Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

DISEMINASI LITERASI KEUANGAN SEBAGAI TRANSISI PENINGKATAN POTENSI UMKM MENGHADAPI INKLUSI KEUANGAN Meutia Layli; Firmansyah Firmansyah; Febrian Wahyu Wibowo; Kusumaningdiah Retno Setiorini; Nurjannah Nurjannah; Tiyas Indriyani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20776

Abstract

Abstrak: Terbatasnya pengetahuan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tentang literasi keuangan saat ini masih sangat minim. Hal ini dibuktikan dari kendala-kendala yang muncul pada beberapa UMKM. Pentingnya literasi keuangan untuk dipahami oleh pelaku UMKM akan memudahkan mereka mendapatkan permodalan sehingga dapat digunakan untuk menyejahterakan usahanya. Maka kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan luterasi keuangan bagi para pelaku UMKM, dan Hal ini menjadi motivasi dilakukannya Pengabdian Kepada Masyarakat yang ditujukan kepada UMKM Desa Sawitan - Magelang dengan metode sosialisasi terkait dengan literasi keuangan dan tentunya akan memberikan dampak positif terutama pada kemudahan inklusi keuangan. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari beberapa dosen dan mahasiswa, dan dihadiri oleh 17 pelaku UMKM. Hasil monitoring menunjukkan tiga kendala yang dialami oleh beberapa pelaku UMKM yang mana 47% pelaku UMKM mengalami kendala tidak memahami bagaimana pencatatan yang terstruktur, lalu sebanyak 29% pelaku UMKM mengalami kendala tidak mampu membayar tenaga profesional, dan kedala ketiga dialami oleh 24% pelaku UMKM yaitu penjualan yang tidak menutup modal, sehingga mereka segan untuk mencatatkan kerugiannya. Setelah dilakukannya kegiatan ini, para pelaku UMKM tersebut merasa lebih memahami dan termotivasi untuk memperbaiki sistem keuangan yang dimilikinya Hal tersebut dibuktikan dengan para pelaku yang termotivasi untuk menyusun laporan keuangan sederhana atas transaksi keuangan agar dapat menjadi sebuah pelaporan yang sesuai dengan standar, dan dapat menjadi dasar pengajuan inklusi keuangan, maupun digitalisasi seiring dengan perkembangan finansial teknologi.Abstract: The knowledge of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) regarding financial literacy is currently still very minimal. This is proven by the obstacles that arise in several MSMEs. The importance of financial literacy for MSME players to understand will make it easier for them to obtain capital so that it can be used to make their business prosperous. So this activity aims to increase financial literacy knowledge for MSME players, and this is the motivation for carrying out Community Service aimed at MSMEs in Sawitan Village - Magelang with outreach methods related to financial literacy and of course will have a positive impact, especially on the ease of financial inclusion. This activity presented speakers from several lecturers and students, and was attended by 17 MSME players. The monitoring results show three obstacles experienced by several MSME actors, where 47% of MSME actors experience the problem of not understanding how to record records, then as many as 29% of MSME actors experience the problem of not being able to pay professional staff, and the third obstacle is experienced by 24% of MSME actors, namely sales that do not cover capital, so they are reluctant to record their losses. After carrying out this activity, the MSME actors felt more understanding and motivated to improve their financial system. This was proven by the actors being motivated to prepare simple financial reports on financial transactions so that they could become reports that were in accordance with standards, and could become the basis for proposals for financial inclusion, as well as digitalization in line with developments in financial technology.
PERAN IMPLEMENTASI SUSTAINABLE HALAL VALUE CHAIN PADA SATE KLATAK PAK PONG Rian Rian; Rusny Istiqomah Sujono; Abdul Salam; Febrian Wahyu Wibowo
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 7 (2026): Juli
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v4i7.12174

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi Sustainable Halal Value Chain pada Sate Klatak Pak Pong, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah kuliner berbahan dasar daging kambing di Bantul, Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif untuk memahami bagaimana prinsip halal dijaga sejak pengadaan bahan baku hingga terbentuknya pengalaman konsumen. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumen pendukung. Empat informan terlibat dalam penelitian ini, yaitu manajer operasional, karyawan dapur, petugas quality control, dan konsumen. Data wawancara dianalisis menggunakan ATLAS.ti 9 melalui tahap open coding, axial coding, selective coding, dan visualisasi network. Analisis menghasilkan lima tema yang saling berkaitan, yaitu Halal Procurement, Halal Production, Halal Assurance, Sustainability, dan Customer Trust. Hasil penelitian menunjukkan bahwa halal procurement didukung oleh pengendalian sumber daging kambing, praktik penyembelihan yang sesuai syariat, dan seleksi bahan baku. Halal production tercermin pada penggunaan bahan segar, standardisasi takaran, serta sanitasi peralatan masak secara rutin. Halal assurance diperkuat melalui sertifikasi halal, quality control harian, dan briefing karyawan secara berkala. Sustainability diterapkan melalui pengendalian stok, pemanfaatan bagian kambing secara optimal, dan upaya mengurangi sisa makanan. Praktik tersebut membentuk kepercayaan konsumen, mendorong niat pembelian ulang, dan meningkatkan kesediaan konsumen untuk merekomendasikan usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sustainable Halal Value Chain pada Sate Klatak Pak Pong tidak hanya berfungsi sebagai kepatuhan halal formal, tetapi juga sebagai strategi operasional terpadu yang memperkuat mutu produk, keberlanjutan usaha, dan kepercayaan konsumen
Pengaruh FOMO, Altruisme, dan Religiusitas terhadap Minat UMKM Bersedekah dalam Program Jumat Berkah Moh Akmalul Fahmi Maulana; Al Haq Kamal; Febrian Wahyu Wibowo; Abdul Salam
Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia dengan jumlah di atas 64 juta unit. UMKM yang terlibat di dalam kegiatan sosial-keaganaan, khususnya program Jumat Berkah di wilayah Gamping, Sleman, menunjukkan terdapat pergeseran model sedekah dari individual menjadi kolektif yang terorganisir. Penelitian ini bertujuan dalam menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FOMO), altruisme, dan religiusitas terhadap minat UMKM bersedekah dalam Program Jumat Berkah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif-kausal. Populasi penelitian ini adalah seluruh UMKM yang terdaftar di kecamatan Gamping, Sleman, dengan jumlah 1.625 unit. Sampel sebanyak 106 responden ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel FOMO tidak berpengaruh signifikan terhadap minat UMKM bersedekah secara parsial. Variabel altruisme berpengaruh positif dan signifikan, serta religiusitas juga berpengaruh positif dan signifikan secara parsial. Ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap minat bersedekah secara simultan.
The Effect of Relationship Quality on Continuity in the Use of Sharia M-Banking: The Role of Access Convenience, Service Quality and Structure Assurance Ardy Wibowo; Febrian Wahyu Wibowo; Rusny Istiqomah Sujono; Dimas Wibisono; Uswatun Khasanah
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 7 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v7i2.7265

Abstract

Abstrak This research delves into the impact of relationship quality (RQ) on the ongoing utilization of sharia mobile banking (m-banking). The study draws upon the Theory of Planned Behaviour (TPB) and past behaviour as theoretical frameworks to examine how sustainability attitudes influence the use of m-banking, considering the quality of customer relationships with banks in determining sustainable intentions in sharia m-banking usage. Employing a quantitative approach, the research involves data collection, interpretation, and presentation based on a sample of 100 sharia m-banking users in the Special Region of Yogyakarta, using Snowball Sampling. Questionnaires were distributed for data collection, and the analysis utilized the Structural Equation Modelling (SEM) method with the Partial Least Square (PLS) program. The findings support all four hypotheses, indicating significant effects on sustainability intentions in sharia m-banking usage. The study also conducted mediation testing, revealing that variables such as Access Convenience and Service Quality do not directly impact sustainability intentions. Instead, a good-quality relationship with the provider is essential for sustainable intentions in sharia m-banking, while the Structural Assurance variable directly influences sustainable intentions without necessitating a high-quality relationship with the bank. Penelitian ini menyelidiki dampak kualitas hubungan (RQ) terhadap pemanfaatan mobile banking (m-banking) syariah yang sedang berlangsung. Studi ini mengacu pada Theory of Planned Behavior (TPB) dan perilaku masa lalu sebagai kerangka teoritis untuk menguji bagaimana sikap keberlanjutan mempengaruhi penggunaan m-banking syariah, dengan mempertimbangkan kualitas hubungan nasabah dengan bank dalam menentukan niat berkelanjutan dalam penggunaan m-banking syariah. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan pengumpulan, interpretasi, dan penyajian data berdasarkan sampel 100 pengguna m-banking syariah di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan menggunakan Snowball Sampling. Kuesioner disebar untuk pengumpulan data, dan analisisnya menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan program Partial Least Square (PLS). Temuan ini mendukung keempat hipotesis, yang menunjukkan dampak signifikan terhadap niat keberlanjutan dalam penggunaan m-banking syariah. Studi ini juga melakukan pengujian mediasi, yang menunjukkan bahwa variabel seperti Kenyamanan Akses dan Kualitas Layanan tidak berdampak langsung terhadap niat keberlanjutan. Sebaliknya, hubungan berkualitas baik dengan penyedia layanan sangat penting untuk niat berkelanjutan dalam m-banking syariah, sedangkan variabel Jaminan Struktural secara langsung mempengaruhi niat berkelanjutan tanpa memerlukan hubungan berkualitas tinggi dengan bank.