Rachmad Aprilio
Universitas Bina Bangsa

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Hydrotherapy dengan Campuran Garam terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Ade Komariah; Riki Ukhtul Fitri; Rastia Ningsih; Fevi Padhila; Rachmad Aprilio; Nova Listya Wahananingtyas
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.8

Abstract

Hipertensi atau yang di kenal dengan istilah the silent killer merupakan penyakit yang mematikan, penyakit ini dapat menyerang siapa saja. Hipertensi biasa di sebabkan oleh kelainan jantung dan pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Hipertensi merupakan keadaan perubahan dimana tekanan darah meningkat secara kronis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hydrotherapy dengan campuran garam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi desa kubangsari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan desain pra eksprement dengan rancangan one group pretest posttest. Penelitian ini tidak memiliki kelompok pembandingan (kontrol), tetapi terlebih dahulu dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan menguji perubahan - perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen (program) yang di lakukan selama 1 minggu dengan frekuensi pemberian intervensi 1x sehari. Pengumpulan data dilakukan denggan mengukukur tekanan darah menggunakan alat tensimeter dan data di uji menggunakan uji Wilcoxon (Signed Ranks Test).Hasil penelitian di ketahui hydrotherapy dengan campuran garam dijelaskan bahwa dua puluh responden setelah dilakukan rendam kaki dengan campuran garam mengalami penurunan tekanan darah dengan presentase 100%. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh hydrotherapy dengan campuran garam di desa kubangsari.
Gambaran Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rachmad Aprilio; Wisye Novia Arman
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.105

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Indonesia. Pengendalian penyakit ini sangat bergantung pada karakteristik pasien dan kemampuan pengelolaan diri (self-management), terutama dalam menjaga kadar glukosa darah tetap stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 dan kadar glukosa darah mereka di Puskesmas Lubuk Buaya, Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif potong lintang (cross-sectional) yang dilaksanakan di Puskesmas Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatera Barat, pada September 2023–Juli 2024. Sampel berjumlah 35 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner karakteristik responden dan kuesioner baku DSMQ (Diabetes Self-Management Questionnaire) berbahasa Indonesia yang telah diuji validitas (p > 0,05) dan reliabilitas dengan nilai koefisien alpha Cronbach 0,889 serta 0,697. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi disertai penjelasan. Rata-rata usia responden adalah 61,03 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan (74,3%). Sebagian besar responden berpendidikan maksimal SMA (37,2%) dan tidak bekerja/pensiunan (88,6%). Rata-rata lama menderita diabetes adalah 7,37 tahun, dan 51,4% responden memiliki self-management yang baik. Rata-rata kadar glukosa darah adalah 220,40 mg/dL dengan standar deviasi 67,280 mg/dL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kadar glukosa darah yang tidak terkontrol meskipun lebih dari separuh menunjukkan kemampuan self-management yang baik. Pengetahuan mengenai karakteristik dan kadar glukosa darah pasien penting untuk perencanaan intervensi dan pelayanan kesehatan yang lebih efektif.
Manajemen Perawatan Pasien Diabetes Mellitus dengan Resiko Neuropati Perifer : A Case Study Fevi Padhila; Nova Listya Wahananingtyas; Reni Muhka; Risnadhia Risnadhia; Rachmad Aprilio
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1388

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia sehingga menyebabkan neuropati perifer. Neuropati perifer ditandai dengan penurunan sensasi protektif pada ekstremitas bawah sehingga meningkatkan gangguan integritas kulit, ulkus diabetik, hingga amputasi. Menurut WHO, jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia diperkirakan akan melebihi 21 juta jiwa pada tahun 2030. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan risiko neuropati perifer dalam upaya mencegah cedera dan mempertahankan integritas kulit. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian adalah seorang pasien laki-laki berusia 58 tahun dengan diagnosis Diabetes Melitus Tipe 2 dan risiko neuropati perifer. Pengumpulan data didapatkan dengan menerapkan prinsip etik tindakan keperawatan yaitu confidentiality dengan anamnesa, klasifikasi data, perencanaan, implemantasi, observasi, dan dokumentasi. Hasil Interevensi pemeriksaan tes monofilamen pad Tn. A menunjukkan penurunan sensasi pada 4 dari 10 titik, mengindikasikan gangguan fungsi saraf perifer. Hiperglikemia yang tidak terkontrol (GDS 265 mg/dL dan HbA1c 9,2%) menjadi faktor terjadinya kerusakan saraf. Pasien menunjukkan perilaku manajemen kesehatan yang tidak efektif.
Perbandingan Lama Rawat Inap Pasien di Rumah Sakit Syariah dan Non Syariah Risnadhia Risnadhia; Reni Muhka; Fevi Padhila; Rachmad Aprilio; Nova Listya Wahananingtyas
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1482

Abstract

Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang bergerak dibidang kesehatan perorangan. Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduknya beragama islam. Hal ini menyebabkan meningkatnya pertumbuhan Rumah Sakit Islam meningkat. Dengan adanya peningkatan tersebut maka MUI membentuk fatwa terkait Rumah Sakit Islam Syariah pada fatwa MUI No 107/DSNMUI/X/2016 yang mengatur tentang syarat dan kriteria Rumah Sakit Islam Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingan Lama rawat inap pasien di Rumah Sakit Islam Syariah dan Non Syariah. Penelitian ini adalah penelitian kuantitative deskriptif. Responden penelitian adalah data Rekam Medis pasien dengan diagnosis appenditomi di Rumah Sakit Syariah dan Non Syariah pada tahun 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu rekam medis di rumah sakit syariah dan non syariah pada tahun 2019. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis Univariat untuk melihat lama rawat inap pasien dan Analisis bivariat dilakukan dengan uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas menggunakan uji kolmogorov-smirnov dengan hasil nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) yang dapat diartikan data tidak terdistribusi normal dan Uji homogenitas menggunakan uji levene dengan hasil signifikansi 0,118 (p>0,05) yang berarti data homogen. Dari hasil uji normalitas dan uji homogenitas maka uji yang digunakan adalah uji Mann Whitney test. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik responden di kedua Rumah Sakit perempuan dengan mayoritas kelas III dengan rata rata lama rawat inap selama 2.31 dan 2.51. Berdasarkan uji mannwhitney beda mean kedua rumah sakit adalah 0.2 dengan nilai pvalue sebesar 0.29. Apabila dilihat dari beda mean maka Rumah Sakit Syariah cenderung lebih cepat dalam proses penyembuhan. Namun apabila dilihat dari uji mann-whitney maka tidak ada nilai yang signifikan antara lama rawat inap di Rumah Sakit Syariah dan Non Syariah.