Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Pendapatan Melalui Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan Bagi Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Desa Tanah Anyar Ani Listriyana; Creani Handayani; Nurul Amalia Silviyanti; Anita Diah Pahlewi; Yona Eka Pratiwi; Santoso Santoso; Wulan Afny Choyriya; Famela Ainina Susanti Wijaya
GUNAVATTA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Gunavatta : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/gunavatta.v1i2.6312

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pendapatan ibu-ibu rumah tangga di Desa Tanah Anyar melalui pelatihan pembuatan bakso ikan. Di mana desa ini terletak sangat dekat dengan laut dan memiki hasil laut yang cukup melimpah. Namun, perempuan tanah anyar sebagian besar belum memiliki kemampuan mengolah hasil laut menjadi produk olahan makanan yang bernilai ekonomi tinggi. Dari total 20 peserta, 7 orang sudah memiliki keterampilan dasar dalam membuat bakso ikan yang baik, sedangkan 13 lainnya baru berhasil setelah pelatihan, khususnya dalam membuat bakso ikan yang enak dan tidak amis. Pelatihan ini menggunakan metode teori, praktik, dan evaluasi hasil peserta, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta. Pelatihan ini diharapkan ke depannya akan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi keluarga peserta.
Klasifikasi Dan Dokumentasi Bangunan Pelindung Pantai Di Sepanjang Pesisir Situbondo Gilang Saputra; Nurul Amalia Silviyanti; Yona Eka Pratiwi; Wulan Afny Choyriya; Alfiyah Emeliya; Sigit Ardiansyah
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v3i02.7054

Abstract

Situbondo memiliki garis pantai sepanjang 150 km dari barat hingga timur dimana terdapat 35 desa yang berada di daerah pesisir. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir menjadi kawasan penting bagi aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pemukiman. Akan tetapi daerah ini juga dipengaruhi aktifitas hidro-oseanografi yang terjadi disepanjang pantai seperti arus, gelombang dan pasang surut. Untuk mencegah ancaman tersebut, beberapa jenis bangunan pelindung pantai telah dibangun di sepanjang pesisir yang ada Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasi dan mengklasifikasikan bangunan pelindung pantai yang berada di sepanjang kabupaten Situbondo dengan cara pengamatan langsung di lapangan. Dari 14 titik yang telah diamati, terdapat 6 bangunan pelindung pantai dengan jenis groin, 5 seawall/tanggul laut, 3 revetment, 2 breakwater dan 1 jetty. Bangunan pelindung pantai berupa seawall biasanya digunakan pada daerah yang berbatasan langsung dengan jalan raya maupun bangunan tambak diikuti oleh groin sebagai bangunan pelindung pantai lapis kedua, breakwatwr yang melindungi daerah Pelabuhan Kalbut dan jetty yang berada pada daerah hilir sungai Seletereng Kapongan. Situbondo memiliki garis pantai sepanjang 150 km dari barat hingga timur dimana terdapat 35 desa yang berada di daerah pesisir. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir menjadi kawasan penting bagi aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pemukiman. Akan tetapi daerah ini juga dipengaruhi aktifitas hidro-oseanografi yang terjadi disepanjang pantai seperti arus, gelombang dan pasang surut. Untuk mencegah ancaman tersebut, beberapa jenis bangunan pelindung pantai telah dibangun di sepanjang pesisir yang ada Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasi dan mengklasifikasikan bangunan pelindung pantai yang berada di sepanjang kabupaten Situbondo dengan cara pengamatan langsung di lapangan. Dari 14 titik yang telah diamati, terdapat 6 bangunan pelindung pantai dengan jenis groin, 5 seawall/tanggul laut, 3 revetment, 2 breakwater dan 1 jetty. Bangunan pelindung pantai berupa seawall biasanya digunakan pada daerah yang berbatasan langsung dengan jalan raya maupun bangunan tambak diikuti oleh groin sebagai bangunan pelindung pantai lapis kedua, breakwatwr yang melindungi daerah Pelabuhan Kalbut dan jetty yang berada pada daerah hilir sungai Seletereng Kapongan.