Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa terhadap Perkuliahan Online Keperawatan Maternitas di Masa Pandemi Covid-19 Apolonia Antonilda Ina; Skolastika Theodora; Fani Agung
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 1 (2022): Februari 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i1.807

Abstract

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2020 menyatakan bahwa bencana nonalam penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) sebagai bencana nasional. Dampak dari Covid-19 telah memberikan implikasi terhadap bidang pendidikan tinggi. Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah telah mengeluarkan surat edaran untuk menghentikan proses perkuliahan di kampus, dengan menerapkan belajar dari rumah (study from home). Dalam rangka keberlangsungan proses pembelajaran maka ditetapkan penerapan sistem pembelajaran online pada Mata Kuliah Keperawatan Maternitas. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui persepsi mahasiswa terhadap perkuliahan online keperawatan maternitas di masa pandemi Covid-19. Desain penelitian ini yaitu cross sectional. Responden yang digunakan yaitu mahasiswa-mahasiswi yang mengikuti perkuliahan online Keperawatan Maternitas. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah responden sebanyak 58 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner secara online kepada mahasiswa yang menyetujui untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dianalisis berdasarkan distribusi frekuensi sesuai kuesioner yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap interaksi dalam perkuliahan online keperawatan maternitas, lingkungan belajar dalam perkuliahan online keperawatan maternitas serta manfaat perkuliahan online rata-rata berada dalam persentase kurang setuju. Hal ini dikarenakan Mata kuliah Keperawatan Maternitas meliputi pertemuan teori dan laboratorium.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK LULLABY TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA BAYI PREMATUR Apolonia Antonilda Ina
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v1i2.13

Abstract

Data WHO tahun 2015 menyebutkan bahwa setiap tahun, diperkirakan 15 juta bayilahir prematur, komplikasi kelahiran prematur adalah penyebab utama kematian anak-anakdibawah 5 tahun. Berdasarkan data profil kesehatan Jawa Tengah tahun 2015 persentase bayiprematur sebesar 5,1%, lebih tinggi dibandingkan tahun 2014 yaitu 3,9%. Bayi prematurberisiko mengalami masalah kesehatan pada awal kehidupannya. Bayi prematur memilikirisiko tinggi untuk gangguan perkembangan yang berhubungan dengan sindrom distrespernapasan, paten duktus arteriosus, dan apnea prematuritas, sedangkan komplikasi jangkapanjangnya adalah displasia bronkopulmoner. Apabila masalah yang dialami bayi prematurtidak ditangani dengan baik maka akan berisiko kematian. Intervensi keperawatan bayiprematur untuk mencegah komplikasi dan merangsang pertumbuhan serta perkembanganbayi dilakukan dengan memberikan terapi komplementer. Salah satu terapi komplementeryang dapat digunakan adalah terapi musik. Terapi musik aman digunakan, praktis dan tidakmenimbulkan efek samping dalam penggunaannya. Selain itu terapi musik juga dapatdiberikan oleh orang tua bayi prematur secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis pengaruh pemberian terapi musik lullaby terhadap saturasi oksigen pada bayiprematur. Desain penelitian ini Quasi Experiment dengan rancangan one group pretestpostestwithout control. Pengambilan sampel berjumlah 34 bayi prematur dengan teknikconsecutive sampling. Setiap bayi prematur mendengarkan musik selama 45 menit selamatiga hari berturut-turut. Saturasi oksigen bayi prematur diukur pada hari pertama hingga harikeempat. Terdapat peningkatan saturasi oksigen bayi prematur sebelum dan sesudahpemberian terapi musik lullaby dengan p value <0,001. Jadi dapat disimpulkan bahwaterdapat pengaruh pemberian terapi musik lullaby terhadap saturasi oksigen pada bayipremature, sehingga terapi musik lullaby dapat diaplikasikan pelayanan kesehatan.
Pemanfaatan Nutrisi Tinggi Antioksidan dan Pelatihan Progressif Muscle Relaxation sebagai Intervensi Preventif Gangguan Reproduksi Remaja Damayanti, Ariani; Larasati, Anastasia Diah; Ina, Apolonia Antonilda
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3612

Abstract

Masalah Kesehatan reproduksi seperti masalah menstruasi, kesuburan dan kehamilan terutama pada remaja putri perlu adanya perhatian, salah satunya seperti keluhan dismenore dengan kondisi nyeri panggul yang bersifat siklus dan persisten yang berhubungan dengan menstruasi perlu penanganan yang dapat dilakukan secara farmakologis maupun non farmakologis. Salah satu penanganan yang paling praktis dilakukan adalah teknik relaksasi otot progresif. SMK Ibu Kartini terdiri mayoritas perempuan yang masuk usia remaja yang harus menjaga kesehatan reproduksi. Tujuan PKM ini adalah memberikan edukasi terkait kesehatan reproduksi dan pelatihan progressif muscle relaxation sebagai intervensi gangguan reproduksi remaja serta gizi yang tepat untuk kesehatan reproduksi dilanjutkan demonstrasi bersama pembuatan cookies tinggi antioksidan dengan bahan kurma dan kacang almond. Peserta dalam kegiatan PKM ini adalah 40 siswa, terdapat 3 siswa dan 37 siswi. PKM ini dilaksanakan dengan diawali edukasi terkait kesehatan reproduksi dan nutrisi yang tepat untuk kesehatan reproduksi kemudian dilanjutkan dengan pelatihan progressif muscle relaxation dan demonstrasi bersama pembuatan cookies dengan kadungan antioksidan sebagai wujud keilmuan terkait nutrisi untuk kesehatan reproduksi. Pengusul PKM membuat 5 pertanyaan sederhana yang dilakukan secara pre dan post edukasi guna mengevaluasi informasi edukasi dapat dipahami ataukah tidak. Berdasarkan hasil pretest ditemukan hanya 5 siswa yang menjawab dari 5 soal yang benar, lalu pada posttest seluruh siswa bisa menjawab pertanyaan dengan benar, lalu pada posttest seluruh siswa bisa menjawab pertanyaan dengan benar. Hasil kegiatan PKM ini, para mahasiswa teredukasi terkait kesehatan reproduksi, gizi untuk kesehatan reproduksi dan mengetahui proses pembuatan cookies dengan bahan tinggi antioksidan. Para siswa tampak antusias dan aktif mengikuti selama proses PKM.
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Lullaby Terhadap Vital Signs pada Bayi Prematur Apolonia Antonilda Ina
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v10i1.368

Abstract

Latar Belakang. Data profil kesehatan Jawa Tengah tahun 2015 persentase bayi prematur sebesar 5,1%, lebih tinggi dibandingkan tahun 2014 yaitu 3,9%. Bayi prematur berisiko mengalami masalah kesehatan pada awal kehidupannya. Apabila masalah yang dialami bayi prematur tidak ditangani dengan baik maka akan berisiko kematian. Intervensi keperawatan bayi prematur untuk mencegah komplikasi dan merangsang pertumbuhan serta perkembangan bayi dilakukan dengan memberikan terapi komplementer. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan adalah terapi musik. Terapi musik aman digunakan, praktis dan tidak menimbulkan efek samping dalam penggunaannya. Selain itu terapi musik juga dapat diberikan oleh orang tua bayi prematur secara mandiri. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian terapi musik lullaby terhadap vital signs pada bayi prematur. Metode. Desain penelitian ini Quasi Experiment dengan rancangan one group pretest-postest without control. Pengambilan sampel berjumlah 34 bayi prematur dengan teknik consecutive sampling. Setiap bayi prematur mendengarkan musik selama 45 menit selama tiga hari berturut-turut. Vital signs bayi prematur diukur pada hari pertama hingga hari keempat. Hasil. Terdapat penurunan heart rate, peningkatan temperatur, peningkatan saturasi oksigen bayi prematur sebelum dan sesudah pemberian terapi musik lullaby dengan p value
Hubungan Antara Screen Based Activity dengan Ketajaman Penglihatan Anak Usia Sekolah Wahyuningrum, Eka; Ina, Apolonia Antonilda; Marlinda, Endah
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 9 No 2 (2021): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.856 KB)

Abstract

Screen based activity in school children cannot be avoided. One physical effect is a decrease in visual acuity.Some studies suggest there is a relationship between screen time and decreased visual acuity, while other studiessuggest different things. The purpose of this study was to determine the relationship between screens basedactivity and visual acuity of school age children. The research method uses a prospective cohort with totalsampling as a sample selection method, bivariate analysis is performed with a chi-square test and 95% confidencelevel. The results found that most respondents were male (58.3%), using TV (88.2%) and mobile phones (83.4%)as a screen based activity media, playing online games (46.7%) and decreased vision of the right eye (30%) andthe left eye (43.3%). Bivariate analysis shows that there is a significant relationship between screen based activityand the child's right eye vision (p-value <0.001) and the child's left eye vision (p-value <0.001). The conclusionis that there is a significant relationship between screen-based activity and the visual acuity of school-agedchildren.
Edukasi Pembuatan Puding Labu Kuning (Cucurbita Moschata) sebagai Nutrisi Tinggi Antioksidan Pencegahan Kanker Payudara Larasati, Anastasia Diah; Ina, Apolonia Antonilda; Damayanti, Ariani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.6989

Abstract

Beberapa faktor pencetus terjadinya kanker payudara antara lain kelebihan berat badan, asupan sayuran dan buah yang kurang, pengaturan pola makan yang tidak teratur, dan kurangnya aktivitas. SMP Negeri 13 Kota Semarang terdiri dari mayoritas putri dimana masuk dalam kategori usia muda yang berpotensi terkena kanker payudara. Berdasarkan hal tersebut maka sebagai pengusul PKM hendak memberikan edukasi terkait pencegahan kanker payudara terkait nutrisi dan latihan serta nutrisi yang tepat untuk pencegahan kanker payudara. Kegiatan PKM dilaksanakan pada 17 Desember 2024 di SMP N 13 Kota Semarang berjumlah 50 siswi PKM ini dilaksanakan melalui edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi wanita, cara pembuatan pudding labu kuning dan pembagian pudding labu kuning ke peserta PKM. Tim juga mengadakan pre test dan post test untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan terkait materi edukasi dengan memberikan 5 pertanyaan. Dari 50 peserta untuk pre test terdapat 20 siswi yang nilainya di bawah 60, dan saat post test hanya 5 siswi yang nilai post testnya di bawah 60.
The Relationship between the Length of Time Suffering from Cancer and the Quality of Life of the Family Caregiver of Cancer Patients in the Oncology Room Larasati, Anastasia Diah; Ina, Apolonia Antonilda
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5173

Abstract

The number of cancers increases every year, with the chemotherapy treatment that must be undergone, the stage of cancer and the length of time the patient must undergo cancer can affect the quality of life of the accompanying family. The aim of this research is to look at the length of time suffering from cancer and the quality of life of the family accompanying cancer patients. This research is a quantitative descriptive study with a consecutive sampling technique of 40 respondents. Data was taken in the oncology inpatient room at RSD X in Semarang City. This research has passed the Ethical Clearance test from the local hospital. Data was collected using the WHO QOL BREF questionnaire and patient identity sheet. Data were analyzed using the Fisher test statistical test. The number of families who have a moderate quality of life with a family member who has had cancer for ≤ 2 years is 22 (55%). The results of the p value show that there is no relationship between the length of time a patient suffers from cancer and the quality of life of the family accompanying the cancer patient in the oncology room with the psychological and social domains being the most disturbed of the other four domains.