Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Investasi Luar Negeri dan Impor Terhadap Kurs Rupiah 2009-2024 Olivia Damayanti Marpaung; Claudia Tabitha Panjaitan; Kesia Septina Putri Tarigan; Jenaya Febina
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 3: Maret 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i3.12383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah sejauh mana investasi asing dan aktivitas impor memengaruhi nilai tukar rupiah di Indonesia selama periode 2009–2024. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan menerapkan analisis regresi linier berganda berbasis metode Ordinary Least Squares (OLS), menggunakan data sekunder yang bersumber dari Bank Indonesia serta Badan Pusat Statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa investasi luar negeri memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai tukar rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan aliran investasi dapat memperkuat mata uang domestik melalui peningkatan cadangan devisa. Sementara itu, variabel impor berpengaruh negatif namun tidak signifikan, menandakan bahwa peningkatan impor belum memberikan dampak langsung terhadap pelemahan rupiah. Secara bersamaan, kedua variabel terbukti berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar dengan koefisien determinasi sebesar 74,38%. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan kebijakan antara investasi dan impor guna mempertahankan stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pengaruh Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Rata-Rata Lama Sekolah terhadap Ketimpangan Pendapatan di Sumatera Utara Ananda Sakinah; Aqilah Apritia Parawanza; Flowrensari Haggata Br Ginting; Jenaya Febina; Muhammad Alhasymi Matondang; Nela Permata Sari Lubis
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10137

Abstract

Ketimpangan pendapatan merupakan salah satu permasalahan pembangunan ekonomi yang masih menjadi perhatian utama di Provinsi Sumatera Utara. Tingkat ketimpangan pendapatan yang diukur menggunakan Gini Ratio dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial dan ekonomi, di antaranya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS). TPAK mencerminkan keterlibatan penduduk usia kerja dalam aktivitas ekonomi, sedangkan RLS menggambarkan kualitas modal manusia yang berperan dalam meningkatkan produktivitas dan kesempatan memperoleh pendapatan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh TPAK dan RLS terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2012–2025, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara dan Badan Pusat Statistik Indonesia dengan jumlah observasi sebanyak 14 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial TPAK tidak berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan dengan nilai probabilitas sebesar 0,5137 (> 0,05). Kondisi ini mengindikasikan bahwa peningkatan partisipasi angkatan kerja belum tentu diikuti oleh distribusi pendapatan yang lebih merata. Sementara itu, RLS berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan dengan nilai probabilitas sebesar 0,0004 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa peningkatan tingkat pendidikan masyarakat mampu menurunkan ketimpangan pendapatan. Secara simultan, TPAK dan RLS berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan dengan nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,000669 (< 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,735291 menunjukkan bahwa 73,53% variasi ketimpangan pendapatan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.