Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat di indonesia. Pengelolaan diabetes tidak hanya bergantung pada pengobatan farmakologis, tetapi juga memerlukan intervensi gaya hidup, termasuk aktivitas fisik. Senam prolanis (program pengelolaan penyakit kronis) merupakan salah satu bentuk intervensi non-farmakologis yang diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam prolanis terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe II di Puskesmas IV Denpasar Selatan. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 46 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Pengukuran kadar gula darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat glukometer. Analisis data menggunakan paired t-test. Sebelum dianalisis dilakukan uji normalitas wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (76,1%), tidak bekarja (71.7%), tingkat pendidikan responden tertinggi yaitu SMA (45,7%), gula darah sebelum melakukan senam prolanis rata-rata 164.85 mg/dl dan gula darah sesudah melakukan senam 120,39. Berdasarkan hasil uji paired sample t-test menunjukan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0.000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p< 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kadar gula darah sebelum dan sesudah senam prolanis. Selisih rata-rata yang positif menunjukkan bahwa kadar gula darah mengalami penurunan setelah melakukan senam.