Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Klasifikasi Dan Dokumentasi Bangunan Pelindung Pantai Di Sepanjang Pesisir Situbondo Gilang Saputra; Nurul Amalia Silviyanti; Yona Eka Pratiwi; Wulan Afny Choyriya; Alfiyah Emeliya; Sigit Ardiansyah
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v3i02.7054

Abstract

Situbondo memiliki garis pantai sepanjang 150 km dari barat hingga timur dimana terdapat 35 desa yang berada di daerah pesisir. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir menjadi kawasan penting bagi aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pemukiman. Akan tetapi daerah ini juga dipengaruhi aktifitas hidro-oseanografi yang terjadi disepanjang pantai seperti arus, gelombang dan pasang surut. Untuk mencegah ancaman tersebut, beberapa jenis bangunan pelindung pantai telah dibangun di sepanjang pesisir yang ada Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasi dan mengklasifikasikan bangunan pelindung pantai yang berada di sepanjang kabupaten Situbondo dengan cara pengamatan langsung di lapangan. Dari 14 titik yang telah diamati, terdapat 6 bangunan pelindung pantai dengan jenis groin, 5 seawall/tanggul laut, 3 revetment, 2 breakwater dan 1 jetty. Bangunan pelindung pantai berupa seawall biasanya digunakan pada daerah yang berbatasan langsung dengan jalan raya maupun bangunan tambak diikuti oleh groin sebagai bangunan pelindung pantai lapis kedua, breakwatwr yang melindungi daerah Pelabuhan Kalbut dan jetty yang berada pada daerah hilir sungai Seletereng Kapongan. Situbondo memiliki garis pantai sepanjang 150 km dari barat hingga timur dimana terdapat 35 desa yang berada di daerah pesisir. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir menjadi kawasan penting bagi aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pemukiman. Akan tetapi daerah ini juga dipengaruhi aktifitas hidro-oseanografi yang terjadi disepanjang pantai seperti arus, gelombang dan pasang surut. Untuk mencegah ancaman tersebut, beberapa jenis bangunan pelindung pantai telah dibangun di sepanjang pesisir yang ada Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasi dan mengklasifikasikan bangunan pelindung pantai yang berada di sepanjang kabupaten Situbondo dengan cara pengamatan langsung di lapangan. Dari 14 titik yang telah diamati, terdapat 6 bangunan pelindung pantai dengan jenis groin, 5 seawall/tanggul laut, 3 revetment, 2 breakwater dan 1 jetty. Bangunan pelindung pantai berupa seawall biasanya digunakan pada daerah yang berbatasan langsung dengan jalan raya maupun bangunan tambak diikuti oleh groin sebagai bangunan pelindung pantai lapis kedua, breakwatwr yang melindungi daerah Pelabuhan Kalbut dan jetty yang berada pada daerah hilir sungai Seletereng Kapongan.
Diseminasi Hasil Penelitian Plasbut Paving Block Untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa SMKN 1 Situbondo Dalam Inovasi Material Ramah Lingkungan Yona Eka Pratiwi; Ani Listriyana; Nurul Amalia Silviyanti; Sigit Ardiansyah; Cahya Surya Ramadhan
GUNAVATTA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2026): Gunavatta : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/gunavatta.v2i2.8761

Abstract

Peningkatan volume sampah plastik menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan solusi inovatif. Salah satu hasil penelitian dosen Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo adalah PLASBUT (Plastik Serabut) Paving Block yang memanfaatkan limbah plastik, pasir, dan serabut kelapa sebagai material penyusun paving block ramah lingkungan. Agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa diseminasi hasil penelitian di SMKN 1 Situbondo. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pemanfaatan limbah plastik sebagai material konstruksi alternatif sekaligus menumbuhkan jiwa inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi produk, dan evaluasi pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai pemahaman peserta meningkat dari 60 pada pre-test menjadi 86,5 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 44,2%. Selain itu, sebanyak 92% peserta menyatakan materi mudah dipahami dan relevan dengan pembelajaran di sekolah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan diseminasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai teknologi PLASBUT Paving Block serta memperkuat literasi sains, inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan diseminasi menjadi media efektif dalam menghubungkan hasil penelitian perguruan tinggi dengan dunia pendidikan sehingga dapat meningkatkan literasi sains dan budaya inovasi di kalangan siswa.