Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bagi-Bagi Ta’jil dan Peduli antar Sesama Umat Beragama sebagai bentuk mengamalkan Nilai Ahlussunnah Wal Jama'ah (Aswaja) di Musholla At-Taqwa Pengkol Waru-Sidoarjo Achmad Syafi’ Haromi; Rafi’zidan Henri’s; Muh Saul Bayustira; Wahyu Aldino Saputra; Mochamad Maulvi Firza Sandyaka; Ach Nur Irchamul Kholqil Lazuardy; Didit Darmawan; Achmad Ghoni Ken Diyu; Muhammad Yusron Maulana El Yunusi; Rommy Hardyansah
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 3 No 1 (2026): Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) melalui kegiatan berbagi takjil di Musala At-Taqwa Pengkol, Waru, Sidoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan melibatkan mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya, pengurus musala, dan masyarakat sekitar. Metode yang dilaksanakan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dokumentasi, serta evaluasi kegiatan. Pembagian takjil dilakukan kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa program mampu meningkatkan kepedulian sosial, mempererat hubungan antara mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya dan masyarakat, menumbuhkan semangat berbagi, serta menguatkan implementasi nilai-nilai Aswaja seperti tasamuh, ta'awun, dan tawazun. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Dengan demikian, pembagian takjil dapat menjadi media yang efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai Aswaja melalui aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
STRATEGI PERLUASAN AKSES: FASILITASI LAYANAN BPJS BAGI WARGA DI KELURAHAN PEJAGAN, KECAMATAN BANGKALAN Ella Anastasya Sinambela; Didit Darmawan; Fayola Issalillah; Rafadi Khan Khayru; Rasti Nur Alfaisya Safitri; Najwa Dhakiro Rochmah; Tasya Aulia Rizka; Mas Ummu Chasbiyah; Moch. Avif Chilmi Yahya; Ach Nur Irchamul Kholqil Lazuardy
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2233

Abstract

Complex administrative bureaucracy and a lack of understanding of referral procedures often hinder the public from utilizing state health insurance. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, this community service program aims to optimize the utilization of BPJS Kesehatan services for residents of Pejagan Village. Activities were carried out in densely populated residential areas through collaboration between village officials, health cadres, and students. Data collection was conducted using a combination of field observation, interviews, documentation, and questionnaires. The intervention results demonstrated an increase in residents' knowledge regarding jurisdictional rights, participant obligations, and administrative compliance within the tiered referral process. Direct assistance proved effective in mitigating registration obstacles, reducing technical complaints, and strengthening communication networks between beneficiaries and service providers. This multi-stakeholder synergy successfully transformed the community base into a more active and independent one in securing the fulfillment of their right to health insurance.   Rumitnya birokrasi administrasi dan minimnya pemahaman prosedur rujukan sering kali menghambat masyarakat dalam memanfaatkan jaminan kesehatan negara. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), program pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan layanan BPJS Kesehatan bagi warga di Kelurahan Pejagan. Kegiatan dilaksanakan di kawasan pemukiman padat penduduk melalui kolaborasi antara perangkat kelurahan, kader kesehatan, dan mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kombinasi teknik observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner. Hasil intervensi membuktikan adanya eskalasi pengetahuan warga mengenai yurisdiksi hak, kewajiban kepesertaan, serta kepatuhan administratif dalam alur rujukan berjenjang. Pendampingan langsung terbukti efektif memitigasi kendala pendaftaran, mereduksi keluhan teknis, dan mempererat jejaring komunikasi antara penerima manfaat dengan penyelenggara layanan. Sinergi multipihak ini berhasil mengubah basis komunitas menjadi lebih aktif dan mandiri dalam mengamankan pemenuhan hak jaminan kesehatan.