Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Workshop Desain Produk Menggunakan Software CAD untuk Siswa SMA/SMK di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu Malaysia Priyo Heru Adiwibowo; Ahmad Saepuddin; Akhmad Hafizh Ainur Rasyid; Muhammad Effendy; Muhaji; I Made Arsana; A Grummy Wailanduw; Indra Herlamba Siregar; Ika Nurjannah; Bellina Yunitasari; Aris Purwanto; Agung Prijo Budijono; Anovan Fadhil Muhammad
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2937

Abstract

Workshop Desain Produk menggunakan software CAD merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan digital dan kreativitas siswa SMA/SMK melalui pembelajaran desain berbantuan komputer menggunakan perangkat lunak open source FreeCAD. Workshop dilaksanakan selama satu hari dengan materi pengenalan CAD dan FreeCAD, navigasi antarmuka, alur kerja desain produk, serta praktik pembuatan model tiga dimensi sederhana. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui penyebaran angket kepada 30 peserta untuk mengukur pemahaman materi, kemudahan penggunaan aplikasi, kualitas fasilitator, dan manfaat kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan respons yang sangat positif, dengan lebih dari 85% peserta menyatakan terbantu dan memperoleh keterampilan baru. Selain itu, dokumentasi kegiatan dan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara UNESA dan SIKK memperkuat kerja sama kelembagaan. Secara keseluruhan, workshop ini efektif meningkatkan kompetensi digital dan motivasi siswa serta berpotensi dikembangkan sebagai program pelatihan berkelanjutan
Pengaruh Rasio Sudu Terpancung Berpenampang Segitiga Terhadap Kinerja Turbin Crossflow Priyo Heru Adiwibowo; Grummy Walianduw; Ika Nurjannah; Aris Purwanto
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 3 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v3i2.1070

Abstract

Energi merupakan kebutuhan fundamental bagi kehidupan manusia. Salah satu alternatif energi terbarukan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), yaitu sistem pembangkit skala kecil yang memanfaatkan aliran air. Pada PLTMH, turbin crossflow banyak digunakan, namun memiliki keterbatasan dalam menghasilkan daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio sudu terpancung berpenampang segitiga terhadap kinerja turbin crossflow poros horizontal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan memvariasikan rasio sudu terpancung  0,2; 0,4; 0,6, dibandingkan dengan sudu v yang tidak terpancung (rasio 1), dan plat datar (rasio 0) pada turbin crossflow poros horizontal. Jumlah sudu yang digunakan adalah 3 yang akan diuji dengan variasi kapasitas air sebesar, 11,024 L/s, 14,322 L/s,  dan 18,113 L/s dengan variasi pembebanan terhadap daya dan efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya maksimum diperoleh pada rasio sudu terpancung 0,4 dengan kapasitas aliran 18,113 L/s dan beban 8000 gram sebesar 4,204 Watt. Efisiensi tertinggi dicapai pada rasio sudu terpancung yang sama, yaitu 0,4, dengan kapasitas 11,024 L/s dan beban 5000 gram sebesar 85,77%. Pencapaian ini disebabkan karena pada rasio sudu terpancung 0,4 aliran dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sehingga menghasilkan putaran (RPM) yang tinggi serta torsi yang lebih besar.   Energy is a fundamental need for human life. One renewable energy alternative is the Microhydro Power Plant (PLTMH), a small-scale power generation system that utilizes water flow. In PLTMH, crossflow turbines are widely used, but have limitations in generating power. This study aims to analyze the effect of the truncated blade ratio with a triangular cross-section on the performance of a horizontal-axis crossflow turbine. This study uses an experimental method by varying the truncated blade ratio of 0.2; 0.4; 0.6, compared to untrimmed v-blades (ratio 1), and flat plates (ratio 0) in a horizontal-axis crossflow turbine. The number of blades used is 3 which will be tested with variations in water capacity of 11,024 L/s, 14,322 L/s, and 18,113 L/s with variations in loading on power and efficiency. The results of the study showed that the maximum power was obtained at a cut-off blade ratio of 0.4 with a flow capacity of 18.113 L/s and a load of 8000 grams of 4.204 Watts. The highest efficiency was achieved at the same cut-off blade ratio, namely 0.4, with a capacity of 11.024 L/s and a load of 5000 grams of 85.77%. This achievement was due to the fact that at a cut-off blade ratio of 0.4 the flow could be utilized more optimally, resulting in high rotation (RPM) and greater torque.  
INOVASI MESIN PEMBELAH BAMBU KARYA MAHASISWA SEBAGAI SOLUSI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS UMKM ANYAMAN DI DESA SEKETI, SIDOARJO Aris Purwanto; Handini Novita Sari; Akhmad Hafizh Ainur Rasyid; Aris Ansori; Iskandar Iskandar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.57435

Abstract

UMKM anyaman bambu di Desa Seketi, Sidoarjo, menghadapi kendala utama pada tahap pembelahan bambu yang masih dilakukan secara manual, sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas dan kualitas hasil yang tidak seragam. Kondisi ini menjadi hambatan dalam meningkatkan kapasitas produksi serta memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas melalui penerapan mesin pembelah bambu sederhana yang sesuai dengan kebutuhan UMKM. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan mesin, pelatihan penggunaan, serta evaluasi kinerja sebelum dan sesudah implementasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan mesin mampu menurunkan waktu pembelahan dari ±10 menit menjadi ±3 menit per batang serta meningkatkan kapasitas produksi dari ±20 batang menjadi ±60 batang per hari. Selain itu, kualitas hasil pembelahan menjadi lebih seragam dan kebutuhan tenaga kerja lebih efisien. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna berbasis mesin sederhana memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM anyaman bambu secara berkelanjutan