Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pondok Pesantren dalam Mewujudkan Kota Sehat: Intervensi Personal Hygiene dan Pencegahan Penyakit Kulit pada Santri Andy Muharry; Yuni Laferani; Kharisma Nurul Fazrianti Rusman; Wulan Tri Yutanti; Faisal Fadilla Noorikhsan; Irfan Nafis Sjamsuddin
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21331

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik personal hygiene santri sebagai upaya pencegahan penyakit kulit, khususnya skabies, di lingkungan Pondok Pesantren Al-Hikmah dan Madrasah Aliyah Al-Hikmah, Kota Tasikmalaya. Lingkungan pesantren yang padat dan penggunaan fasilitas secara komunal menjadi faktor risiko utama terhadap munculnya masalah kesehatan kulit. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2025 dengan pendekatan Participatory Learning and Action, melibatkan 47 santri dalam rangkaian kegiatan edukatif yang mencakup pre-test, penyampaian materi, post-test, simulasi penggunaan alat kesehatan, serta pembentukan kader kesehatan remaja. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan santri setelah intervensi, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 11,60 dan post-test sebesar 12,47 (p = 0,002). Edukasi yang diberikan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman santri mengenai prinsip kebersihan diri dan pencegahan skabies. Selain itu, pembentukan kader kesehatan remaja dan advokasi kepada pengelola pesantren turut memperkuat keberlanjutan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mendukung agenda kota sehat melalui edukasi kesehatan berbasis komunitas. Intervensi personal hygiene yang terstruktur dan partisipatif dapat menjadi model pengabdian yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup remaja di lingkungan pendidikan berbasis pesantren.
Analisis Spasial: Prevalensi Hipertensi Dengan PHBS dan Jumlah Posbindu Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2023 Dadan Yogaswara; Yuni Laferani; Irfan Nafis Sjamsuddin; Wulan Tri Yutanti; Kharisma Nurul Fazrianti Rusman; Meita Tyas Nugrahaeni
KOLONI Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i2.993

Abstract

The increasing prevalence of hypertension has become a major health problem, both globally, regionally, and nationally. In Indonesia, according to the 2023 Indonesian Health Survey (SKI), the prevalence of hypertension was recorded at 30.8%, and in West Java at 34.4%. According to the 2023 health profile data from Tasikmalaya Regency, 76.8% of hypertension sufferers received healthcare services. Understanding the detrimental patterns of hypertension requires government and community efforts to implement early prevention. Data on hypertension incidence can be mapped using a Geographical Information System (GIS). This study aims to examine spatial effects in Tasikmalaya Regency, West Java. This study uses ecological study used aggregate data. The data source was the 2023 health profile of Tasikmalaya Regency. All sub-districts were used as units of analysis. Data analysis was performed using the GeoDa application. Results Shows a negative spatial autocorrelation between hypertension and the number of Posbindu (Moran's I: -0.817; p-value: 0.01) and Healthy Lifestyle Behavior (Moran's I: -0.152; p-value: 0.04). Conclusion: This study demonstrates a negative spatial autocorrelation between hypertension and Healthy Lifestyle Behavior and the number of Posbindu (Integrated Health Posts). Interventions to improve Healthy Lifestyle Behavior and equalize the number of Posbindu are needed, particularly in areas with high hypertension cases that are adjacent to areas with low Healthy Lifestyle Behavior.