Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Literature Review: Peran Perilaku Seks Anal Berisiko pada Laki Seks dengan Laki (LSL) terhadap Transmisi HIV Ni Putu Diwyami; A.A Bagus Suryantara
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol. 7 No. 02 (2021): Oktober : Jurnal Kesehatan Medika Udayana
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.11 KB) | DOI: 10.47859/jmu.v7i02.63

Abstract

Background: This study is a literature study that employed descriptive qualitative research design with a library research approach to describe the risk of unsafe anal sex roles behavior among men who have sex with men (MSM) towards HIV transmission. In this literature study, the researcher used various written resources to obtain the data such as journal articles that were relevant to the present study. Purpose: This study focused on measuring the prevalence of risky anal sex roles among MSM and the risk of those roles towards HIV transmission. Result: The results of this study showed that the unsafe anal sex behavior among MSM towards HIV transmission was highly founded in the receptive role compared to the insertive role or versatile role. Conclusion: MSM who performed the receptive role during the unsafe anal sex were more exhibited by young MSM. In order to decrease the risk of sexual behavior among MSM, it is necessary to start it over young MSM. Therefore, the increasing incidence of HIV among MSM can be controlled as well.
Pengaruh Motivasi Dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas X Kabupaten Badung suryantara, a.a bagus; Kumara Dewi, Ni Wayan Rika
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 20, No 2 (2023): JSH: Jurnal Skala Husada-The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v20i2.3143

Abstract

Latar Belakang: Salah satu faktor kunci keberhasilan penatalaksanaan hipertensi adalah kepatuhan dalam meminum obat hipertensi. Kepatuhan minum obat sangat diperlukan untuk mengendalikan tekanan darah pada pasien hipertensi untuk menghidari terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Motivasi dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 133 pasien hipertensi di suatu Puskesmas di Kabupaten Badung yang dipilih dengan menggunakan teknik acak sederhana. Kriteria inklusi meliputi pasien yang terdiagnosa medis hipertensi oleh Dokter dan pasien hipertensi yang berkunjung untuk berobat ke Puskesmas. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis menggunakan uji statistik chi-square, has?l dari penelitian menunjukan Bahwa responden yang memiliki motivasi tingi sebanyak (53,6%) dan responden yang mendapat dukungan keluarga tinggi sebesar (66,2%). Hasil uji statistik korelasi menunjukkan ada pengaruh yang Kuat antara motivasi dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Dapat disimpulkan bahwa dimana responden yang memiliki motivasi tinggi dan dukungan keluarga yang tinggi akan berpengaruh kuat terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Manajemen Diri Pasien DM Tipe 2 Mahardika, I Made Rai; Suryantara, A.A Bagus
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 21, No 2 (2024): Jurnal Skala Husada (JSH): Volume 21, No 2, Tahun 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v21i2.3818

Abstract

Latar belakang: DM tipe 2 merupakan penyakit menahun yang akan diderita seumur hidup sehingga membutuhkan perawatan dalam jangka waktu yang lama. Jika penyakit ini tidak dikelola dengan baik maka dapat mengakibatkan terjadinya kegawatan diabetes. Adapun upaya pencengahan diabetes melitus tpe 2 yaitu perilaku manajemen diri. Namun demikian masih banyak pasien dengan penyakit DM tipe 2 ditemukan tidak melakukan manajemen diri dengan baik bahkan mereka baru menyadari menderita diabetes Ketika sudah mengalami komplikasi. Menajemen diri yang kurang baik bisa disebabkan oleh berbagai factor, salah satunya adalah dukungan keluarga yang kurang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan manajemen diri pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas I Denpasar selatan pada periode bulan mei - juli 2024. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalan deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Pada penelitian ini di tetapkan sejumlah 90 sampel dan pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Data diambil secara langsung dari subjek penelitian dengan menggunakan kuesioner. Pengukuran tingkat dukungan keluarga peneliti menggunakan kuesioner Hensarling’s Diabetes Family Support Scale (HDFSS) dan pada manajemen diri diukur menggunakan kuesioner DSMQ (Diabetes Self-Management Questionnaire) yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas responden berada pada rentang usia lansia akhir (65 tahun) sebesar 52,2%, berjenis kelamin perempuan (54,4%) dan lama menderita 2 tahun (52,2%). Sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang baik (57,8%) dan memiliki manajemen diri dalam kategori baik (53,3%). Peneliti melakukan analisa uji bivariat untuk mengetahui hubungan antara dua variable menggunakan uji Chi-Square dan didapatkan hasil nilai p value = 0,002 ( 0,005). Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan manajemen diri pasien Dm tipe 2.
Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berhubungan dengan Kemampuan Merawat Balita dengan ISPA A.A Bagus Suryantara; Made Rai Mahardika
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2024): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/sbfd0e70

Abstract

Introduction: ISPA or often called acute respiratory infection is a disease that can be transmitted through droplets, contaminated objects and can also be transmitted through physical contact such as from hands. The prevalence of ISPA sufferers in Indonesia in 2023 will be 13.7%, occurring in the one to four year age group. Parental knowledge and ability to care for toddlers with ISPA is very important to prevent the occurrence of ISPA in toddlers.  Objective: to determine the relationship between the mother's level of knowledge about ISPA and the ability to care for toddlers with ISPA.  Method: This type of research is descriptive analytic correlational using a cross sectional approach. The population and sample of this study consisted of 94 respondents consisting of mothers with toddlers with sampling using simple random sampling techniques.  Results: The research results showed that the majority of respondents had relatively high knowledge about ISPA (71.3%) and the majority of respondents were able to care for toddlers with ISPA as much as 55.3%. In the analysis test using chi square, the value of p = 0.006 (p<0.005) was obtained.  Conclusion: The conclusion of this research is that there is a relationship between the mother's level of knowledge about ISPA and the ability to care for toddlers with ISPA in the work area of Kuta II Community Health Center.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU DALAM MENGKONSUMSI VITAMIN D3 DAN E PADA KONSUMEN DI APOTEK X BADUNG Ika Indah Indraswari, Putu; Ayu Apriliani; A.A Bagus Suryantara
Journal Pharmactive Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pharmactive Oktober
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamins are organic substances that cannot be synthesized by the body and are classified into fat-soluble and water-soluble types. Vitamins D3 (cholecalciferol) and E (tocopherol) are among the most frequently consumed by the public to meet daily nutritional needs and support immune function. This study aimed to analyze the level of knowledge and behavior of respondents regarding vitamin consumption and to examine the influence of age and last education level on these two variables. This research employed a prospective method with a quantitative approach. A total of 86 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using SPSS software with the Chi-Square test. The results showed that there was no significant relationship between knowledge level and either age or education level (p > 0.05). However, there was a significant relationship between behavior and age (p < 0.05), while no relationship was found between behavior and education level (p > 0.05). These findings indicate that age plays an important role in shaping vitamin consumption behavior, although it does not directly influence knowledge. Meanwhile, the last level of education does not significantly affect either knowledge or behavior. An educational approach that takes age into account as a dominant factor is needed to improve behavior regarding vitamin consumption.
Efektivitas Program Edukasi Kesehatan Melalui Pendekatan Health Belief Model Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Ari Wina Sani; A A Bagus Suryantara
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1383

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat di dunia dan Indonesia. Jumlah penyandang hipertensi akan terus bertambah seiring waktu dan diperkirakan jumlahnya akan mencapai 1.5 miliar penduduk dunia pada tahun 2025. Penyakit ini membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur sangat penting untuk mencegah komplikasi. Faktor lain yaitu keyakinan pasien dalam penggunaan obat juga mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien lansia dengan hipertensi. Intervensi yang bisa dilakukan sebagai perawat adalah memberikan edukasi kesehatan tentang kepatuhan dalam mengkonsumsi obat antihipertensi untuk meningkatkan pengetahuan.. Edukasi ini membantu membentuk sikap positif pasien sehingga mereka mampu melakukan perawatan hipertensi secara mandiri dan konsisten Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program edukasi kesehatan melalui pendekatan health belief model terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan literature review. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menyaring 3.821 sumber literatur menjadi 10 literatur menggunakan tiga database yaitu PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan edukasi kesehatan dengan pendekatan Health Belief Model merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pasien hipertensi melalui perubahan persepsi dan perilaku yang berorientasi pada kesadaran risiko dan manfaat pengobatan.
The Effectiveness of Virtual Reality-Based Balinese Gamelan Selonding (Gambling) Music On Anxiety And Blood Pressure In The Elderly A.A Bagus Suryantara; Ari Wina Sani; I Made Hendra Wijaya
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 5 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v5i4.450

Abstract

Aging brings with it the consequence of an increase in various cardiovascular diseases, one of which is hypertension. Long-term use of antihypertensive drugs can cause various side effects, one of which is mental changes, thus non-pharmacological therapies such as music therapy are needed. There are many types of music therapy that can be applied, one of which is traditional music (gamelan). There are inconsistencies in previous research, so a combination of Balinese gamelan selonding music therapy with VR or Virtual Reality is needed. VR has become one of the leading innovations in the field of health and wellness, especially in the context of therapy and rehabilitation. The purpose of this study is to determine the effectiveness of VR-based Balinese gamelan selonding music therapy in reducing anxiety and blood pressure in the elderly with hypertension. The research method uses a quasi-experimental pre-post control group design. The sampling technique is purposive sampling according to inclusion and exclusion criteria. The instruments in this study used an anxiety questionnaire, tensimeter, MP3/handphone, earphones and a VR Box. The results of this study show that the provision of VR-based Balinese gamelan selonding music therapy can reduce anxiety and blood pressure in the elderly.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Dukungan Keluarga Dengan Manajemen Diri pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Ester Yuli Giawa; I Made Rai Mahardika; A.A Bagus Suryantara
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.17

Abstract

Diabetes Melitus yang lebih dikenal dengan kencing manis adalah penyakit metabolik kronis yang prevalensinya meningkat secara global dan nasional. Pengelolaan jangka Panjang diperlukan untuk mencegah komplikasi serius. Manajemen diri menjadi kunci dalam pengeladian penyakit diabetes. Pengetahuan dan dukungan keluarga merupakan factor penting yang mempengaruhi efektifitas manajemen diri pada pasien diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan manajemen diri pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Desain penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel dalam penelitian berjumlah 90 responden dengan teknik sampling purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisa data bivariate menggunakan uji chi square. Hasil penelitian berdasarkan data demografi menunjukkan mayoritas responden dengan kategori lansia akhir 52,2%, perempuan 54,4%, durasi lama menderita DM 2-5 tahun sebanyak 52,2% dan kategori berpendidikan tinggi 58,9%. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan manajemen diri pada penderita Diabetes Melitus Tipe II dengan p-value 0,020 (p<0, 05). Dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan manajemen diri pada penderita Diabetes Melitus Tipe II dengan p-value 0,002 (<0, 05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan manajemen diri pasien diabetes melitus tipe II.
Pengaruh Senam Prolanis terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Djefrry Leob; I Made Rai Mahardika; A. A Bagus Suryantara
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.77

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat di indonesia. Pengelolaan diabetes tidak hanya bergantung pada pengobatan farmakologis, tetapi juga memerlukan intervensi gaya hidup, termasuk aktivitas fisik. Senam prolanis (program pengelolaan penyakit kronis) merupakan salah satu bentuk intervensi non-farmakologis yang diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam prolanis terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe II di Puskesmas IV Denpasar Selatan. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 46 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Pengukuran kadar gula darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat glukometer. Analisis data menggunakan paired t-test. Sebelum dianalisis dilakukan uji normalitas wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (76,1%), tidak bekarja (71.7%), tingkat pendidikan responden tertinggi yaitu SMA (45,7%), gula darah sebelum melakukan senam prolanis rata-rata 164.85 mg/dl dan gula darah sesudah melakukan senam 120,39. Berdasarkan hasil uji paired sample t-test menunjukan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0.000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p< 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kadar gula darah sebelum dan sesudah senam prolanis. Selisih rata-rata yang positif menunjukkan bahwa kadar gula darah mengalami penurunan setelah melakukan senam.  
Herbal Therapy Education Using the Flashcard Method on Students' Knowledge Level about Acute Diarrhea at SDN 1 Pemecutan Asti; Ni luh Kade Wiradani; Anak Agung Bagus Suryantara
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/qcjevc73

Abstract

Abstract Introduction: acute diarrhea is a global public health problem that has a major impact on child morbidity and mortality, with cases in Indonesia reaching 1,168,393 in 2023, and West Denpasar District recording the highest cases in Denpasar City, totaling 453 cases. Objective: to determine the effect of guava leaf herbal therapy education using the flashcard method on the knowledge level of SDN 1 Pemecutan students about acute diarrhea. Method: a quantitative pre-experimental design with a one-group pre-test post-test approach. Sample consisted of 52 sixth-grade students using purposive sampling. Analysis used Wilcoxon Signed Ranks Test. Results: before intervention, had poor knowledge 63.5% (mean score 12.25, SD=2.671). After intervention, all students (100%) achieved good knowledge (mean score 23.46, SD=1.627). Wilcoxon test results: Z=−6.286, p=0.000 (p<0.05), effect size r=0.872 (large effect category). Conclusion: the flashcard method significantly and substantially improved students knowledge of acute diarrhea. Educational institutions are recommended to integrate the flashcard method into the School Health Program.