Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Berbagi Santunan Yatim Piatu dan Dhuafa Arsyada Kecamatan Citeureup bersama GENRE Kabupaten Bogor dan STIE Kalpataru Bukhari Muslim; Diana Purnamasari; Angga Sukmana; Neny Hidayah Nur Imani
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): MARET-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/6ffqpk17

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kepedulian sosial dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa yang secara ekonomi membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui program Berbagi Santunan Yatim Piatu dan Dhuafa Arsyada Kecamatan Citeureup bersama GENRE Kabupaten Bogor dan STIE Kalpataru yang dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026 di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu meringankan beban ekonomi anak yatim piatu dan kaum dhuafa, meningkatkan kepedulian sosial masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Tahap persiapan meliputi koordinasi dengan GENRE Kabupaten Bogor, pengumpulan donasi, dan pendataan penerima santunan. Tahap pelaksanaan mencakup pembukaan kegiatan, sambutan penyelenggara, penyerahan santunan, dan doa bersama, sedangkan tahap evaluasi dilakukan melalui dokumentasi dan penilaian partisipasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa santunan berhasil disalurkan kepada 40 anak yatim piatu dan dhuafa dengan keterlibatan 25 relawan dari mahasiswa STIE Kalpataru dan anggota GENRE Kabupaten Bogor. Kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial generasi muda serta memperkuat solidaritas dan kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi pemuda, dan masyarakat.
Development of a Smart Quality Assurance Framework Based on Forensic Audit 5.0 with Artificial Intelligence Support to Enhance Internal Quality Assurance Systems in Higher Education: Alignment with Permendiktisaintek No. 39 of 2025 Ali Mutaufiq; Mizwar Anwar; Diana Purnamasari; Vonny Novera; Eddy Purnairawan; Desti Kumala
Pasundan Social Science Development Vol. 6 No. 2 (2026): Pasundan Social Science Development (PASCIDEV)
Publisher : Doctoral Program of Social Science Pasundan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56457/pascidev.v6i2.383

Abstract

The promulgation of the Ministry of Higher Education, Science, and Technology Regulation (Permendiktisaintek) No. 39 of 2025 institutes a systemic transformation in the governance and quality assurance paradigms of Indonesian Higher Education Institutions (HEIs). By simplifying accreditation tiers into a streamlined categorical system, decentralizing curriculum design to accommodate flexible pathways such as the Recognition of Prior Learning (RPL), and mandating absolute data integration with the national Higher Education Database (PD Dikti), the regulatory framework demands an unprecedented level of institutional agility, accountability, and data veracity. However, empirical observations indicate that traditional Internal Quality Assurance Systems (SPMI) are structurally constrained by analog workflows, fragmented data architectures, and retroactive evaluation methodologies that fail to pre-emptively mitigate compliance deviations. This comprehensive research report proposes the conceptualization and implementation of a Smart Quality Assurance (SQA) Framework, fundamentally anchored in the principles of Forensic Audit 5.0 and augmented by Artificial Intelligence (AI). The proposed framework integrates real-time continuous auditing mechanisms, machine learning-driven anomaly detection utilizing Classification and Regression Tree (CART) algorithms, and blockchain-based immutable ledgers to transform the standard Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) cycle into a proactive, predictive, and strategically aligned digital ecosystem. By leveraging real-time data analytics and Explainable AI (XAI) such as SHapley Additive exPlanations (SHAP), the SQA framework addresses inherent vulnerabilities in academic governance, demonstrating empirical potential to reduce processing latency by up to 73% while enhancing data accuracy by 89%. The findings conclusively suggest that adopting AI-driven forensic auditing not only guarantees rigid compliance with the National Standards for Higher Education (SN Dikti) but also provides a scalable, ethically governed pathway for institutions to achieve the coveted "Terakreditasi Unggul" (Excellent Accreditation) status, thereby fostering global academic competitiveness and sustainable institutional resilience.