Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Media Pembelajaran Kreatif dan Inovatif Berbasis Problem Based Learning di MI Islamiyah Sumur Putih Pamekasan Sri Harini; Yanti Linarsih; Royyan Julian; Sri Indriati Hasanah; Hasan Basri; Chairul Fajar Tafrilyanto; Naufalia Wardani Rahman; Asifaul Ulum; Syamsiyatul Maghfiroh; Bambang Kurnadi
NGABDIMAS UNIRA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIRA Vol. 6 No. 1 (2026): Pengabdian kepada Masyarakat (Ngabdimas)
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PkM) aimed to enhance teachers’ pedagogical and professional competencies through training on the development of creative and innovative learning media based on Problem Based Learning (PBL) by utilizing GeoGebra at MI Islamiyah Sumur Putih, Pamekasan. The program was conducted in response to teachers’ needs for learning media that are not merely conventional, but capable of fostering active student engagement, critical thinking, and problem-solving skills in line with the demands of 21st-century learning. The implementation method employed a training and workshop approach consisting of needs analysis and observation, delivery of materials on PBL concepts and the use of GeoGebra as an interactive learning medium, hands-on practice in designing PBL-based learning media, presentation of the developed products, and joint reflection and evaluation. The results indicated an improvement in teachers’ understanding of PBL implementation as well as practical skills in designing and applying GeoGebra-based learning media that are creative, innovative, and contextual. The interactive and participatory nature of the activities also encouraged a shift in learning paradigms from teacher-centered to student-centered approaches. The program received positive responses from the partner school and is expected to have a sustainable impact on improving the quality of teaching and learning processes in the madrasah.
Analysis of Junior High School Students’ Creative Thinking Processes in Solving HOTS Problems on Systems of Linear Equations in Two Variables Asifaul Ulum; Hairus Saleh; Hasan Basri
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v4i4.2473

Abstract

Memasuki abad ke-21, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung sangat pesat sehingga menuntut dunia pendidikan untuk menghasilkan peserta didik yang memiliki keterampilan abad ke-21, salah satunya adalah kemampuan berpikir kreatif. Dalam pembelajaran matematika, kemampuan berpikir kreatif dapat dikembangkan melalui penyelesaian masalah Higher Order Thinking Skills (HOTS), khususnya pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Oleh karena itu, penting untuk mengkaji proses berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah HOTS agar dapat diketahui tahapan berpikir yang dilakukan siswa selama proses pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) berdasarkan kategori kemampuan kreatif tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek tiga siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Pamekasan yang dipilih secara purposive untuk mewakili setiap kategori kemampuan kreatif. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kreatif dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan indikator proses berpikir kreatif yang meliputi mensintesis ide, membangun ide, merencanakan penerapan ide, dan menerapkan ide. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan kreatif tinggi mampu memenuhi seluruh indikator proses berpikir kreatif secara sistematis, menghasilkan lebih dari satu strategi penyelesaian, serta memverifikasi hasil yang diperoleh. Siswa dengan kemampuan kreatif sedang juga memenuhi keempat indikator, tetapi masih bergantung pada strategi yang telah dipelajari dan belum mampu mengembangkan alternatif penyelesaian yang beragam. Sementara itu, siswa dengan kemampuan kreatif rendah hanya mampu memenuhi sebagian indikator karena mengalami kesulitan dalam menerapkan ide hingga memperoleh penyelesaian dan memverifikasi hasil.