaluasi menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ) memperlihatkan penerimaan pengguna yang sangat positif terhadap aplikasi berbasis AI. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi kecerdasan buatan dalam terapi musik mampu memberikan efek relaksasi yang lebih personal dan efektif, serta berpotensi menjadi alternatif intervensi kesehatan mental yang mudah diakses bagi mahasiswa.
Sinergi Modalitas Sosial Petani Jagung dan Pertumbuhan Ekonomi dalam Pembangunan Desa Berkelanjutan Mujiono Sang Putra
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2025): JPSL: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinergi modalitas sosial petani jagung dan pertumbuhan ekonomi dalam pembangunan Desa berkelanjutan. Di wilayah perdesaan berbasis pertanian, petani jagung berperan sebagai penggerak utama perekonomian lokal, meskipun masih dihadapkan pada berbagai kendala struktural seperti keterbatasan permodalan, fluktuasi harga, dan kerentanan terhadap kondisi alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis sinergi antara modalitas sosial petani jagung dan pertumbuhan ekonomi dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di Desa Mpili, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, dengan informan petani jagung, pengurus kelompok tani, tokoh masyarakat, dan aparat desa yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modalitas sosial yang tercermin dalam kepercayaan, jaringan sosial, nilai gotong royong, dan partisipasi kolektif berperan penting dalam menopang aktivitas ekonomi petani jagung. Modalitas sosial tersebut membantu petani mengurangi risiko usaha tani, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan posisi tawar dalam pemasaran hasil panen. Sinergi antara kekuatan sosial masyarakat dan strategi ekonomi lokal terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu, modalitas sosial perlu diposisikan sebagai aset strategis dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa berbasis pertanian.